Satu Kecamatan di Nunukan KLB Penyakit Campak


Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak untuk wilayah perbatasan di Kecamatan Seimengaris. Status KLB berlaku mulai dari 2 hingga 12 Maret ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Rustam mengatakan, penetapan KLB karena di daerah itu ditemukan 6 kasus anak terjangkit penyakit campak. Dari 7 sampel yang dikirim ke Balitbang Kesehatan Kementerian Kesehatan hasilnya positif.

“Minimal 2 positif saja itu statusnya sudah KLB. Ini semuanya 7 positif,” ujar Rustam.

Menurut Rustam, Pemerintah Nunukan telah membentuk tim tanggap darurat untuk mencegah meluasnya penyakit campak serta dampak kematian dari penyakit tersebut.

Salah satu upaya mencegah meluasnya penyakit campak, pemerintah telah mengisolasi 4 desa di Kecamatan Seimenggaris. Selain melakukan pengobatan terhadap warga yang terkena penyakit campak, pemerintah juga memberikan imunisasi campak secara masal bagi warga hingga umur 15 tahun.

“Kita telah menurunkan 2 dokter dan 20 perawat untuk melakukan pengobatan yang sakit untuk mencegah kematian. Kita turun aktif jika mendapati tanda-tanda klinis segera diobati,” imbuh Rustam.

Dia mengimbau kepada warganya di luar Kecamatan Seimenggaris agar sementara waktu tidak melakukan kunjungan ke Kecamatan Seimenggaris.

Hingga Rabu sore, Dinas Kesehatan Nunukan mencatat ada 50 lebih kasus penyakit campak di 4 desa di Kecamatan Seimenggaris.

“Inikan virus penyebabnya. Biasanya itu menyebar bagi orang yang rentan. Kita juga sudah langsung kirim surat ke dinas (kesehatan) provinsi untuk penyediaan vaksin,” kata Rustam.

Sumber: regional.kompas.com – 4 Maret 2014

20150305-campak2

CAMPAK

Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Penyebab

Campak, rubeola (bukan rubella=campak Jerman), atau measles (di beberapa daerah disebut juga sebagai tampek, dabaken atau morbili) adalah penyakit infeksi yang menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: – bayi berumur lebih dari 1 tahun – bayi yang tidak mendapatkan imunisasi – remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala

Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:

  • Panas badan
  • Nyeri tenggorokan
  • Batuk
  • Bercak Koplik
  • Nyeri otot
  • Mata merah

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan kaki, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Komplikasi

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

  1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
  2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  3. Ensefalitis (infeksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:

  • pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi
  • pemeriksaan Ig M anti campak
  • Pemeriksaan komplikasi campak :
    • enteritis
    • Ensephalopati,
    • Bronkopneumoni

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani istirahat. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Maka dari itu harus berjaga-jaga.

Pencegahan

Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Waktu Inkubasi

Waktu terpapar sampai kena penyakit: Kira-kira 10 sampai 12 hari sehingga gejala pertama, dan 14 hari sehingga ruam muncul. Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Orang yang dekat dan tidak mempunyai kekebalan seharusnya tidak menghadiri sekolah atau bekerja selama 14 hari.

Waktu pengasingan yang disarankan

Disarankan selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul.

-wiki-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s