Isna Suryani Raih Perak di Sea Games Myanmar 2013


Isna Suryani.Setelah berjuang keras hingga babak final, atlet andalan Nunukan dari cabang olahraga Kempo yang berlaga di Sea Games Myanmar 2013 akhirnya harus puas meraih medali perak setelah di partai final “dikalahkan” atlet tuan rumah asal Myanmar dengan 2 Wazaari (0-10).

Humas KONI Kabupaten Nunukan Farid Amiruddin menjelaskan, pada Rabu 18 Desember, Isna di babak penyisihan mengalahkan atlet asal Timor Leste dengan 2 Wazaari (10-0). Keperkasaan Isna terus berlanjut pada Jumat pagi 20 Desember 2013 saat menumbangkan atlit asal Vietnam juga dengan 2 Wazaari (10-0).

Kemenangan atas atlet Vietnam tersebut sekaligus mengantarkan Isna ke babak semifinal. Di babak semifinal yang digelar sore harinya mempertemukan Isna dengan atlit asal Laos. Melalui keunggulan fisik, teknik, dan strategi, Isna berhasil mendikte lawannya dan akhirnya unggul dengan 2 Wazaari (10-0). Sukses di semifinal, Isna berhak tampil di partai final menghadapi atlit tuan rumah Myanmar.

Berhasil masuk ke babak final merupakan kegembiraan tapi juga sekaligus kekhawatiran bagi Isna. Di satu sisi Isna tentu sangat bergembira karena selangkah lagi impiannya menyumbang medali emas bagi Indonesia dan menjadi atlit pertama Nunukan meraih medali emas di ajang Sea Games terbuka lebar. Namun di sisi lain ada rona kekhawatiran yang menggelayut dipikiran Isna karena kembali akan menghadapi atlit tuan rumah di partai penentuan. Soal menghadapi atlet tuan rumah, bukan hal mudah bagi Isna untuk menghapus trauma tersebut.

Kekhawatiran tersebut akhirnya terbukti dengan kalahnya Isna di babak final. Padahal menurut Isna, dia lebih dulu memasukkan pukulan dan tendangan tapi malah lawan yang dinyatakan wazaari.

Tragisnya lagi, ketika Isna meningkatkan serangannya untuk mengejar poin waktu ketinggalan 1 wazaari, insiden matikan lampu venues pertandingan kembali terjadi. “Saat itulah saya mulai menangis, teringat kejadian-kejadian masa lalu kembali menimpa saya. Bukan takut kalah tapi saya seperti tidak kuasa terus dizalimi”. Isna pada akhirnya dinyatakan kalah 2 wazaari (0-10) dan hanya berhak meraih medali perak. (*) (kaltim.tribunnews.com -211213)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s