Perkembangan IPM Kabupaten Nunukan


Pada tahun 1990 UNDP dalam laporannya “Global Human Development Report” memperkenalkan konsep Pembangunan Manusia, sebagai paradigma baru model pembangunan. Dalam konteks ini pembangunan manusia didefinisikan sebagai suatu proses memperbesar pilihan-pilihan bagi penduduk (a process of enlarging people’s choises), yang dapat dilihat sebagai proses upaya ke arah “perluasan pilihan” dan sekaligus sebagai taraf yang dicapai dari upaya tersebut.
Berbicara mengenai pilihan-pilihan manusia adalah sangat tidak terbatas jumlahnya dan bahkan cenderung berubah setiap waktu. Namun diantara sejumlah pilihan ini, ada 3 pilihan yang sangat esensial untuk dipenuhi yaitu, pilihan untuk hidup sehat dan berumur panjang; pilihan untuk memiliki ilmu pengetahuan dan pilihan untuk mempunyai akses ke berbagai sumber yang diperlukan agar dapat memenuhi standar kehidupan yang layak (a decent standard of living). Apabila ketiga pilihan mendasar tersebut dapat dipenuhi maka seseorang akan mudah meningkatkan kemampuannya dalam aktifitas sehari-hari serta memiliki kemampuan menangkap peluang yang ada untuk meningkatkan kehidupannya serta memiliki kemampuan pula untuk meraih pilihan-pilihan lain yang juga tidak kalah pentingnya seperti pilihan untuk berpartisipasi dalam bidang politik, kebebasan mengeluarkan pendapat dan sebagainya.
Ukuran umum yang dipakai untuk mengetahui status dan kemajuan pembangunan manusia (UNDP;1990), adalah Indeks Pembangunan Manusia. Indeks ini adalah indeks komposit yang dihitung dari 3 komponen pilihan dasar, yaitu (1) hidup sehat dan umur yang panjang yang terwakili oleh angka harapan hidup waktu lahir, (2) pendidikan, yang terwakili oleh rata-rata tertimbang antara angka melek huruf penduduk usia dewasa dengan partisipasi sekolah (SD, SLTP dan SLTA ke atas) dan (3) standar kehidupan layak yang diwakili oleh Produk Domestik Bruto perkapita atau Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP) perkapita.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Nunukan Tahun 2006 s.d. 2008 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Kabupaten Nunukan
Tahun 2006 s.d. 2008

No Komponen 2006 2007 2008
1 Angka Harapan Hidup (tahun) 70,60 70,84 71,07
2 Angka Melek Huruf (%) 93,30 93,30 93,30
3 Rata-rata Lama Sekolah (tahun) 7,40 7,40 7,40
4 Paritas Daya Beli (Rp 000) 625,78 626,00 633,26
Indeks Komposit 72,02 72,17 72,86

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur tahun 2004 s.d. s.d. 2006 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota
Se Kalimantan Timur Tahun 2004 s.d. 2006

 RPJPD
Dari tabel tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota tertinggi se Kalimantan Timur selama tiga tahun berturut-turut adalah Kota Balikpapan, sedangkan untuk tingkat nasional Kota Balikpapan berada pada peringkat 16 pada tahun 2004 dan peringkat 14 pada tahun 2005. Tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nunukan selama tiga tahun berturut-turut mengalami peningkatan, yaitu dari 70,40 pada tahun 2004 meningkat menjadi 71,70 pada tahun 2005, dan meningkat lagi menjadi 72,20 pada tahun 2006. Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Nunukan pada tahun 2005 menduduki peringkat ke 7 pada tingkat regional (provinsi) dan menduduki peringkat ke 100 pada tingkat nasional.

—RPJPD Kabupaten Nunukan 2005-2025—

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s