Perlu Kearifan Lokal Untuk Barang Malaysia


Tak dapat dipungkiri keberadaan barang-barang Malaysia di Nunukan selama ini sangat dibutuhkan masyarakat.
Terlepas dari cara masuk dari Tawau ke Nunukan yang dilakukan pedagang secara illegal atau masuk secara legal berdasarkan peraturan yang ada.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Nunukan, Samuel Parrangan mengatakan, keberadaan barang Malaysia itu perlu kebijaksanaan dan kearifan lokal bagi seluruh pihak yang ada di Nunukan. “Jadi saya secara pribadi mendukung apa yang dilakukan, bahkan yang dikatakan dari angkatan (TNI) bahwa pedagang-pedagang itu adalah pahlawan. Mereka memberikan kehidupan buat masyarakat kita,” katanya dalam coffe morning di Kantor Bea Cukai, Rabu (12/2) kemarin.

Pihaknya tidak berkomentar banyak atas tangkapan Satgas Pamtas Yonif 100/Raider yang menangkap 220 kotak minyak goreng Malaysia di Sebatik beberapa waktu lalu.
“Kasihan juga memang masyarakat kita ini, dibilang illegal ngak juga, dibilang legal ngak juga, tapi kan mereka itu ya pandai-pandai lah,” ujar Samuel.

Menurut Samuel, kearifan lokal diperlukan mengingat kebutuhan masyarakat Nunukan atas barang-barang Malaysia masih relatif tinggi. “Nanti hasil rapat ini saya akan sampaikan kepada Pak Bupati, nanti kita terbitkan MoU, yang intinya bisa mendukung pedagang-pedagang kita,” ujarnya.
Tangkapan minyak goreng Malaysia itu, diduga dibeli oleh pedagang pengumpul dari toko-toko atau masyarakat Sebatik yang menjual.

Minyak Malaysia itu dibeli masyarakat yang biasa melintas batas dari Sebatik ke Tawau dengan dasar perjanjian perdagangan lintas batas yang membatasi sebesar 600 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp2 juta lebih.
“Ini PR dari Disperindagkop, kami akan berdiskusi dengan Bea Cukai, nanti mungkin kita terbitkan Perda lah yang bisa mendukung, misalkan dibuatkan rekomendasi dari Disperindagkop kepada pedagang, nanti dia bawa barang dari Tawau ke Nunukan, ya tidak ditangkap,” ujarnya.Kecuali, lanjutnya, barang-barang Malaysia itu akan dibawa kedaerah lain diluar Nunukan.
“Kalau itu keluar dari Nunukan, nah itu yang kita proses secara hukum, tapi kalau masih diwilayah Nunukan ya kita support saja, itu yang kita harapkan,” ujarnya. (korankaltim.com 120214)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s