Kebakaran di Nunukan


Kebakaran yang terjadi di Sungai Bolong,

Kebakaran yang terjadi di Sungai Bolong,

Sekitar 50 keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Meskipun belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, namun warga setempat memperkirakan, kebakaran yang terjadi Kamis (30/1/2014), di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, RT, 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan telah membuat 50 keluarga kehilangan tempat tinggal.

“Lebih 50 rumah yang terbakar,” ujar Adi, salah seorang warga.
Dalam waktu dua jam, petugas Pemadam Kebakaran Nunukan telah berhasil menguasi api. Dalam melaksanakan tugasnya, mereka dibantu aparat Kepolisian dan TNI serta warga setempat.
Hingga pukul 14.00, petugas masih bersiaga di lokasi kebakaran. Mereka melakukan pendinginan di lokasi eks- kebakaran.

 

Kebakaran Itu Berawal dari Kediaman Pakcik Air

300114-Warga Sungai Bolong berusaha menyelamatkan barang-barang mereka.

300114-Warga Sungai Bolong berusaha menyelamatkan barang-barang mereka.

Warga berupaya memadamkan api

Warga berupaya memadamkan api

Kamis (30/1/2014) sekitar pukul 10.00 warga di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, khususnya RT 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan dibuat panik karena kebakaran. Angin yang bertiup kencang dari laut kearah pemukiman penduduk, membuat lidah api begitu cepat menjilat puluhan rumah warga. Bahan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, mempercepat api melahap rumah rumah penduduk.

Darimana sebenarnya asal api itu? “Ini awalnya dari rumah Pakcik Air,” kata seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Adi warga lainnya mengaku melihat asal api dari rumah Pakcik Air. Disebut Pakcik Air, karena pemilik rumah dulunya bekerja menjual air kepada warga.
Basrul warga lainnya mengatakan, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 10.00. “Ini dari rumahnya Pakcik Air, rumah si Masni. Dia kan lari ke sini berteriak. Dia bilang kebakaran-kebakaran, aku masak air kebakaran. Nah kita lihat api sudah membesar, kami tidak perduli di situ,” ujarnya.

Dalam keadaan panik, Basrul berupaya menyelamatkan orang tuanya yang sedang sakit. “Sesudah itu saya tidak pikir sudah. Yang saya buat menyelamatkan orang tuaku dan menyelamatkan barangku saja. Saya tinggalkan saja itu barang, ada istriku menjaga” ujarnya.
Ia memperkirakan ada 50 rumah yang ludes terbakar di kawasan itu. “RT 09 saja yang kena,” ujarnya.
Basrul lebih beruntung, karena musibah kebakaran dimaksud, tak membuat rumahnya ikut terbakar.
“Alhamdulillah tidak terbakar,” ujarnya.

Ratna, warga lainnya menceritakan, sebelum kejadian ia sedang memasang bibit rumput laut, sekitar 10 meter dari kediaman Pakcik Air. Saat itu Masni, anak pemilik rumah sedang memasak air.

“Sekali anaknya cerewet. Pas anaknya cerewet dia antar sama neneknya di tempat kami pasang rumput laut. Dia masak air panas itu. Setelah itu kebakaran,”ujarnya.
Ratna mengaku sempat menyelamatkan barang-barangnya. “Ada, cuma tidak tahu kemana sudah ini,” ujarnya yang mengaku kediamannya tidak ikut terbakar.

 

Pasca Kebakaran, Bupati Instruksikan Tanggap Darurat

Bupati Nunukan Haji Basri memerintahkan tanggap darurat selama dua pekan, untuk membantu para korban kebakaran yang terjadi Kamis (30/1/2014) pagi di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, RT 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

“Sudah kita bentuk  Satgas untuk penanganan daruratnya. Berlaku dua minggu kedepan,” ujarnya.
Tim yang dibentuk melibatkan sejumlah pihak. “Kita sudah berkoordinasi juga, tim melibatkan TNI, Polri, semua stakeholder.  PMI, Pramuka sampai masyarakat dan LSM, sehingga kita sekarang mau ke lapangan bekerja,” ujarnya.
Untuk tindakan segera yang perlu dilakukan, tim akan mendirikan tenda-tenda penampungan korban serta mendirikan posko. Tim juga harus bekerja cepat untuk menyiapkan dapur umum bagi para korban kebakaran.
“Tenda posko kesehatan juga didirikan Dinas kesehatan. Sambil kita pikirkan untuk dapur umum malam ini,” ujarnya.
Tenda penampungan sementara korban kebakaran dibangun di sekitar Terminal Inhutani, tak lebih 200 meter dari lokasi kebakaran. “Kalau tidak muat, kita geser lagi ada sedikit kosong juga,” ujarnya.
Terkait musibah kebakaran itu, Basri juga mengaku sudah meminta perhatian dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.
“Tadi KORPRI sudah  saya instruksikan semua. Pegawai Negeri Nunukan menyumbangkan  pakaiannya minimal satu lembar perorang untuk menanggulangi kebutuhan sekarang. Baik sarung maupun baju,” ujarnya.

Polisi Selidiki Kebakaran di Sungai Bolong

Polres Nunukan dilokasi kebakaranKapolres Nunukan AKPB Robert Silindur Pangaribuan memastikan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kebakaran yang terjadi Kamis (30/1/2014) pagi di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, RT 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan. 

Kebakaran itu telah menyebabkan 94 kepala keluarga atau 374 jiwa telah kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 61 rumah hangus sementara 7 rumah terkena dampaknya.
“Setelah ini tentunya kita dari pihak Kepolisian akan memanggil berdasarkan informasi, titik awal api darimana? Itu akan kita proses nanti. Terjadi pertama kalinya kebakaran itu di mana? Nanti kita kembangkan, apa saja yang terjadi?” ujarnya.

Sementara itu Bupati Nunukan Haji Basri mengatakan, dalam jangka panjang pihaknya akan memikirkan penempatan para korban kebakaran.
“Apakah nanti kita bawa ke rusunawa atau ada alternatif lain? Sambil dua minggu ini tanggap darurat, kita sama-sama memikirkan bagaimana alternatif terbaik utnuk menempatkan mereka, orang yang rumahnya terbakar ini,” ujarnya.

Sumber: kaltim.tribunnews – Kamis, 30 Januari 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s