TNI Temukan 620 Botol Miras Ilegal Asal Malaysia


Satgas Pamtas Yonif Linud 433/ Julu Siri saat serahkan 1000 botol miras illegal ke Bea Cukai Nunukan (30/10/2014). Sejak bertugas tiga bulan terakhir, telah mengamankan hampir 5000 botol miras ilegal.

Satgas Pamtas Yonif Linud 433/ Julu Siri saat serahkan 1000 botol miras illegal ke Bea Cukai Nunukan (30/10/2014). Sejak bertugas tiga bulan terakhir, telah mengamankan hampir 5000 botol miras ilegal.

Selama bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Satgas Pamtas Yonif Linud 433/ Julu Siri mengamankan 5.000 botol miras ilegal yang berasal dari Malaysia.

Komandan Satgas Pamtas Yonif Linud 433/ Julu Siri Letkol Inf Agustatius Sitepu mengatakan, penangkapan terakhir dilakukan Kamis (11/12/2014) dini hari tadi.

“Tadi subuh di Pelabuhan Tunon Taka kita tangkap 300 botol miras ilegal. Sebelumnya dari (Pelabuhan) Kandang Babi kita amankan 620 botol miras. Dan, selama kita bertugas di Nunukan tiga bulan setengah ini sudah menangkap 23 kasus penyelundupan miras, dengan barang bukti 4.900 lebih, hampir 5.000 botol,” ujar Agustatius Sitepu.

Menurut Agustatius, selain tempat, penyelundup juga mengubah jam pengiriman miras untuk mengelabui petugas. “Pengendapan kita lakukan tiap malam. Karena mereka cukup pintar untuk mengelabui petugas. Kita datang sore, dia malam, kita datang malam mereka subuh, kita subuh dia cari hari libur. Kita masih tangkap, mereka pindah menggunakan dari kapal ke speedboat kecil, kita tangkap juga,” kata dia.

“Tahu begitu mereka menggunakan alternatif lain menggunakan jalur tikus dengan mengunakan Pelabuhan Kandang Babi. Dari 23 tangkapan yang terbesar ya di Kandang Babi itu,” imbuh Agustatius.

Aparat menahan 15 pelaku yang kebanyakan adalah kurir. Untuk memberikan efek jera, satgas pamtas mengaku akan terus melakukan razia atas upaya penyelundupan miras ilegal asal Malaysia tersebut.

“Tersangka kita tahan, tapi sebagin besar yang kita tangkap ini kurir. Belum pernah ada pemilik yang tertangkap. Kita tekan secara psikologis. Artinya dengan kita tangkap terus akhirnya mereka rugi besar, akhirnya tutup sendiri. Dan masyarakat akan kesulitan mencari miras karena harga miras akan naik di pasaran. Biasanya orang bisa beli miras karena murah mereka akan pikir-pikir kalau harganya mahal,” ujar dia.

Sumber: tribunnews.com – 11 Desember 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s