Mantan Kadistamben Nunukan Tetap Dihukum 9 Tahun Penjara


Abdul Azis Muhammadiyah (mengenakan baju biru), Jumat (15/11/2013) di Kantor Kejaksaan Negeri Nunukan setelah pelimpahan tahap II kasus yang menjeratnya.

Abdul Azis Muhammadiyah (mengenakan baju biru), Jumat (15/11/2013) di Kantor Kejaksaan Negeri Nunukan setelah pelimpahan tahap II kasus yang menjeratnya.

Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur tetap menghukum mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan Abdul Azis Muhammadiyah dengan pidana penjara selama sembilan tahun dan denda Rp500 juta atau diganti dengan hukuman dua bulan kurungan jika tidak membayar denda.

Putusan terhadap Azis dalam kasus korupsi gratifikasi dan pencucian uang itu menguatkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Selasa (15/4/2014) lalu.

“Putusan PT menguatkan putusan di Pengadilan Tipikor Samarinda. Kami baru diberitahukan kemarin, tanggal 16 Juli,” ujar Rudi Susanta SH MH,  Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Nunukan, Kamis (17/7/2014).

Rudi belum bisa memastikan langkah-langkah yang akan ditempuh Kejaksaan Negeri Nunukan terkait dengan putusan dimaksud. “Belum.  Kita sementara melaporkan dan menunggu petunjuk dari Kejaksaan Tinggi,” ujarnya.

Sebenarnya putusan terhadap Azis masih lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu pidana penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider kurungan enam bulan. “Tetapi karena saat itu dia banding, kita juga membuat memori banding,” kata Rudi.

Dalam putusannya,  hakim menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sesuai dengan dakwaan primair Pasal 12 (b) Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Abdul Azis juga dinilai telah melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  25/2003 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 tahun 2002  tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Azis terbukti menerima sejumlah uang suap dari pengusaha asal Brunei Darussalam saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nunukan 2006 silam.

Uang itu diterimanya dari pengusaha Haji Ibrahim bin Haji Awang Damit terkait kegiatan Pembangunan Jalan Lintas Batas Negara, Long Midang- Long Bawan- Long Semamu- yang berlokasi di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Dalam kurun waktu pekerjaan dimaksud, Azis menerima uang dari pengusaha asal Brunei Darussalam itu senilai Rp1 miliar. Uang itu ditransfer ke rekening pribadinya secara bertahap pada 22 Februari 2006 senilai Rp500 juta, 29 Seftember 2006 senilai Rp200 juta dan 23 Nopember 2006 senilai Rp300 juta.

Proyek pembangunan jalan dimaksud dimenangkan CV Amalia. Sesuai kontrak, nilai kegiatan mencapai Rp4.378.150.000.  Hanya saja, saat pelaksanaan kegiatan, pemilik perusahaan menguasakan kepada Haji Ibrahim. (kaltim.tribunnews.com – 17072014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s