Distamben Janji Terangi Daerah Pedalaman


listrikPermasalahan listrik di daratan Kalimantan bisa dikatakan satu dari sekian persoalan di Kabupaten Nunukan. Pasalnya, be-berapa kecamatan di Nunukan belum mendapat suplai listrik dari PLN. Namun, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan, Yosua Batara Payangan mengatakan, tahun ini pemerintah akan bekerja-sama dengan PLN untuk memberi pelayanan listrik di Kecamatan Sebuku, Tulin Onsoi dan Lumbis.

“Kita usahakan 2014 ini bisa selesai, dan juga akan fokus memikirkan beberapa daerah yang memang belum teraliri listrik. Karena masyarakat juga harus tahu, bahwa ada sebagian daerah yang memiliki kondisi geo-grafis sangat sulit di-jangkau,” ujar Yosua Batara kepada Koran Kaltara, Jumat 3/1 kemarin.
Sementara untuk beberapa daerah di Pulau Sebatik, lanjut Yosua, Distamben bakal mengecek kembali jaringan untuk dua daerah, yaitu Desa Bambangan dan Desa Liang Bunyu, Ke-camatan Sebatik Barat.

“Nanti Distamben akan mengecek ulang, karena dengan berfungsinya PLTMG Sebaung berarti jaringan di sana sudah dapat memenuhi daerah-daerah yang belum teraliri listrik,” terang Yosua.

Sebelumnya,  Anggota DPRD Nunukan, Andi Lukman menganggap program Nunukan Terang Benderang yang dijalankan saat ini, masih sebatas daerah perkotaan, pusat keramaian dan peme-rintahan. Sementara daerah pedalaman belum tersentuh dengan layanan listrik. “Masih ada daerah-daerah terpencil yang perlu keadilan, tentang Nunukan Terang Benderang. Bukan cuma di pusat-pusat pemerintahan atau pusat keramaian. Di desa dan kecamatan yang tidak ada jaringan listriknya, perlu juga dipikirkan,” harapnya.
Contohnya, dua desa yang belum mendapatkan layanan listrik PLN di Sebatik adalah Desa Liang Bunyu dan Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat. Selama 68 tahun Republik Indonesia merdeka dan 14 tahun Kabupaten Nunukan berdiri, belum ada aliran listrik yang masuk. Padahal, jarak kedua desa ke pusat pemerintahan di Pulau Nunukan hanya berseberangan laut. Dan dapat terlihat oleh mata, karena cuma butuh waktu 15 menit perjalanan meng-sgunakan perahu motor. Belum lagi desa-desa di pedalaman, seperti di Kecamatan Lumbis Ogong hingga Krayan Selatan. (korankaltim 03012014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s