Minimnya Infrastruktur Perbatasan Penyebab Penyelundupan Narkoba


NARKOBAMinimnya infrastruktur menurut pengamat Hukum dan Politik Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur, Herdiansyah Hamzah, SH. LL.M, menjadi penyebab rawannya penyelundupan narkoba di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kurangnya perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan menjadi salah satu penyebab rawannya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia,” ungkap Herdiansyah Hamzah, kepada Antara, Sabtu.

Pada 21-22 Oktober 2013, prajurit TNI AD Yonif 141 Kodam II Sriwijaya yang melakukan pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan, berhasil menyita 7,95 kilogram sabu itu bernilai lebih dari Rp 10 miliar yang masuk melalui Pulau Sebatik.

Namun, pada pengungkapan penyelundupan 7,95 kilogram sabu dari Tawau, melalui Pulau Sebatik itu, tidak satupun orang sebagai pemilik yang diamankan.

Kemudian, pada 26 Desember 2013 personel TNI dari Yonif 613/Raja Alam Tarakan juga berhasil mengungkap penyelundukan 11 gram sabu dari Malaysia dan juga mengamankan 11 orang diduga sebagai bandar dan pengedar narkoba.

Pengungkapan sabu-sabu dari Malaysia kembali dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kaltim pada Selasa (18/2).

Selain menangkap empat orang, salah satunya diduga sebagai bandar besar, BNN juga menyita empat kilogram sabu senilai Rp7 miliar dari Tawau.

“Dari serangkaian pengungkapan narkoba dari Malaysia itu menunjukkan kalau wilayah perbatasan menjadi salah satu surga pintu masuk peredaran narkoba internasional,” kata Herdiansyah Hamzah.

Selama ini menurut adosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman tersebut, penanganan berbagai kasus yang melibatkan dua negara (Indonesia-Malaysia) hanya bersifat monumental.

“Ketika ada kasus baru kita ribut tetapi saat tidak terjadi apa-apa pemerintah terkesan hanya diam, seperti pada kasus TKI. Begitupula dengan masalah narkoba, padahal itu sudah diatur melalui hukum internasional namun pemerintah hanya melakukan penanganan secara insindentil saat terjadi kasus narkoba,” ujar Herdiannsyah Hamzah.

Mestinya lanjut dia, pemerintah harus lebih memperhatikan infrastruktur perbatasan untuk meminimalisir wilayah itu dijadikan sebagai pintu masuk perdagangan narkoba.

Kesejahteraan personel, baik TNI maupun Polri kata Herdiansyah Hamzah harus menjadi perhatian pemerintah.

“Kesenjangan kesejahteraan antara personel pengamanan perbatasan dengan pihak Malaysia sangat jauh sehingga pemerintah harus menanggung konsekuensi untuk meningkatkan anggaran personel yang bertugas di wilayah perbatasan,” katanya.

“Intinya, jika ingin meminimalisir jalur perbatasan dijadikan pintu masuk narkoba, pemerintah harus serius membangun wilayah perbatasan serta meningkatkan kesejahteraan personel, baik TNI maupun Polri,” ungkap Herdiansyah Hamzah.

Sumber: analisadaily.com 23 Feb 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s