Bangun Rumah, Korban Eks Kebakaran Harus Siap Dibongkar Lagi


kebakaranSetelah persoalan pinjam pakai lahan PT Inhutani Persero tuntas, Pemerintah Kabupaten Nunukan akan mengajukan proposal kepada Kementerian Perumahan Rakyat, untuk membangun perumahan bagi korban kebakaran di Jalan Hasanuddin, RT 09, Sungai Bolong, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.

“Proposal kan sudah jadi. Jadi nanti surat pinjam pakai itu yang menemani saat dibawa ke kementerian ketika kita minta bantuan. Nanti dibangunkan seragam, nanti dibuat sedemikian rupa, didisain. Sehingga kalau ada satu kejadian lagi, mobilisasi penanganan gampang,” ujar Ilham Zein, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Nunukan.

Ilham mengatakan, dengan dibangunnya perumahan di kawasan itu nantinya, korban eks kebakaran yang telah mendirikan rumah di atas lahan tersebut harus siap membongkar rumahnya.

“Kemungkinan besar seperti itu. Tetapi masyarakat sudah kita sosialisasi berapa kali, mereka tidak ada masalah kok. Waktu di Kantor Bupati, kalau ada begitu kami akan bongkar lagi. Ada semua saya rekam kok,” ujarnya.

Ilham mengatakan, saat ini Tim Fasilitator Pemkab Nunukan yang diketuai Asisten Tata Pemerintahan Abidin Tajang telah bekerja sesuai perintah Bupati Nunukan Basri. Tim Fasilitator diharapkan bisa membebaskan lahan untuk masyarakat korban kebakaran, dengan harga murah dan proses yang sederhana. Tim juga mengurus izin pinjam pakai lahan, yang akan digunakan sambil menunggu proses pelepasan aset PT Inhutani kepada masyarakat.

“Itu tadi kami selalu monitor. Malah kemarin setelah draf itu kan, kami bicarakan lagi. Itu kami kirim lagi. Itu belum ada jawaban,” ujarnya.

Pihaknya telah menerima surat elektronik dari manajemen PT Inhutani Persero yang memberikan informasi jika tim dari Jakarta akan datang ke Nunukan.

“Mereka akan melihat fakta di lapangan. Setelah itu, nanti ada timnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini bagian Legal Drafting PT Inhutani Persero akan ke Tarakan dan Nunukan. Direncanakan kedatangan mereka sekaligus membawa draf yang telah disiapkan.

“Draf itu sudah jadi sekalian dia mau melihat. Setelah itu tandatangan Pak Bupati, kalau sudah oke nanti akan kita bicarakan lagi. Ganti rugi itu seperti apa? Nilainya berapa?  Insya Allah tahun ini harus selesai masalah itu,” ujarnya.

Sebelumnya  Direksi PT Inhutani memberikan tiga opsi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan terkait pengalihan status lahan di lokasi bekas kebakaran Sungai Bolong.  Direksi menawarkan penyelesaian dengan jalan pengalihan aset melalui penjualan dengan harga mengikuti nilai jual objek pajak (NJOP), harga pasar dan harga sosial.

Sementara itu, terkait dengan keterlambatan penyaluran bantuan uang tunai kepada para korban kebakaran, Ilham mengatakan, Bupati telah meminta agar persoalan korban eks-kebakaran diselesaikan secara tuntas.

“Kalau kami langsung membagikan satu hari selesai. Tetapi kemudian ada jual beli itu, bisa saja mereka tidak siap. Makanya kami atur. Jadi begitu mereka dapat dana, begitu ada tim datang, sudah oke, dinilai, mereka lebih cepat,” ujarnya.

Jika pembagian dana dilakukan jauh hari yang lalu, dikhawatirkan uang yang dibagikan telah habis duluan sebelum proses transaksi jual beli tanah berlangsung.

“Kalau jedanya jauh, habis duluan nanti. Kebutuhan masyarakat kan besar, kita tidak tahu. Takutnya kalau kita bagikan duluan, ada transaksi jual beli mereka tidak siap, terhambat lagi,” ujarnya.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 2 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s