Warga Nunukan Hanya 6 Jam Menikmati Listrik


20140906-pln-cnooc130325bDitargetkan Senin Suplai Gas ke PLTMG Sebaung Normal Kembali

Setelah Bupati Nunukan Basri melakukan kunjungan ke  lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung di Lapangan Sembakung, kini giliran manajemen PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan yang melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Nunukan, pukul 09.00, Jumat (5/9).

Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Tri Sosongko, Field Manager PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan Lapangan Tarakan dan Sembakung ini, rombongan PT Pertamina Tarakan- Sembakung diterima langsung oleh Wakil Bupati Nunukan Asmah Gani.

Tri mengungkapkan,  kunjungan ini untuk silaturahmi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan dan sekaligus memberikan penjelasan tentang permasalahan yang terjadi PLTMG di Sebaung Lapangan Sembakung, sehingga suplai gas Pertamina ke PLN Nunukan tersendat..

Dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Nunukan Asmah Gani, Tri Sosongko menjelaskan, bahwa penyebab suplai gas PT Pertamina ke PTLMG PLN Kabupaten Nunukan tersendat, disebakan compressor mengalami masalah.

“Kami ini mempunyai dua compressor A dan B. Kebetulan compressor A sejak Juni ada masalah dan sudah kami perbaiki. Nah compressor B kebetulan juga pada 1 September malam bermasalah, karena ada air masuk ke dalam mesi sehingga compressor B pun tidak beroperasi,” ungkapnya.

Tri mengatakan, dengan adanya masalah ini pihaknya telah melakukan beberapa upaya. Untuk compressor A telah diperbaiki dan rencananya perbaikannya akan selesai 30 September. Sedangkan compressor B sudah dilakukan usaha untuik mendatangkan langsung barangnya dari Singapura.

“Insyallah besok Sabtu (hari ini,red) barang itu sudah datang dan nantinya akan kami kirim langsung ke Sembakung. Sehingga insyallah Sabtu compressor B bisa beroperasi. Namun untuk pengoperasianya harus dilakukan pelan-pelan, sedikit demi sekit sampai akhirnya normal barulah dioperasikan,” ucapnya.

Mengenai kapan kepastian suplai gas ke PTLMG PLN Kabupaten Nunukan bisa normal kembali kata Tri Sosongko, paling lambat Senin (8/9) bisa normal kembali. “Insyallah Senin bisa normal kembali suplai gas Pertamina ke PTLMG Sembakung,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com 06092014)

Wabup Nunukan Minta Wartawan Sampaikan Masalah Listrik ke Masyarakat

Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani berharap wartawan menyampaikan kepada masyarakat, mengenai persoalan yang menyebabkan terjadinya pemadaman di Kabupaten Nunukan.

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan siap menerima keadaan yang terjadi setelah mendengarkan penjelasan dari PT Pertamina EP maupun dari pihak PT PLN.

“Kita meminta dengan wartawan sampaikan kepada masyarakat, supaya masyarakat tahu permasalahan yang kita hadapi baik dari Pertamina maupun PLN. Kita dari Pemerintah mengharapkan kepada kalian untuk menyampaikan kepada masayarakat,” ujarnya, Jumat (5/9/2014).

Dia berharap masyarakat juga bisa menerima keadaan yang terjadi pada saat ini. Kerusakan peralatan yang berujung pada pemadaman listrik, kata Asmah Gani, bukanlah kemauan.
“Memang ini sudah kerusakan alat. Kita hanya manusia yang bisa berbuat sesuai kemampuan apa yang ada, Tuhan yang bisa menyetujui. Tolong bantu kita,” ujarnya.

Politisi partai Golongan Karya ini mengatakan, persoalan listrik di Pulau Nunukan sangat berkaitan erat antara PT PLN dengan PT Pertamina EP. PT PLN yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung sebagai pengguna gas, sementara PT Pertamina EP sebagai penyuplai gas.

