Banjir, Seribu Warga Lumbis, Nunukan Mengungsi


banjir_lumbisSedikitnya seribu warga di desa-desa sekitar Desa Mansalong, ibukota Kecamatan Lumbis, Kamis (23/1/2014) harus diungsikan akibat banjir yang terjadi sejak pagi.

Hingga pukul 18.30, Kamis, proses evakuasi masih terus dilanjutkan. Sejumlah long boat milik warga dikerahkan untuk mengangkut warga-warga terutama yang bermukim di sekitar Sungai Sembakung.

Sekretaris Camat Lumbis Haji Ramli yang dihubungi melalui telepon selulernya menjelaskan, sekitar seribu warga di Kelompok Kalampising dan Desa Mansalong harus diungsikan segera. Mengingat luapan air Sungai Sembakung semakin meninggi.
Warga di Desa Mansalong harus diungsikan ke Balai Pertemuan Umum Mansalong, di RT 3. “Di sana lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara warga di Kelompok Kalampising yang terdiri dari empat desa diungsikan ke kawasan perbukitan di sekitar persawahan.
“Ini mereka masih diangkat pakai long boat. Pakai long boat warga, kita belikan bensinnya. Kita terus evakuasi masyarakat terutama yang berada di pinggiran sungai. Ini banyak long boat yang dikerahkan. Semua warga membantu,” ujarnya.
Air Sungai Sembakung terus meninggi sejak Kamis pagi. Hingga sore, kawasan terparah terendam air hingga enam meter.
“Ada lima sampai enam meter airnya. Rumah tingkat dua saja, sudah sampai lantai dua airnya masuk,” ujarnya.

Ia mengatakan, 21 dari 28 desa di Kecamatan Lumbis terendam banjir. Luapan air tertinggi di empat desa di Kelompok Kalamiping, RT 1 dan RT Desa Mansalong, enam desa di Kelompok Beringin dan tujuh desa di Kelompok Patal.
“Itu terendam semuanya,” ujarnya.

Di tempat pengungsian warga, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri dan masyarakat bahu membahu mendirikan tenda-tenda dan dapur umum.
“Untuk makan kita (Pemerintah Kecamatan Lumbis) akan tanggulangi sementara. Ini diusahakan dibuatkan dapur umum. Sekarang masih dalam proses,” ujarnya.
Ia memprediksi banjir akan semakin meninggi. “Yang dari Tao Lumbis belum sampai ke sini. Itu pasti tambah naik kemungkinan,” ujarnya.

Banjir tersebut berasal dari kiriman di hulu Sungai Sembakung di Sungai Pensiangan, Sabah, Malaysia dan Sungai Tao Lumbis.
“Dua sungai jadi satu ke hilir, makanya meluap,” ujarnya.

Banjir sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Rabu, sehari sebelumnya. Hanya saja, saat itu rumah warga belum sampai tergenangi air.
“Tapi pagi naik lagi,” ujarnya.

Meskipun banjir sejak kemarin, Ramli memastikan pelayanan publik di Kantor Camat Lumbis tetap berjalan seperti biasanya.
“Kalau kantor Camat di atas gunung, jadi aman saja. Cuma hari ini memang kita mulai dari tadi pagi membantu warga mengungsi,” ujarnya. (kaltim.tribunnews 230114)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s