Ini Tiga Opsi Penyelesaian Lahan Eks-Kebakaran Sungai Bolong


kebakaranDireksi PT Inhutani memberikan tiga opsi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan terkait pengalihan status lahan di lokasi bekas kebakaran, Jalan Hasanuddin, RT 09, Sungai Bolong, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

Pada pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (11/2/2014), kepada Tim Pemkab Nunukan, direksi menawarkan penyelesaian dengan jalan pengalihan aset melalui penjualan dengan harga mengikuti nilai jual objek pajak (NJOP), harga pasar dan harga sosial.
Pada pertemuan itu, Tim Pemkab Nunukan terdiri dari Bupati Nunukan Haji Basri, Sekretaris Kabupaten Nunukan Tommy Harun dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Nunukan Ilham Zein.

Sementara Direksi PT Inhutani diwakili Direktur Utama Hardjo Gunawan, Direktur PT Inhutani I Pudja Satata dan General Manejer PT Inhutani Wilayah Tarakan Hamdani.
“Di situ tercapai kesefahaman bahwa Inhutani welcome kepada Pemkab Nunukan untuk mengupayakan alih status tanah itu,” ujar Ilham Zein, Kamis (13/2/2014).
Untuk pengambilalihan lahan dimaksud, jika mengikuti harga NJOP tentu penyelesaiannya antara pemerintah dengan pemerintah.
Sementara jika mengikuti harga pasar mesti melalui Tim Apresial atau penaksir harga tanah.
“Pengalihan ini kan ada Tim Apresial, penaksir harga yang melibatkan Badan Pertanahan, BUMN, BPK, BPKP, mungkin Kejaksaan juga. Jadi banyak nanti yang terlibat untuk menaksir harga yang layak itu,” ujarnya.

Sementara alternatif lain harga sosial juga dimungkinkan, karena status tanah di wilayah tersebut merupakan lokasi bekas kebakaran.
Ilham mengatakan, pada pertemuan itu PT Inhutani juga membeberkan sejumlah asetnya di Kabupaten Nunukan yang hendak dialihfungsikan.
Dijelaskan, memang Hak Guna Usaha (HGU) PT Inhutani atas sejumlah lahan di Pulau Nunukan sudah berakhir sejak 2009. Hanya saja, lahan tersebut tidak secara otomatis bisa diambil alih Pemerintah Kabupaten Nunukan.

“Berbeda dengan perusahaan-perusahaan swasta. Karena PT Inhutani adalah BUMN, artinya pemerintah juga, jadi begitu habis ada proses. Aset yang mereka alihkan atau hapus ada prosedur. Prosedurnya aturan. Kalau mereka langgar ini, mereka juga yang kena,” ujarnya.
Sehingga, kata Ilham, Pemkab Nunukan maupun PT Inhutani sudah menekankan tidak akan melanggar aturan dalam proses pengalihan status tanah tersebut.

“Yang terutama, bagaimana supaya terlaksana ini program masing-masing,” ujarnya.
Ilham mengatakan, pada pertemuan itu Bupati Nunukan sudah membeberkan agar PT Inhutani mau membantu Pemkab Nunukan, terutama warga di daerah ini agar bisa memperoleh lahan dimaksud melalui salah satu opsi yang sudah ditawarkan.
Sejauh ini, Pemkab Nunukan memikirkan untuk membeli lahan eks-kebakaran dimaksud.

Dengan hitung-hitungan kemampuan anggaran, jika lahan tersebut telah dibeli, selanjutnya Pemkab Nunukan akan membangun kembali lokasi itu sesuai tata ruang. Tentunya akan dibangun sejumlah fasilitas umum dan pembangunan rumah secara seragam.
“Dan itu akan diberikan Pemda kepada masyarakat di situ. Diberikan cuma-cuma, dihibahkan,” ujarnya.
Untuk memperoleh kepastian kepemilikan lahan dimaksud, warga diminta untuk lebih bersabar.

“Itu prosesnya ada tim dan pembicaraan lebih lanjut. Dan itu melibatkan Menteri. Itu akan kita lakukan terus. Nanti ada tim terpadu kita, untuk lebih lanjut menyelesaikan persoalan itu,” ujarnya.
Untuk langkah cepat yang dilakukan Pemkab Nunukan, agar lahan tersebut bisa secepatnya dimanfaatkan, akan dibuatkan surat permohonan pinjam pakai lahan yang ditujukan kepada PT Inhutani.

“Karena itulah yang bisa diproses dalam waktu dua tiga hari. Kalau status pinjam pakai itu cuma direksi saja. Langkahnya sudah bagus, Pak Bupati mau menyelesaikan persoalan ini secepatnya,” ujarnya. (kaltim.tribunnew 130214)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s