Makanan Acara Menteri Kesehatan di Nunukan Positif Mengandung Formalin


Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan memastikan, makanan yang hendak disajikan pada acara Tatap Muka dan Dialog dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (26/8/2014)  positif mengandung formalin.

20140828-02_makanan_nunukan_NIKO

Pemeriksa dari Dinas Kesehatan Nunukan, Selasa (26/8/2014) memeriksa sampel daging ayam dari pedagang di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan.

Kandungan formalin sebanyak 0,4 persen ditemukan pada menu ayam kecap dan kandungan formalin sebanyak 0,6 ditemukan pada sambal goreng hati di dalam 150 nasi kotak yang hendak disajikan kepada para tamu acara tersebut.

“Kalau makanan VIP untuk Menteri, aman. Sudah kita periksa negatif formalin,” ujar Puji Lestari, pemeriksa Dinas Kesehatan Nunukan.

Makanan pada acara dimaksud disediakan dua jasa katering. Makanan untuk tamu very important person (VIP), dikerjakan katering milik Ibu As.  Sementara makanan dari jasa katering untuk tamu yang hadir pada acara dimaksud milik Ibu Djim.

Dari informasi yang diperoleh dari pemilik katering, daging ayam dibelinya dari Haji Muje, pedagang ayam di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan.
Sementara hati dibeli dari Haji Tanga, pedagang daging di Jalan Tawakkal. (kaltim.tribunnews.com 26082014)

Makanan Acara Menteri Berformalin, Satpol PP Nunukan Razia Pedagang

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP dan Linmas Nunukan Mukhtar (kanan), Selasa (26/8/2014) mengambil sampel daging ayam dari pedagang di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP dan Linmas Nunukan Mukhtar (kanan), Selasa (26/8/2014) mengambil sampel daging ayam dari pedagang di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Nunukan melakukan razia pedagang ayam dan pedagang daging, di sejumlah tempat di Kecamatan Nunukan, Selasa (26/8/2014).

Razia ini dilakukan setelah ditemukannya daging berformalin pada 150 kotak makanan yang hendak disajikan pada acara Tatap Muka dan Dialog dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (26/8/2014).

Kandungan formalin sebanyak 0,4 persen ditemukan pada menu ayam kecap dan kandungan formalin sebanyak 0,6 ditemukan pada sambel goreng hati. “Kita melakukan razia berbekal informasi yang kita peroleh kalau makanan diacara Menteri Kesehatan mengandung formalin,” ujar Marthen Pandin Manguma, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Nunukan, Selasa (26/8/2014) ditemui di Pasar Pagi.

Mukhtar, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP dan Linmas Nunukan mengatakan, dari pengakuan pemilik katering, daging yang mengandung formalin dibeli dari pedagang di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan. “Dia terindikasi formalin 0,6. Ternyata dia beli daging di Pasar Pagi sini,” kata Mukhtar.

Dia mengatakan, dari razia ini pihaknya mengambil sampel untuk diperiksa di tempat. “Kalau terbukti akan ditindaklanjuti dengan proses hukum. Barangnya juga langsung kita sita,” ujar Marthen, “Kalau terbukti langsung kita sita semuanya dan kita proses hukum. Kalau dibiarkan menjual lagi sama saja meracuni masyarakat.”

Dua petugas pemeriksa dari Dinas Kesehatan Nunukan diturunkan ke Pasar Pagi lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan. Sejumlah sampel daging mulai dari sayap, paha dan dada hingga hati ayam diambil dari setiap pedagang ayam di Pasar Pagi.

Kedua petugas lalu memeriksa sampel-sampel dimaksud. Hasilnya seluruh sampel negatif formalin, termasuk sampel ayam beku yang diambil dari pedagang Haji Muje. Razia lalu dilanjutkan ke kios milik Haji Tanga di Jalan Tawakkal. Sampel hati dan jantung sapi lalu diambil untuk diperiksa petugas yang disiagakan di Pasar Pagi. “Hasilnya untuk sampel hati positif mengandung formalin. Kita sudah lihat sendiri,” kata Marthen. Pihaknya lalu kembali mendatangi kios milik Haji Tanga di Jalan Tawakkal untuk memberitahukan hasil pemeriksaan, sekaligus menyita hati yang positif mengandung formalin. (kaltim.tribunnews.com 26082014)

Formalin Negatif, Razia Daging Ayam Diduga Bocor

Petugas Dinas Kesehatan, Selasa (26/8/2014) mengambil sampel daging ayam di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan.

