Partai Demokrat Nunukan Tolak Revisi UU MD3 yang Disahkan DPR RI


Ruang Sidang DPR RI

Ruang Sidang DPR RI

Partai Demokrat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tidak menerima revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD dan DPD yang baru disahkan DPR RI. Mereka menganggap UU MD3 merugikan pengurus partai di daerah.

Wakil Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Nunukan, Haeruddin Rauf, menilai UU MD3 sangat menggelitik pengurus partai berlambang bintang mercy tersebut karena dianggap orientasinya hanya bagi kepentingan pengurus pusat.

“Pengesahan UU MD3 yang baru itu sangat menggelitik bagi kami di daerah karena sepertinya sarat kepentingan politik pengurus Partai Demokrat di pusat semata,” ujarnya di Nunukan, Senin (15/7/2014).

Ia mengatakan, penetapan jabatan ketua DPR dan DPRD yang otomatis diduduki partai yang memperoleh kursi terbanyak pada pemilihan calon anggota legislatif 2014 sudah sangat mencerminkan aspek keadilan dalam berdemokrasi. Menurutnya, kesepakatan baru anggota DPR RI justru yang menginginkan posisi ketua DPR dan DPRD harus dipilih kembali oleh anggota.

Haeruddin menyatakan, pengurus Partai Demokrat di daerah sangat dirugikan dengan perubahan UU MD3 tersebut yang mana disahkan saat-saat terakhir pelantikan anggota DPR dan DPRD yang baru terpilih sehingga dianggap sebuah kemunduran demokrasi yang selama ini telah berlangsung baik.

“Pertarungan kepentingan politik di pusat seyogyanya jangan mengorbankan calon anggota legislatif yang baru di daerah,” katanya.

Sebenarnya, katanya, pengurus Partai Demokrat di pusat memperhatikan juga kepentingan pengurus di daerah dan tidak semata-mata untuk kepentingan politiknya semata. Ia menegaskan, dengan berubahnya UU MD3 tersebut menandakan sistem negara yang sangat bobrok karena tidak memperhatikan kepentingan seluruh rakyat Indonesia terutama calon anggota legislatif yang baru terpilih.

“Saya sebagai bagian dari Partai Demokrat sangat sedih memperhatikan komitmen teman-teman partai di pusat sana. Karena hanya kepentingan politiknya sendiri yang mungkin tidak legowo menerima kenyataan pada pilpres ini sehingga membuat terobosan yang merugikan pengurus partai di daerah,” ujarnya.

Karena itu, dia sangat mendukung apabila UU MD3 yang baru ini digugat di Mahkamah Konstitusi.

Sumber: metrotvnews.com – 15 Juli 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s