“Mudah-mudahan  PT Pertamina tadi mengatakan akan menyiapkan cadangan, cadangan inilah mudah-mudahan berjalan dengan baik,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com 05092014)

Manager PLN Area Berau: Elektronik Rusak, Silakan Komplain

Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Berau, Chaidar Syaifullah menyilahkan pelanggan untuk menyampaikan komplain, jika merasa ada kerusakan pada elektronik miliknya, akibat pemadaman listrik yang kerap terjadi beberapa bulan terakhir ini di Pulau Nunukan.

“Komplain pelanggan kami terima. Nanti ada dari tim kajian apakah benar dengan mati-matinya ini fatal dengan rusaknya elektronik? Silakan dilaporkan nanti ada kajian, kita juga ada tim ahli. Lapor ke PLN,” ujarnya.

Chaidar mengaku 24 jam berkantor di Kantor PT PLN Rayon Nunukan. “Sementara kantor operasional area di Nunukan, ini untuk menemani teman-teman di sini,” ujarnya.

Soal krisis listrik yang terjadi di Pulau Nunukan, Chaidar menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung saat ini belum bisa beroperasi. Kapan PLTMG Sebaung kembali menyuplai listrik kepada masyarakat? “Tergantung suplai gas dari Pertamina. Kalau memang Senin, berarti Senin. Semua PLTMG di sana, engine kita sudah stand by. Berapapun yang dispulai gas, kita bisa jalan. Walaupun sedikit, satu unit kita bisa jalan,” ujarnya.

Dia berharap, paling lambat Senin Pertamina sudah bisa menyuplai gas sehingga pada hari yang sama PLTMG Sebaung juga beroperasi.

“Sudah melistriki, menggunakan daya ke masyarakat. Artinya kita sudah suplai ke masyarakat,” ujarnya.

Dia memastikan, tidak benar pemadaman akan dilakukan hingga 11 September mendatang. Asalkan kompresor milik PT Pertamina sudah bisa menyuplai gas, PLTMG Sebaung juga akan beroperasi.

Saat ini untuk melayani masyarakat di Pulau Nunukan, PT PLN menggunakan 7 unit mesin yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal. Dengan kemampuan daya hanya 2 megawatt (MW) sementara beban puncak di Pulau Nunukan bisa mencapai 10 MW, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman dengan pola 12 jam padam dan 6 jam hidup.

“Cuma kita berupaya, bagaimana pelanggan umum kita dahulukan. Tetapi kita tidak juga mengeyampingkan pelanggan besar, bisnis dan hotel. Cuma masalahnya karena keterbatasan daya di pembangkit hanya 2 MW, sehingga saat ini mungkin kita membuat pemadamaan secara bergilir,” ujarnya.

Awalnya, kata dia, pemadaman hanya dilakukan selama delapan jam. Saat itu diharapkan pelanggan besar mengoperasikan sendiri genset yang mereka miliki. Namun karena keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), sehingga para pelanggan besar juga mengharapkan listrik dari PT PLN.

“Sehingga dengan beban masuk, pemadaman semakin besar sampai 12 jam. Sehingga kita buat pemadaman secara bergilir,” ujarnya.

Sejak beroperasinya PLTMG Sebaung, PT PLN memutus sewa penggunaan mesin dari pihak ketiga PT Arena Maju Bersama. Harapannya, dengan pemutusan sewa dimaksud bisa dilakukan pengurangan pemakaian BBM.

“Dengan harapan kita bisa dispulai full dari gas, sehingga dengan itu sewa kita hentikan, tidak lagi menggunakan mesin sewa,” ujarnya.

Meskipun tidak lagi menyewa mesin pihak ketiga, PT PLN tetap memiliki mesin di PLTD Sungai Bilal, yang bisa beroperasi maksimal 2 MW.  (kaltim.tribunnews.com 05092014)

Listrik Padam, Pekerjaan Kantor di Nunukan Terbengkalai

20140906_PLN1Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Dokter Andi Akhmad mengakui, pemadaman listrik yang terjadi di Pulau Nunukan beberapa hari terakhir telah menyebabkan pekerjaan kantor menjadi terbengkalai.