Petugas Dinas Kesehatan, Selasa (26/8/2014) mengambil sampel daging ayam di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsidah menduga, razia daging ayam berformalin, Selasa (26/8/2014) kemarin bocor.

Hal itu disampaikannya terkait pemeriksaan sampel barang dagangan seluruh pedagang ayam di Pasar Pagi, Kecamatan Nunukan yang hasilnya negatif formalin. Hasil yang sama juga termasuk pada sampel daging ayam milik Haji Muje. Padahal pemilik katering mengaku membeli bahan baku ayam yang diketahui mengandung formalin dari Haji Muje.

“Berdasarkan hasil analisis kami, razia ini sudah terlambat karena sudah diketahui publik. Karena jam 09.00 lewat sudah disampaikan, kita sidak jam 11.30. Jadi sudah bocor razia itu,” ujar Ramsidah.

Seperti diberitakan kemarin, Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Nunukan melakukan razia pedagang ayam dan pedagang daging, di sejumlah tempat di Kecamatan Nunukan. Razia ini dilakukan setelah ditemukannya daging berformalin pada 150 kotak makanan yang hendak disajikan pada acara Tatap Muka dan Dialog dengan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (26/8/2014).

Dia menjelaskan, Joni selaku pengelola makanan acara tersebut, pada pagi itu telah menyampaikan kepada padagang Pasar Pagi mengenai ditemukannya bahan baku ayam yang mengandung formalin. Sehingga sebelum razia, pedagang diduga telah menyembunyikan dagangannya.

Ramsidah mengatakan, dia baru menghubungi Dinas Pertanian dan Peternakan Nunukan serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Nunukan beberapa jam setelah Joni memberikan informasi itu kepada para pedagang di Pasar Pagi.

Beruntung informasi itu tidak sampai ke Haji Tanga, sehingga saat dilakukan razia petugas menemukan hati sapi yang positif mengandung formalin. Sebelumnya, Joni membeli hati sapi di kios milik Haji Tanga di Jalan Tawakkal. Hati sapi yang diolah menjadi sambal goreng hati positif mengandung formalin dengan kadar 0,6.

Bocornya informasi kepada para pedagang bukan baru kali ini saja terjadi.  Setiap akan digelar razia gabungan, informasi sudah seringkali bocor. Padahal, kata dia, bisa dipastikan 30 persen pengelola makanan khususnya di Pulau Nunukan menggunakan daging ayam berformalin.

“Setiap kita menanya dia membeli di mana? Dengan sumber yang mana? Sama. Tetapi ketika kita menyidak selalu hasilnya negatif. Dalam artian hasil sidak kami bocor,” ujarnya.

Dia mengatakan, tidak mungkin ditemukan daging berformalin jika sebelum dilakukan razia informasi itu sudah dipublikasikan.

“Sewaktu-sewaktu kami dari Dinas Kesehatan akan merazia kembali. Sanitarian kami tahu tempat penampungan yang tidak pernah dirazia Satpol PP. Ada banyak tempat yang tidak pernah di razia,” ujarnya.

Ramsidah mengatakan, daging yang positif formalin ternyata diantaranya ada yang didatangkan dari Tawau, Malaysia.

“Informasi dari Haji Tanga, hati sapi yang dia jual itu dibeli di Tawau. Dia tidak tahu ada kandungan formalin,” ujarnya.

Masih ditemukannya daging asal Malaysia yang mengandung formalin disebabkan pula karena Pemerintah Malaysia masih membolehkan penggunaan formalin kadar 0,1. Padahal semakin lama daging dengan kandungan air yang semakin sedikit, membuat kadar formalin bisa meningkat hingga 0,6.

“Mereka boleh 0,1 sementara kita sama sekali tidak boleh,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com 27082014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s