Bupati Nunukan Kembali Mengajak Aparat Tutup Mata


BupatiDi tengah gencarnya kegiatan aparat TNI dan Polri merazia barang-barang illegal asal Malaysia, Bupati Nunukan Haji Basri justru mengajak aparat di perbatasan Republik Indonesia- Malaysia di Kabupaten Nunukan, tutup mata terhadap penyelundupan. Ajakan ini sudah berkali-kali disampaikan Basri pada sejumlah kesempatan bertemu aparat TNI dan Polri.

Basri beralasan, di perbatasan negara banyak hal-hal yang memang semestinya tidak terjadi. Kondisi ini berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia.
“Memang perbatasan kondisinya seperti itu. Kita kadang-kadang aparat harus tutup mata. Bukan pembiaran yah. Kalau pembiaran itu kesalahan.  Tutup mata dalam arti kearifan lokal. Kita tahu di sini sembilan bahan pokok hampir sebagian besar dari Malaysia. BBM mungkin,” ujarnya, Senin (17/2/2014), saat menyampaikan arahan usai upacara bendera bersama aparat TNI dan Polri, di Markas Komando Satuan Tugas Pangamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 100/Raider.
Pertemuan itu dihadiri Kapolres Nunukan AKBP Robert Silindur Pangaribuan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Bayu Trikuncoro, Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 100/Raider Letkol Inf Safta Feryansyah, Ketua Pengadilan Negeri Nunukan Haji Adeng Abdul Kohor, Kasdim 0911 Nunukan Mayor Inf Kadir, Danki Brimob Nunukan Iptu Anton Saman.
Basri mengatakan, tak bisa dipungkiri kegiatan penyelundupan seperti ini sudah menjadi hal yang turun tumurun di perbatasan negara. “Baik Kabupaten Nunukan dengan Sabah, sampai dengan Serawak sana. NTT dengan Timor Leste, Papua dan PNG. Di  mana air lebih tinggi mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tinggal dituntut dari kita semua kearifan. Karena kita juga bagian dari dalamnya,” ujarnya.
Namun ia menegaskan, tidak semua yang berasal dari Malaysia bisa ditolerir. “Misalnya narkoba, traficking (perdagangan manusia), terus alat peledak, terorisme. Itu tidak ada kata lain, itu harus kita jaga betul,” ujarnya.
Basri menekankan, secara kedinasan memang aparat TNI dan Polri tunduk dibawah komandan satuan masing-masing. “Tetapi secara kewarganegaraan, anda berada di Nunukan berarti dibawah komando saya. Dalam arti dibawah kewargaan saya terutama yang ber-KTP Nunukan. Walaupun berstatus TNI dan Polri otomatis warga Nunukan,” ujar mantan Komandan Kodim 0911/Nunukan ini. (kaltim.tribunnews.com 170214)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s