“Inilah kita sekarang istilahnya kantor lebih modern. Lebih banyak tergantung teknologi. Kita mau mengetik harus menggunakan laptop dan sebagainya. Sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan akhirnya terbengkalai,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat akan membutuhkan file tertentu, tentu harus menghidupkan perangkat elektronik yang menggunakan listrik.
“Begitu mau dibuka agak tersendat,” kata Andi Akhmad.

Agar pekerjaan masih bisa dijalankan, pihaknya menyiasati dengan membeli bensin sebanyak 20 liter untuk menghidupkan genset.
“Cuma beberapa jam saja habis. Itu kan sangat menghambat. Memang listrik ini sebenarnya vital,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com 05092014)

Warga Nunukan Hanya 6 Jam Menikmati Listrik

Warga di Pulau Nunukan saat ini hanya bisa menikmati listrik selama enam jam. Selanjutnya selama 12 jam, listrik padam. Sejumlah warga bahkan melaporkan, aliran listrik hanya sempat dinikmati selama empat jam, berbeda dari jadwal yang dikeluarkan PT PLN Persero Nunukan.

Supervisor Pelayanan PT PLN Rayon Nunukan, Barel Adiantoro, mengatakan, pada jadwal pertama sejak Selasa (2/9/2014), pemadaman dilakukan selama 8 jam selanjutnya 8 jam listrik kembali dialirkan. “Sekarang 6 jam nyala, 12 jam mati. Setelah itu nyala lagi,” katanya.

Jadwal pemadaman yang dibuat untuk 2-11 September, pemadaman listrik dibagi menjadi dua zoa. Saat zoa A padam pada pukul 07.00-15.00, pada saat yang sama pemukiman yang masuk pada zoa B mendapatkan aliran listrik. Jadwal pemadaman dan penyaluran listrik selanjutnya pada pukul 15.00-23.00 dan pada pukul 23.00-07.00.

Manajer PT PLN Rayon Nunukan, Uris Madan mengatakan, jika semula pihaknya hanya membagi dua zona pemadaman, saat ini pemadaman dibagi menjadi tiga zona.

Awalnya, kata dia, listrik yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal hanya disalurkan kepada pelanggan umum kecil dengan konsep 8 jam padam, 8 jam teraliri listrik. Harapannya saat itu, PT PLN terbantu pemilik hotel dan pelanggan besar lainnya yang mengoperasikan genset sendiri.

“Itu berlaku sejak tanggal 1 sampai tanggal 2,” jelasnya. Belakangan karena keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) di Nunukan, PT PLN justru menerima komplain dari pelanggan besar yang mengaku kehabisan stok BBM.

“Dengan kondisi ini, menjadi masalah baru lagi. Akhirnya saya mengambil kebijakan, semua pelanggan yang besar dan kecil kita samaratakan jadwalnya. Karena awalnya konsepnya 8 jam nyala dan 8 jam mati dibantu teman-teman yang punya genset. Tapi tidak bisa,”  PDAM juga butuh dan kami tidak membedakan mana pelanggan besar dan kecil, kami samaratakan,” ujarnya.

Ia memastikan, jadwal pemadaman ini akan berlangsung hingga kompresor milik PT Pertamina bisa kembali menyuplai gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung.

Pemadaman listrik secara total kembali terjadi di Pulau Nunukan pada Selasa (2/9/2014) sejak pukul 24.00 hingga pukul 08.00. Setelah itu PLN mengalirkan listrik secara bergiliran dengan mengandalkan listrik kapasitas 2 megawatt (MW) dari PLTD Sungai Bilal. Beban puncak di Pulau Nunukan mencapai sekitar 10 MW.

Pemadaman total ini terjadi akibat tidak beroperasinya PLTMG Sebaung. PTLMG Sebaung hanya didukung dua unit kompresor. Dengan kerusakan pada kompresor Unit B, PLTMG Sebaung sama sekali tidak bisa beroperasi. Kompresor Unit A telah mengalami kerusakan sebelum Idul Fitri, dan hingga kini belum bisa diperbaiki karena harus menunggu material dari luar negeri.

