Pembagian Elpiji 3 Kg, Warga Nunukan Tak Acuh


elpiji 3 kg

Warga Nunukan, Kalimantan Utara tak acuh terhadap pembagian tabung elpiji 3 kilogram, hasil pendataan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM).

Sebanyak 328 tabung gas 3 kilogram beserta kompor gas terlihat masih menumpuk di Kelurahan Nunukan Timur.

Lurah Nunukan Timur, Yudi Hamdani mengatakan, sudah seminggu keberadaan tong gas kompor gas menumpuk di kantor kelurahan. “Ini dari pendataan PNPM langsung tanpa mengetahui kelurahan. Kita belum bagi karena permasalahannya datanya tidak sinkron. Kami bingung datanya kok data gabungan dengan Desa Nunukan Tengah. Dari Nunukan tengah banyak. Kami minta kembalikan lagi ke koordinator PNPM mandiri minta di periksa kembali. Kami maunya data dari warga kami sendiri,” ujar Yudi Hamdani.

Lurah Nunukan Timur, Yudi Hamdani mengaku banyak warganya yang enggan menerima pembagian LPG program konversi.

“Warga ini sebenarnya malas ngambil. Masyarakat banyak mempertanyakan ke mana mau isi ulang. Saya pernah konsultasi dengan pihak pertamina ternyata pertamina belum siap pengisian ulangnya. Kita juga tanyakan masalah isi ulang mereka bilang akan mengambil kembali tong tong gas untuk isi ulang di Balikpapan. Karena malas ngambil ada pembagian pertama dulu yang masih numpuk di gudang, Cuma enggak banyak,” ujar Yudi Hamdani.

Elpiji Malaysia
Mudahnya mendapatkan elpiji dari Malaysia juga menjadi alasan warga perbatasan enggan menerima tong gas 3 kilogram program konversi gas.

”85 persen penggunaan elpiji warga Nunukan dari Tawau Malaysia punya. Mereka lebih tenang dan aman menggunakan elpiji Malaysia. Harga juga hanya Rp 140 ribu sekarang, sedang yang dinaikkan pemerintah 12 kilo sampai Rp 170 ribu.

“Kalau pakai elpiji Malaysia bisa tahan sampai tiga bulan,” ujar Yudi Hamdani.

Pembagian elpiji 3 kilogram melalui program konversi gas, menurut Yudi Hamdani, dianggap belum mampu menyejahterakan warga di wilayah perbatasan.

”Maksud Pemerintah dengan konversi gas ini minyak tanah masih diperlukan, nyatanya dengan adanya konversi gas 3 kilogram ini belum menyejahterakan masyarakat. Sedangkan kota besar saja masih kekurangan, apalagi kita di wilayah perbatasan. Kita harapkan dengan konversi gas ini pemerintah tidak menarik subsidi minyak tanah untuk masyarakat perbatasan,” ujar Yudi Hamdani.

Sebelumnya, tahun 2012, warga Nunukan juga mendapat pembagian 20.000 tong gas 3 kilogram program konversi gas. Namun, kebanyakan nasib dari tong gas tersebut berakhir di tukang loak atau sebagai pengganjal pintu, hingga kini masyarakat kesulitan melakukan isi ulang.  (regional.kompas – 070114)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s