Menlu Cek Warga Nunukan yang Jadi Warga Negara Malaysia


20141115_menluretnooKabar kurang enak datang dari Nunukan, Kalimantan Utara. Dilaporkan, ada sebagian warga desa di perbatasan sana yang memilih jadi warga negara Malaysia. Menlu Retno Marsudi janji memeriksanya.

“Nanti saya cek dulu ya, Nunukan ya,” kata Retno di Myanmar, Kamis (13/11/2014) malam. Retno tak mau berkomentar banyak sebelum mengetahui detail kasus tersebut.

Sebelumnya, anggota DPRD Nunukan Ramli kaget ternyata banyak warga desa di perbatasan RI-Malaysia di Nunukan, Kalimantan Utara memilih menjadi warga Malaysia. Alasannya mereka merasa lebih diperhatikan dan mendapat kesejahteraan. “Mereka malah senang pindah ke Malaysia,” imbuh politisi PAN tersebut.

Ramli yang berdialog dengan warga perbatasan, Rabu (12/11) pun hanya bisa geleng-geleng mendengar pengakuan itu. Memang, suplai barang dan pekerjaan lebih menjanjikan di Malaysia. Mereka mendapat gaji yang lumayan, belum lagi pendidikan anak-anak mereka bagus.

“Ada 10 desa yang sebagian penduduknya sudah menjadi WN Malaysia,” tutup dia.

Sumber: news.detik.com – 14 November 2014

Sedih! Satu Desa di Nunukan Seluruh Warganya Pindah Kewarganegaraan Malaysia

Kabar tak enak datang dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Seluruh warga Desa Kinokot, Nunukan, Kalimantan Utara pindah kewarganegaraan Malaysia. Mereka memilih Malaysia karena merasa lebih diperhatikan.

“Warga desa ini seluruhnya 100 persen memilih menjadi warga negara Malaysia,” kata Anggota DPRD Nunukan, Ramli dalam keterangannya, Kamis (13/11/2014).

Politisi PAN ini mendapat laporan setelah mengunjungi kawasan perbatasan bersama kolega di DPRD pada Rabu (12/11). Mereka berdialog dengan masyarakat di sana. Didapatlah informasi soal Desa Kinokot itu.

“Wilayah itu memang dekat dengan Malaysia, kawasan Sabah. Ini sejak lama masyarakat di desa itu memang kerja di Malaysia di perkebunan,” jelas Ramli.

Yang merisaukan, desa yang masuk wilayah Indonesia itu tentu bisa diklaim menjadi milik Malaysia. Apalagi berada di zona perbatasan dan penduduknya sudah memegang warga negara Malaysia.

“Ini soal kesejahteraan. Dengan Malaysia mereka mendapat suplai gaji, fasilitas pendidikan semua disiapkan negara Malaysia,” tutup dia.

Sumber: news.detik.com – 13 November 2014

Ramli yang berdialog dengan warga perbatasan, Rabu (12/11) pun hanya bisa geleng-geleng mendengar pengakuan itu. Memang, suplai barang dan pekerjaan lebih menjanjikan di Malaysia. Mereka mendapat gaji yang lumayan, belum lagi pendidikan anak-anak mereka bagus.

“Ada 10 desa yang sebagian penduduknya sudah menjadi WN Malaysia,” tutup dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s