Sejak kerusakan pada komproser Unit A, kompresor Unit B hanya mampu menyuplai beban ke PLTMG Sebaung sekitar 6,5 MW. Dengan dibantu daya dari PLTD Sungai Bilal sebesar 2 MW, kebutuhan listrik di Pulau Nunukan masih tercukupi sehingga tidak terjadi pemadaman. Namun, belum sempat kompresor Unit A diperbaiki, sejak Senin malam kompresor Unit B juga mengalami kerusakan.

Daya listrik dari PLTMG Sebaung disalurkan ke Pulau Nunukan melalui kabel listrik bawah laut dan jaringan SUTEM 20 kpa sepanjang 15 kilometer. Sementara dari Pulau Nunukan menuju Pulau Sebatik terpasang kabel jaringan SUTEM dan kabel bawah laut sepanjang 3,5 kilometer. Proyek tersebut merupakan investasi PT PLN Persero senilai sekitar Rp 200 miliar. Dalam keadaan normal PLTMG Sebaung bisa menyuplai daya hingga 8 MW untuk kebutuhan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. (kaltim.tribunnews.com 04092014)

Pejabat PLN dan Pertamina Jadi Sasaran Kemarahan Bupati Nunukan

Bupati Nunukan, Basri

Bupati Nunukan, Basri

Bupati Nunukan Basri meluapkan kemarahannya kepada pejabat PT PLN Rayon Nunukan dan PT Pertamina EP Tarakan, Rabu (3/9/2014). Kemarahan Basri memuncak karena di saat melakukan dialog ketika berkunjung ke lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung, Manejer PT PLN Rayon Nunukan, Uris Madan dan Kepala Operasi Produksi SBK Field Group Leader EP Asset-5 Tarakan Field Sembakung Area, Edwin Susanto justru terkesan saling membela diri terhadap krisis listrik yang terjadi beberapa bulan ini di Pulau Nunukan.

“Jadi kalau saya memvonis anda berdua antara Pertamina dan PLN yang tidak profesional. Kalau bahasa daerahnya bodoh. Itu saja, saya meminta penjelasan,” kata Basri dihadapan para pejabat PLN, Pertamina, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan Hanafiah, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Nunukan Ilham Zain, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Distamben Nunukan Yosua Batara Payangan, Ketua LSM Bersatu Mandiri Syafarudin Thalib, Ketua LSM Panjiku Mansyur Rincing serta sejumlah wartawan yang hadir pada pertemuan itu.

Bupati Nunukan sangat marah, karena persoalan teknis yang harusnya bisa diselesaikan di lapangan justru terkesan dibuat berbelit-beli dengan urusan birokrasi antara PT PLN dengan PT Pertamina EP. Semestinya, kata Basri, kedua pihak terus saling berkoordinasi. Bukan harus dengan surat menyurat dari Nunukan ke Jakarta. Persoalan teknis cukup diselesaikan di lapangan, tanpa harus melalui birokrasi yang panjang.

“Jadi kalau sudah begini kan, jadi kita di Nunukan menikmati jelek karena gara-gara orang dua ini tidak klop, saling menyalahkan. Makanya saya tanya, saya undang ke kantor saya. Jangan hanya butuh baru ketempat saya. Sekarang saya yang butuh anda, datang ke saya, saya tunggu,” kata Basri, “Jangankan anda, direktur paling atas di Jakarta kudatangi. Kalau perlu Direktur Pertamina dipusat bisa kumaki-maki juga. Jangankan anda, Kecil kalau anda itu. Ini wartawan dicatat, berarti yang tidak beres ini orang dua ini.”

Bupati mengingatkan kedua pihak, jika krisis listrik sudah terjadi beberapa bulan ini. Dengan berdialog bersama para pejabat PLN dan Pertamina sekaligus meninjau PLTMG Sebaung, setidaknya bisa ditemukan permasalahan sekaligus dicarikan solusinya. “Menurut bapak di sini mengirim terus, nyatanya tidak sampai ke Nunukan. Apa mengalir ke tempat lain listriknya? Masalah teknis urusan Bapak, kalau tidak sanggup, tidak profesional jangan mau di sini. Dirugikan orang banyak. Tinggalkan tempat ini sebelum dimassa. Tahu dimassa? Dikeroyok. Kalau dikeroyok bapak jadi apa? Jadi tempe nanti,” ujarnya.

