Korban Kebakaran di Nunukan Ditawari Tinggal di Rusunawa


RusunawaPemerintah Kabupaten Nunukan menawarkan kepada para korban kebakaran di Sungai Bolong, Jalan Hasanuddin, RT 09, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan untuk menempati sementara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Pantai Regos, Jalan Ujang Dewa, Kecamatan Nunukan Selatan.

Rusunawa Nunukan

Hingga kini, rusunawa yang dibangun Pemerintah Pusat untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) itu belum difungsikan. “Kalau mereka (korban kebakaran)  berkenan tinggal di rusunawa, kita akan tempatkan mereka di sana untuk sementara. Karena pasti untuk kembali pulih, memakan waktu cukup lama. Satu, dua bulan mungkin belum selesai. Jadi kalau mereka berkenan, kita tempatkan mereka di rusunawa. Pak Bupati juga sudah menyampaikan himbauan, rusunawa kita siapkan,” ujar Camat Nunukan, Umboro Hadisusino.

Kebakaran yang terjadi Kamis (30/1/2014) dikawasan padat pemukiman itu, menyebabkan 94 kepala keluarga atau 374 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 61 rumah hangus terbakar sementara 7 rumah terkena dampaknya.

Umboro mengatakan, para korban sebagian besar memilih tetap bertahan di rumah rumah kerabatnya yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Sehingga tenda tenda yang dibangun Pemerintah Kabupaten Nunukan di Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Sungai Bolong, hanya diisi sekitar lima keluarga. Padahal posko yang dibangun di Terminal Pasar Sentral Inhutani itu berada tak terlalu jauh dari lokasi kebakaran.

“Jadi kemarin kita sudah menghimbau kepada korban bencana, Pemda sudah menyiapkan tenda darurat maupun dapur umum. Sudah kita himbau, tetapi kemungkinan mereka ini masih trauma dan takut meninggalkan barang-barangnya. Sementara pemerintah sudah menyiapkan tenda,” ujarnya.

Selain menyiapkan tenda tempat tinggal, personel TNI dan Polri bahkan sudah siap mengangkut sisa-sisa barang para korban ke tenda penampungan sementara.
“Di tenda darurat  ini juga selain dapur umum, kita siapkan MCK, sarana kesehatan. Ini untuk sementara,” ujarnya.

Posko Kesehatan yang diisi personel Puskesmas Nunukan dan RSUD Nunukan ikut memberikan pelayanan kepada para korban. Dengan 1 dokter dan 2 perawat yang bertugas secara bergantian, Posko Kesehatan dilengkapi satu unit mobil ambulans untuk memudahkan mobilisasi jika ada pasien yang dirujuk ke Puskesmas Nunukan maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

Umboro mengatakan, karena banyaknya korban yang enggan menempati tenda- tenda di Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Sungai Bolong, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga kebingungan menyalurkan bantuan terutama yang berasal dari masyarakat.
“Ada yang mau memberikan susu bayi, sementara kita tidak tahu data bayi yang ada. Kalau mereka mau tinggal di sini, mempermudah kita melakukan pendataan dan nanti mempermudah kita mencarikan solusi dan sebagainya,” ujarnya.

Meskipun sepi pengungsi, Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Sungai Bolong tetap saja memberikan pelayanan. Umboro tak tahu persis, apakah posko akan tetap dibuka hingga dua minggu, sesuai dengan waktu pelaksanaan tanggap darurat yang telah ditetapkan Bupati Nunukan Haji Basri.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang memahami persoalan ini. Apakah tanggap darurat berjalan selama dua minggu atau nanti dihentikan? Nanti dari ketua tim, Asisten I, beliau yang akan menyampaikan, tentunya melaporkan kepada Bupati,” ujarnya. (kaltim.tribunnews 020214)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s