Menggugat Korupsi di Tanah Nunukan


Korupsi Dinas Pendidikan

20150302-menggugat-korupsi-di-tanah-nunukan“Sayangnya, aparat kepolisian sampai detik ini belum mampu menahan Irma Basri yang sudah jelas adalah sutradara dibalik kasus korupsi pengadaan buku tersebut.”-Dian-

KORUPSI adalah penyakit akut yang kini menghinggapi bangsa Indonesia. Beberapa kasus korupsi yang terjadi di negeri ini semakin mempertegas bahwasanya negara ini menjadi sarang bagi para koruptor.

Anehnya, para koruptor ini seakan tak ada jeranya walaupun sudah jelas bahwa koruspi merupakan musuh masyarakat Indonesia. Orang yang membantu pelaku tindak pidana korupsi dikenakan ancaman pidana yang sama dengan yang dikenakan kepada pelaku korupsi (lihat : Pasal 15 UU Tipikor).

Ketentuan ini juga berlaku untuk setiap orang yang berada di luar wilayah Indonesia yang membantu pelaku tindak pidana korupsi (Pasal 16 UU Tipikor).

Penegasan kalimat tersebut seakan mempertegas bahwasanya para koruptor dan orang-orang yang membantu terlaksananya korupsi akan dikenakan hukuman yang sama.

Mengenai ancaman hukumannya, telah diatur dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Bab II pasal 2 ayat 1 menjelaskan tentang ancaman bagi para pelaku korupsi di negeri ini. Menurut UU No. 31 Bab II Pasal 2, para pelaku korupsi akan dipidanakan dengan hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun penjara dan paling lambat 20 (duapuluh) tahun penjara dan denda paling sedikit Rp.200.0000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000.

Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi termuda Indonesia yakni Kalimantan Utara.

Potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia di kabupaten tersebut begitu besar.

Dalam segi pendidikannya, di Kabupaten Nunukan telah berdiri 204 bangunan sekolah mulai dariSD, SMP dan SMA/SMK. Sebagai provinsi baru dengan Kabupaten Nunukan yang termasuk didalamnya, maka dipandang perlu untuk melakukan peningkatan mutu pendidikan di kabupaten tersebut.

Salah satu agenda peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nunukan adalah pengadaan buku pengayaan, referensi dan panduan pendidikan untuk sekolah dasar (SD)/ sekolah dasar luarbiasa (SDLB).

Namun sayangnya, pengadaan buku pengayaan, referensi dan panduan pendidikan tersebut terindikasi adanya kasus korupsi pada pengadaan tersebut dimana perusahaan yang memenangkan tender pengadaan tersebut yaitu PT Cappana 27 yang dipimpin oleh Amal Mashur yang menyebutkan adanya aliran dana kebeberapa istri pejabat di Kabupaten Nunukan.

Dimana salah satu tersangka yang terlibat pada kasus tersebut bernama Irma Basri yang tak lain adalah istri dari Bupati Kabupaten Nunukan, Basri.

Aparat kepolisian telah memanggil istri dari alm Nizarudin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan pada waktu itu yakni Femmy Nurhayati terkait indikasi korupsi pengadaan buku yang menelan anggaran tiga milyar rupiah lebih. Namun, hal itu belumlah cukup untuk mengungkap siapa dalang dialik kasus korupsi pengadaan buku pengayaan tersebut.

Ini adalah pembohongan publik dan koruptor merupakan musuh dan sampah bagi negara sekaligus penghianat bangsa.

Pendidikan pada dasarnya diperuntukkan untuk masyarakat, begitu pun fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan. Sudah sepantasnya semua oknum yang terlibat dalam kasus tersebut dipidanakan dan ditahan di jeruji besi.

Sayangnya, aparat kepolisian sampai detik ini belum mampu menahan Irma Basri yang sudah jelas adalah sutradara dibalik kasus korupsi pengadaan buku tersebut.

Ketika aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Resort Nunukan tak punya nyali untuk menahan oknum tersebut, maka adalah sebuah kewajiban bagi kita selaku kaum intelektual muda untuk membawa kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kami sebagai mahasiswa asal Kabupaten Nunukan yang kuliah di Kota Makassar akan mengawal kasus ini sampaip ada ranah KPK dan akan terus berjuang sampai kasus ini terselesaikan.

Diam Tertindas atau Bangkit Melawan

*) Dian

Mahasiswa UIT Makassar

Asal Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan

Contac Person 081356235009

Sumber: tribunnunukan.com – 1 Maret 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s