Wamen Perindustrian Panen Raya Rumput Laut di Nunukan


AlexWakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Alex SW Retraubun, Rabu (15/1/2014) melakukan panen raya rumput laut di Kampung Mamolo, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan.  Kunjungan itu sekaligus dimanfaatkan untuk meletakkan batu pertama pembangunan pabrik pengelohan rumput laut milik PT Manrapi.

Kepada wartawan disela acara tersebut, Alex mengakui, Kabupaten Nunukan merupakan penghasilan rumput laut terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Produksi rumput laut yang berat keringnya mencapai  1.000 ton malah dinilainya sebagai terbesar di Pulau Kalimantan.
Dengan produksi sebanyak itu, uang yang berputar di Kabupaten Nunukan dari rumput laut bisa bisa mencapai Rp13 miliar sampai Rp15 miliar.
“Sebetulnya dari sisi produksi, track record produksi rumput laut Kabupaten Nunukan justru yang terhebat dari semua kabupaten di Kalimantan. Di Pulau Kalimantan dan di wilayah kabupaten lain, sebetulnya pesaing utama Nunukan itu adalah Kabupaten Berau. Tetapi rumput laut tidak menjadi fokus utama Kabupaten Berau,” ujarnya.
Dengan penuh keberanian, ia menyebutkan di daratan Kalimantan, produksi rumput laut Kabupaten Nunukan yang mencapai 1.000 ton rumput laut kering, menjadi yang terhebat.
“Sekarang ini saja sudah didapatkan 1.000 ton berat kering. Kalau kita mau dikonvensi berat basah tinggal kalikan sepuluh,” ujarnya.
Sebenarnya, kata dia, hasil ini belumlah optimal jika saja Bupati mendorong budidaya rumput laut lebih massif dilakukan masyarakat di seluruh teluk teluk di Kabupaten Nunukan.
Setelah melakukan panen raya, Wakil Menteri Perindustrian melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik rumput laut. Ia mengatakan, pabrik kerajinan itu tentu isu – isu industri yang perlu dukungan Kementerian Perindustrian.
“Kalau soal bantuan modal, Pak Bupati sudah jalankan. Sekarang ini coba lihat yang hadir di sini orang – orang Bank,” ujarnya.
Ia juga mendorong Bupati Nunukan membuat edaran yang mengatur harga rumput laut. Diharapkan harga yang diberikan setinggi-tingginya sehingga kisaran harga jangan terlalu lebar.
Penentuan harga menjadi kewenangan Bupati, bukan kewenangan Kementerian Perindustrian. Sementara kewenangan yang dimiliki Kementerian Perindustrian, berupaya supaya bahan baku yang sekarang banyaknya luar biasa di Kabupaten Nunukan, dikembangkan nilai tambahnya. Salah satunya dengan mendorong pendirian pabrik rumput laut.
“Dan jangan lupa, pabrik rumput laut itu akan diberikan mesin yang akan menelan 4 ton perhari. Prosesnya harus diyakinkan betul bahwa setiap hari tidak peduli mesin apa, tapi dari Januari sampai Desember harus mesin itu menelan 4 ton rumput laut,” ujarnya.
Dengan ketersediaan pabrik rumput laut dimaksud, tentu budidaya rumput laut harus dilakukan secara massif. “Supaya pabriknya jalan. Kalau pabriknya Senin Kamis karena produksinya, pasti itu tentu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” ujarnya.
Perlu memulai dari hal yang kecil namun berkembangnya pasti. “Kalau ini berjalan sangat bagus sekali, saya kira tidak ada lagi perlu dibenahi karena sudah bagus. Kita hanya butuh botol dan tali lalu bibit yang bagus dan saya kira dari tampilan produksi yang hasilnya kita lihat ini semua sudah bagus. Artinya ditekan daya investasinya dan keuntungan maksimal bisa diperoleh,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke Mamolo itu, rombongan Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia disuguhkan hidangan makanan khas berbahan dasar rumput laut, produksi kelompok industri rumahan, Koperasi Serba Usaha Mamolo Sejahtera. Produk olahan rumput laut itu antara lain es buah rumput laut, salad, mie goreng, brownies, kue bolu, puding, keropok rumput laut dan permen rumput laut. (kaltim.tribunnews.com 150114)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s