Basri mengatakan, masyarakat menuntut haknya mendapatkan listrik karena membeli dari PT PLN. “Anda enak-enakan di sini, masih bisa menikmati lisitrik dan segala macam. Kalau kita di sana dimaki-maki masyarakat,” ujarnya.

Jika karena persoalan listrik ini masyarakat melakukan demonstrasi, Basri mengancam akan mengarahkan massa untuk menuntut PT PLN dan Pertamina. “Ini yang datang masih Bupati, masih lumayan. Nanti kalau masyarakat datang ke sini? Saya yakin bapak tidak bisa membendung. Jangan sampai nanti bapak diikat, ditenggelamkan di laut sana. Dan itu pasti terjadi kalau memang begini terus. Kalau tidak percaya lihat buktiya Tarakan kan pernah didemo. Jadi anda tidak boleh main-main karena masalah listrik ini menyangkut orang banyak,” ujarnya.

Persoalan listrik ini menurutnya sudah sangat urgen. Dia mengingatkan, jika persoalan ini terus berlarut-larut tanpa ada penyelesaiannya, masyarakat bisa menjadi tidak sabar. “Kalau smpai hari Jumat ,bapak tinggalkan tempat dulu daripda didatangi di sini. Ini saya pikirkan keselamatan Bapak saja. Kalau masih lama, lebih baik cepat-cepat tingglkan tempat di sini. Daripada datang ramai-ramai satu kampung ke sini bapak dicari,” ujarnya.

Menurutnya masyarakat sudah tidak sanggup menunggu. Karena desakan masyarakat juga, Basri yang mengaku dalam kondisi kurang sehat harus mendatangi PLTMG Sebaung. “Daripada aku dimaki-maki di sana, lebih baik saya maki-maki kau. Atau kalau tidak sanggup kasih tahu siapa pimpinanmu? Pimpinan Pertamina, Pak Edwin tidak sanggup, ganti yang lebih sanggup lagi,” ujarnya.

Basri khawatir, krisis listrik ini juga berujung pada kebakaran. Iapun berkali-kali mengingatkan agar demonstrasi masalah listrik yang berujung tindakan anarkis di Tarakan, tidak terulang lagi.
“Masih ingat kejadian Tarakan? Jangan terulang lagi. Kalau terulang lagi sama lebih buruk lagi dari  keledai. Keledai saja tidak mau dua kali,” ujarnya.

Agar koordinasi antara PT PLN dan PT Pertamina EP terus berjalan, pada kesempatan itu Basri meminta kedua belah pihak berkantor di Kantor Bupati Nunukan. Dengan begitu, keduanya bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai permasalahan teknis di lapangan.

“Kalau perlu perwakilan PLN ada di Nunukan, perwakilan Pertamina ada di Nunukan. Supaya kalau mati langsung tahu, langsung kontak, oi kenapa mati di situ? Apa dimakan buaya kabelnya?,” ujarnya. “Anda di sini tidak terasa karena tetap menyala lampunya, di sana di ujung saja yang sengsara. Kalau perlu ruangan ini kita matikan AC-nya, kita sama-sama 5 jam di sini, kalau tidak keluar dari sini mata lemas semuanya.”

Bupati sebagai penguasa wilayah Kabupaten Nunukan meminta persoalan tersebut segera diselesaikan. Jika memang ada persoalan yang memerlukan bantuannya, tentu akan segera mendapatkan respon. “Jadi kalau bapak di sini sebagai tamu tidak bisa menjadi tamu yang betul, yah kuusir nanti. Kenapa? 2 MMBtu, saya masih punya juga 5 MMBtu dari Medco. Dulu kan karena dianggap Pertamina ini mau, sanggup yah kita ikut sini saja. Kalau tahu begini kami tidak arahkan ke sini,” ujarnya. (kaltim.tribunnews.com 04092014)

Listrik Padam Lagi Lebih 8 Jam, PLN Nunukan Tidak Konsisten

PT PLN Persero dinilai tidak konsisten dengan jadwal pemadaman yang dibuatnya. Pada jadwal yang diumumkan kepada masyarakat, pemadaman maupun penyaluran aliran listrik diterima warga selama delapan jam secara bergantian.

