Cegah Provokasi, Tujuh Kapal Perang Dikerahkan di Ambalat


Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto (kiri) mengunjungi Pulau Sebatik dalam rangka meninjau pelaksanaan Operasi Garda Wibawa-14.

Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto (kiri) mengunjungi Pulau Sebatik dalam rangka meninjau pelaksanaan Operasi Garda Wibawa-14.

Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur (Danguspurlatim) Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto mengungkapkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tujuh kapal perang di Perairan Karang Unarang, Ambalat. Setiap hari sedikitnya ada tiga kapal perang secara bergantian menjaga kawasan yang berbatasan dengan perairan Malaysia itu.

“Di wilayah perbatasan ini sudah ada kesepahaman (dengan Malaysia) untuk tidak saling memprovokasi. Untuk tidak saling memprovokasi ini kami sudah mengantisipasi dengan mengerahkan tujuh kapal perang,” ujarnya.

Untuk menjaga kawasan dimaksud, pihaknya juga meningkatan alat deteksi dini dari Integrated Maritime Surveillance System (IMSS). Selain itu melaksanakan real time dengan Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Laut (Puskodal) Markas Besar TNI Angkatan Laut.
“Dengan alat komunikasi VVNIP yang ada di Sungai Pancang,” ujarnya.

Saat ini di kawasan Ambalat sedang berlangsung Operasi Garda Wibawa-14. “Yang menjadi fokus operasi kami ini di Ambalat, Karang Unarang. Operasi ini berada dibawah Panglima TNI. Kemudian dia tanggungjawabnya diserahkan Koopsmar Armada Timur dan juga kerjasama  juga dengan Koops Angkatan Udara,” ujarnya.

Operasi Garda Wibawa-14, kata Mintoro, bertujuan untuk menegakkan kedaulatan di laut  khususnya di Perairan Karang Unarang, Ambalat. Kawasan tersebut harus ditegakkan sehingga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak diganggu. Operasi ini sesuai tugas TNI Angkatan Laut yakni menjaga yurisdiksi nasional dan menegakkan hukum di laut.

Pelaksanaan operasi ini bersamaan dengan digelarnya Operasi Benteng Cucut-14 di perbatasan Filipina dan Operasi Cakra Hiu-14 itu wilayah Indonesia bagian timur.

“Separuh wilayah Indonesia kita laksanakan mulai dari laut Jawa sampai ke  timur ke Jayapura dan Merauke. Terakhir kita melaksanakan Operasi Benteng Paus yang berada dengan perbatasan Australia,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan Operasi Garda Wibawa-14, sejak Senin (14/7/2014), Mintoro melakukan peninjauan ke perbatasan Republik Indonesia-Malaysia. Dengan didampingi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Imam Hidayat, Danguspurlatim meninjau Pos TNI AL Sungai Pancang di Pulau Sebatik. Selain mengunjungi pos terdepan yang berhadapan langsung dengan Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia, ia juga mengunjungi Pos Perbatasan Patok Tiga Aji Kuning, Pos Kotis Satgasmar Ambalat Sungai Bajau untuk memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Marinir Satgasmar Ambalat.

Kesempatan kunjungan ini dimanfaatkan untuk bertatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para pejabat daerah di Pulau Sebatik.

Setelah berkunjung ke Pulau Sebatik, Danguspurlatim mengunjungi Pulau Nunukan, ibukota Kabupaten Nunukan. Rombongan yang tiba dengan menumpang KRI Hasan Basri 382 di Dermaga Lalan Nunukan disambut Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani, Kapolres Nunukan AKBP Robert Silindur Pangaribuan,  Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol (Inf) Putra Widiastawa dan Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 100/Raider Letkol Inf Safta Feryansyah serta para prajurit TNI AL di Nunukan.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 15 Juli 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s