Penderita TB Terbanyak di Kecamatan Nunukan


camat_lantik ppti

Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani mengungkapkan, Kecamatan Nunukan menjadi wilayah di Kabupaten Nunukan yang diketahui memiliki penderita tuberculosis (TB) terbanyak, dengan temuan 61 kasus. Selanjutnya Kecamatan Sebatik sebanyak 14 kasus, Kecamatan Nunukan Selatan sebanyak 11 kasus, Kecamatan Sembakung sebanyak 8 kasus, Kecamatan Sebuku sebanyak 6 kasus, Kecamatan Tulin Onsoi sebanyak 5 kasus dan Kecamatan Siemanggaris sebanyak 4 kasus.

Pada Puskesmas Kecamatan Krayan, Puskesmas Kecamatan Krayan Selatan, Puskesmas Kecamatan Lumbis Ogong dan Puskesmas Kecamatan Lumbis tidak tercatat adanya kasus TB.

“Sebagian besar kasus TB pada kecamatan yang tidak ditemukan kasus tersebut, penderitanya sudah tercatat di Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan,” kata Asmah Gani menyampaikan sambutan, saat  melantik Pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Anak Cabang Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi Periode 2013-2018, Jumat (27/12/2013), di Balai Pertemuan Umum Desa pembeliangan, Kecamatan Sebuku.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati yang juga Ketua PPTI Kabupaten Nunukan menyebutkan, dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan yang berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan dan Puskesmas di setiap kecamatan, pada 2012 dari 117 penderita TB, sebanyak 112 orang berhasil disembuhkan dengan pengobatan lengkap. Sementara sisanya ada yang pindah dan meninggal dunia.

Asmah Gani mengatakan, agar semua penderita TB tertanggulangi dan tercatat di tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Nunukan, perlu dibentuk PPTI dengan Camat sebagai penasehat dan pembinanya.
PPTI merupakan suatu organisasi sosial dalam pemberantasan TB di Kabupaten Nunukan. Tujuannya membantu pencegahan dan penanggulangan penyakit TB dengan menjadi mitra Dinas Kesehatan Nunukan maupun sarana kesehatan lainnya.

Ia mengatakan, tuberkulosis atau yang sering disebut sebagai penyakit batuk atau TB merupakan penyakit menular yang diakibatkan kuman mikobakterium tuberkulosa yang dapat menyerang organ paru-paru ataupun organ tubuh lainnya.

“Penyakit TB bukan karena penyakit kutukan ataupun karena guna-guna. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk di Kabupaten Nunukan. Indonesia menempati urutan keempat angka terbanyak di dunia dalam kasus TB setelah India, China dan Afrika Selatan,” ujarnya.
Asmah Gani berharap PPTI berperan aktif menyukseskan kegiatan pemberantasan TB melalui penyuluhan, pengawasan minum obat ( PMO ) maupun dengan memberikan bantuan makanan tambahan yang bergizi kepada para penderita TB.

“Kepada pengurus yang telah dilantik, jika menemukan orang yang batuk lebih dari dua minggu segera dibantu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat di tiap kecamatan untuk deteksi dini kasus TB,” ujarnya.

Setelah pelantikan Pengurus PPTI Anak Cabang Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi, diharapkan pula pengurus melobi perusahaan-perusahaan di tiap kecamatan untuk bekerjasama dalam hal pemberantasan penyakit TB.

“Khusus untuk pengurus yang telah dilantik kiranya dapat bekerja dengan penuh pengabdian dan beramal. Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader kesehatan kiranya dapat peduli kepada para penderita TB,” ujarnya. (kaltim.tribunnews 271213)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s