Sesuai jadwal pemadaman yang dibuat untuk 2-11 September, pemadaman listrik dibagi menjadi dua jalur. Saat jalur A padam pada pukul 07.00-15.00, pada saat yang sama pemukiman yang masuk pada jalur B mendapatkan aliran listrik. Jadwal pemadaman dan penyaluran listrik selanjutnya pada pukul 15.00-23.00 dan pada pukul 23.00-07.00.

Namun kenyataannya, waktu pemadaman ternyata lebih lama dari jadwal. Di kawasan Kampung Jawa, Jalan Bhayangkara misalnya mengalami pemadaman listrik sejak pukul 23.00. Namun listrik yang harusnya dinyalakan pada pukul 07.00, justru hidup pada pukul 08.30. Di kawasan Jalan Persemaian yang pemadamannya juga sejak pukul 23.00, hingga pukul 10.00 belum teraliri listrik.

“Jadwal pemadaman lampu sudah keluar, tapi bergilirnya lampu nyala tidak sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan PLN Nunukan,” ujar Cocet berkeluh kesah melalui BlackBerry Messenger.

Sudirman, warga lainnya juga menyampaikan kekesalannya karena lamanya pemadaman listrik di Pulau Nunukan.

“Kemarin kasih pengumuman, daerah yang kena padam ujung-ujungnya tidak kena padam. Yang tidak kena malam padam. Inilagi pengumumannya matinya jam 11 malam, jam 07.00 hidup. Eh semalam belum jam 11 sudah mati, ini mau jam 09.00 baru hidup,” ujarnya.

Pemadaman listrik secara total kembali terjadi di Pulau Nunukan pada Selasa (2/9/2014) sejak pukul 24.00 hingga pukul 08.00. Setelah itu PLN mengalirkan listrik secara bergiliran dengan mengandalkan listrik kapasitas 2 megawatt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Bilal. Beban puncak di Pulau Nunukan mencapai sekitar 10 MW.

Manajer Rayon PT PLN Nunukan Uris Madan belum bisa memastikan, kapan warga di Pulau Nunukan bisa kembali menikmati listrik secara normal?

“Kita tidak bisa kasih kepastian,” ujar Uris, kepada wartawan kemarin.

Pemadaman total ini terjadi akibat tidak beroperasinya  Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung. PTLMG Sebaung hanya didukung dua unit kompresor. Dengan kerusakan pada kompresor Unit B, PLTMG Sebaung sama sekali tidak bisa beroperasi. Kompresor Unit A telah mengalami kerusakan sebelum Idul Fitri, dan hingga kini belum bisa diperbaiki karena harus menunggu material dari luar negeri.

Sejak kerusakan pada komproser Unit A, kompresor Unit B hanya mampu menyuplai beban ke PLTMG Sebaung sekitar 6,5 MW. Dengan dibantu daya dari PLTD Sungai Bilal sebesar 2 MW, kebutuhan listrik di Pulau Nunukan masih tercukupi sehingga tidak terjadi pemadaman. Namun, belum sempat kompresor Unit A diperbaiki, sejak Senin malam kompresor Unit B juga mengalami kerusakan.

Daya listrik dari PLTMG Sebaung disalurkan ke Pulau Nunukan melalui kabel listrik bawah laut dan jaringan SUTEM 20 kpa sepanjang 15 kilometer. Sementara dari Pulau Nunukan menuju Pulau Sebatik terpasang kabel jaringan SUTEM dan kabel bawah laut sepanjang 3,5 kilometer. Proyek tersebut merupakan investasi PT PLN Persero senilai sekitar Rp 200 miliar. Dalam keadaan normal PLTMG Sebaung bisa menyuplai daya hingga 8 MW untuk kebutuhan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.  (kaltim.tribunnews.com 03092014)

-ar-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s