Simpan Sabu di Celana Dalam, Siswi Ini Terancam Tak Bisa UN


ilustrasi-narkoba

Ilustrasi

Kedapatan menyimpan sabu di celana dalam, S (17), seorang siswi SMA di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir nasional.

Kasubag Humas Kepolisian Resor Nunukan, Aipda M Karyadi mengatakan, sabu-sabu seberat 1,19 gram ditemukan di balik dalaman S saat ditangkap anggota Reskrim Kepolisian Sektor Sebatik.

“Barang bukti disembunyikan di pakaian dalam si S ini saat ditangkap Rabu (26/2/2014) kemarin. Sekarang S dilimpahkan ke Kepolisian Resor Nunukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sangat disayangkan karena S ini baru berumu 17 tahun dan pelajar kelas tiga yang mau menghadapi UN,” jelas M Karyadi, Selasa (4/03/2014).

Karena S merupakan pelajar sekolah yang akan mengikuti ujian akhir nasional, pihak Polres Nunukan akan memberikan kelonggaran agar S bisa kembali mengikuti pelajaran di sekolahnya jika ada jaminan dari pihak sekolah.

“Sebetulnya pihak kepolisian bisa memberikan kelonggaran pelaku tersebut apabila pihak sekolah ada yang menjamin, diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran kembali mengingat S ini akan mengikuti ujian akhir nasional. Tapi sampai saat ini belum ada pihak sekolah yang meminta ke kepolisian. Kalau orangtuanya berharap agar anaknya bisa ikut ujian,” jelas M Karyadi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Kepolisian Resor Nunukan akan menjerat S dengan Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal empat tahun penjara.

“Narkotika ini merupakan Undang-undang lekspesialis, walaupun statusnya dia masih di bawah umur, mungkin nanti dari pengadilan akan mempertimbangkan mengenai hukumannya, maka sepertiga dari hukuman umum kita serahkan kepada kejaksaan dan pengadilan,” katanya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak KPA Kabupaten Nunukan mengaku akan berupaya agar S bisa mengikuti ujian akhir sekolah.

“Kita akan upayakan supaya S bisa mengikuti ujian akhir nasional. Jangan sampai S sudah tertimpa masalah ini malah dikeluarkan dari sekolah. Seburuk-buruknya, dia bisa mengikuti ujian di Kepolisian Resor Nunukan. Masa depan dia masih panjang,” jelas Fajar Arsidana, Ketua KPA Kabupaten Nunukan. (regional.kompas.com 04032014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s