Raih Prestasi, Pelatih Kempo di Nunukan Bersyukur Sekaligus Kecewa


Ismail dan atlet kempo Nunukan.

Ismail dan atlet kempo Nunukan.

Kontingen Kabupaten Nunukan berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu pada Kejuaraan Provinsi Kempo Kalimantan TImur 2014. Pelatih Kempo Nunukan, Ismail melaporkan, 2 medali yang berhasil diraih Kontingen Kabupaten Nunukan dipersembahkan masing-masing Ismed Saemal yang meraih emas pada nomor Randori Putra kelas 51-54 kilogram. Dan medali perunggu yang juga disumbangkan Ismed  berpasangan dengan Vallen pada nomor Embu Berpasangan Tingkat Kyu II Remaja Junior.

Pada Kejurprov Kempo Kalimantan Timur 2013 lalu di Melak, Kabupaten Kutai Barat, kedua khensi ini juga menorehkan pretasi gemilang dengan meraih medali emas pada nomor mereka masing-masing, termasuk medali emas di nomor Embu Berpasangan.

Ismed tak lain adalah adik kandung Isna Suryani, atlet Kempo yang sudah dua kali mewakili Indonesia pada ajang Sea Games.

Kejuaraan Provinsi Kempo Kalimantan Timur 2014, yang berlangsung di Ruang Serbaguna Universitas 17 Agustus  Samarinda, masih diikuti daerah-daerah yang telah tergabung di Provinsi Kalimantan Utara termasuk Kabupaten Nunukan.

Terhadap prestasi dimaksud, Ismail yang juga ayah Ismed dan Isna Suryani mengaku bersyukur sekaligus kecewa. Di satu sisi ia bersyukur karena raihan prestasi ini membuktikan jika regenerasi pembinaan atlet Kempo di Nunukan tetap terbina dengan baik, setelah Isna Suryani.

Disisi lainnya, Ismail sangat kecewa karena sebenarnya banyak khensi lain yang telah dipersiapkan mengikuti Kejurprov Kempo Kaltim 2014 ini. Namun mereka gagal ikutserta karena terbentur persoalan anggaran.

“Sebelum berangkat saya sudah komunikasikan dengan pihak KONI Nunukan melalui saudara sekretaris umum. Namun justru mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan dengan alasan anggaran belum jelas,” ujarnya.

Ia menilai, persiapan yang sudah dilakukan para atlet di Gelanggang Olahraga (GOR) Sungai Sembilang Nunukan menjadi sia-sia, karena sebagian besar mereka tidak ikut berangkat.

“Kalau mau bukti keseriusan kami berlatih, silahkan tanya pada tim monitoring yang konon ada dibentuk KONI.  Anehnya terdengar kabar ada cabang olahraga yang sudah dipanggil untuk menandatangani persetujuan besaran pagu anggaran mereka. Kenapa memilah-milah cabor?” ujarnya.

Ia tak bisa berkata banyak, karena kekecewaan para atlet muda yang tidak bisa berangkat membela nama Kabupaten Nunukan. Padahal mereka sudah berlatih dengan serius.

“Asal tahu saja,  Ismed dan Vallen beruntung kebetulan berposisi di Samarinda karena bersekolah di SKOI dan tidak berangkat dari Nunukan. Saya sendiri sebagai pelatih berangkat dalam kapasitas sebagai wasit pertandingan yang hanya menerima honor pertandingan dari Pengda Perkemi Kaltim. Sama sekali tidak ada dari KONI Nunukan,” ujarnya.

Ismail berharap, dengan kejadian seperti ini ada upaya nyata pembenahan total Kepengurusan KONI Kabupaten Nunukan. Sehingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan tetap menjalankan amanah masyarakat olahraga Kabupaten Nunukan.

“Bukan untuk kepentingan pribadi. Seperti yang terjadi pada pelaksanaan PORKAB V lalu, yang sarat dengan kepentingan bisnis oknum-oknum tertentu ditubuh kepengurusan KONI Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Sumber: kaltim.tribunnews.com 10 Maret 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s