Warga Pedalaman di Nunukan Berharap Kesempatan Kuliah di Jawa


Siswa SMA NunukanWarga di pedalaman Kabupaten Nunukan berharap mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa. Lumbis S.Sos, salah seorang tokoh pemuda di Kecamatan Lumbis Ogong mengatakan, warga pedalaman berkeinginan menempuh pendidikan tinggi seperti di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta agar bisa memperoleh pendidikan yang setara dengan warga di Pulau Jawa.

“Kenyataannya pendidikan di Kalimantan Utara, di perbatasan tidak sebanding dengan di Jawa. Solusinya satu-satunya mengirimkan anak muda potensial ke universitas terbaik di Indonesia. Kenyataannya memang jauh sekali antara pelajar yang ada di Pulau Jawa dengan kita. Persoalannya masalah fasilitas pendidikan,” ujarnya.

Untuk bisa menempuh pendidikan di Pulau Jawa seperti UGM, bukanlah persoalan yang mudah. “Kita tahu peraturan, standarisasi UGM sangat sulit. Kalau anak-anak perbatasan untuk bersaing di UGM kemungkinan kecil bisa masuk. Karena itu ada kebijakan khusus. Terutama Pemerintah Kabupaten Nunuakn dengan UGM atau universitas terbaik mengakomodir anak-anak Nunukan, kalau mau menyetarakan anak di sini dengan di Jawa,” ujarnya.

Ia berharap, keinginan ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan. “Untuk hal ini kita harapkan Pemda terlibat mendorong kerjasama dengan UGM. Dengan catatan Pemda menjaring yang betul-betul dari perbatasan,” ujarnya.

Besarnya keinginan warga pedalaman untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa juga terlihat saat digelarnya “Diskusi Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Pemersatu Bangsa” yang dilaksanakan  Pemuda Penjaga Perbatasan RI bekerjasama dengan Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada, Kamis (22/5/2014) di Hotel Firdaus, Kecamatan Nunukan.

Prof Dr Sudjito SH MSi yang menjadi pemateri dari Pusat Studi Pancasila UGM oleh sejumlah peserta diskusi diminta memperjuangkan agar UGM memberikan kebijakan khusus kepada lulusan SMA dari pedalaman untuk menempuh pendidikan di sana.

“Saya sangat terenyuh, tersentuh begitu ada keinginan yang mulia, yang luhur untuk meningkatkan harkat dan martabat dan derajat pendidikan dengan menyebut UGM menjadi bapak asuh. Ini sangat menyentuh,” ujarnya usai acara itu.

Ia menanggapi positif permintaan tersebut. Tentunya secara prosedural perlu ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan UGM. “Nanti misalnya diikuti dengan KKN tematik di daerah perbatasan,” ujarnya.

Tetapi, tanpa harus ada MoU dan sebuah komitmen formal, “Sebagai sesama bagian bangsa antara UGM dengan daerah perbatasan, sudah barang tentu ikatan emosional tidak pernah luntur kita jalin terus. Sehingga ada atau tidak komitmen formal, kita bantu warga perbatasan. Kita bantu keinginan mereka dalam rangka masuk UGM maupun meningkatkan pendidikan formal dan non formal di perbatasan,” ujarnya.

Terhadap kawasan perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, ia melihat perhatian pemerintah pusat masih sangat minim dan belum optimal. “Dan belum seperti diamanatkan founding fathers kita,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, warga di perbatasan juga hatinya mendua antara cinta tanah air dan juga cinta terhadap kehidupan yang lebih luas agar survive menghadapi perkembangan di negara di sebelahnya, yang jauh lebih cepat memperhatikan warganya. “Ini menjadi kecelakaan bagi bangsa ketika pemerintah tidak memperhatikan bangsanya, justru mereka diperhatikan bangsa lain,” ujarnya.

Ia berjanji akan menyampaikan persoalan yang dihadapi warga di pedalaman Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia, kepada bangsa Indonesia dan pemerintah, agar selalu memperhatikan kebutuhan fisik, ideologis maupun ekonomi masyarakat setempat. “Ini simpel dilakukan tetapi tidak dilakukan.  Misalnya banyak menancapkan tugu Garuda Pancasila, tiang untuk bendera Sang Saka Merah Putih, menggelorakan cinta tanah air melalui lagu kebangsaan dan membenahi pendidikan untuk warga perbatasan. Ini sangat penting dan mudah dilakukan tetapi itu belum dilakukan,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com 22052014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s