Enam Pelaku Mengaku Menghisap Sabu di Lapas Nunukan


Lembaga Pemasyarakatan Klas II B, Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan

Lembaga Pemasyarakatan Klas II B, Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan

Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengamankan enam tahanan dan seorang narapidana, lantaran terlibat pesta sabu-sabu Minggu (26/4/2015) dinihari lalu.

Mereka memperoleh sabu-sabu dimaksud dari dua pegawai lapas dan berpesta di Blok A Kamar 07, Ruang Mapenaling. Ini merupakan tempat bagi tahanan baru menjalani masa pengenalan lingkungan di lapas.

Kepala Lapas Kelas II B Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, M Nurdin mengatakan, enam orang tahanan yang diamankan itu masing-masing Am (21), Jn (25), Ud (30), El (29), IJ (39) dan Her (22). Sedangkan Jw (62) merupakan narapidana yang kasusnya telah berkekuatan hukum tetap.

Selain ketujuh orang dimaksud, petugas lapas juga mengamankan dua pegawai lapas masing-masing Jn, staf registrasi dan Sh yang merupakan staf perawat.

M Nurdin mengatakan, dari hasil pemeriksaan internal lapas yang dilakukan di ruangan Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), diakui jika pada Minggu dinihari itu ada pesta sabu-sabu di Blok A Kamar 07, Ruang Mapenaling.

“Bahwa benar mereka menghisap sabu-sabu, kurang lebih jam satu saat itu,” ujarnya.

Hanya saja, dari tujuh orang dimaksud seorang diantaranya tidak mengakui ikut menghisap sabu-sabu.

“Setelah diadakan pemeriksaan, tahanan dan napi ini mengaku yang memasukkan sabu sabu adalah oknum pegawai Jn dan Sh atas permintaan mereka sendiri,” tandasnya.

Di Blok A Kamar 07, Ruang Mapenaling Lapas Kelas II B, Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan inilah berlangsung pesta sabu-sabu, pada Minggu (26/4/2015) dinihari.

Di Blok A Kamar 07, Ruang Mapenaling Lapas Kelas II B, Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan inilah berlangsung pesta sabu-sabu, pada Minggu (26/4/2015) dinihari.

Beli Sabu-sabu Rp1 Juta, Napi Cuma Dapat Rp 200 Ribu

Pengungkapan kasus peredaran narkotika yang menyeret enam tahanan, seorang narapidana, dan dua pegawai Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kalimantan Utara berawal dari kekecewaan saat berlangsung pesta sabu-sabu di Blok A, Kamar 07, Ruang Mapenaling, Minggu (26/4/2015) sekitar pukul 01.00 Wita.

Kepala Lapas Kelas II B Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan M Nurdin menceritakan, para tahanan dan narapidana itu mengaku memberikan uang senilai Rp 1 juta kepada Jn, yang merupakan staf registrasi Lapas Nunukan.

Jn lalu membeli sabu-sabu. Secara bergantian, Jn dan rekannya Sh yang merupakan staf perawat di lapas, memasukkan sabu sabu dimaksud ke kamar 07.

“Setelah menerima Rp1 juta, Jn membelikan sabu sabu seharga Rp 200 ribu. Sehingga mereka bertanya, kenapa cuma Rp 200 ribu padahal Rp1 juta dikasih?” katanya, Selasa (28/4/2015) ditemui di ruang kerjanya.

Kekecewaan inipun sampai ke telinga narapidana lainnya di lapas itu.

Informasi kemudian berkembang dan sampai juga ke telinga Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Muhrim.

“Setelah Pak Muhrim mendengar ada laporan begitu, dia langsung melaporkan kepada saya. Waktu itu sudah Minggu sore dilaporkan,” ujarnya.

Atas laporan dimaksud, Nurdin memberikan perintah untuk menggeledah ruangan yang digunakan untuk berpesta sabu sabu, pada esok harinya setelah Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-51 tahun.

“Karena saya mendengar cerita ini, saya khawatir kalau benar. Jadi saya koordinasi dan perintahkan melaporkan kejadian ini ke Kasat Reskoba,” ujarnya.

Nurdin lalu menghubungi Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory, meminta bantuan untuk melakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan yang dilakukan di Blok A, Kamar 07 ditemukan alat isap sabu-sabu.

“Dibuat dari pembungkus rokok yang diberikan sedotan kemudian diberikan air supaya tidak menyala. Itu diberikan sabu sabu baru diisap,” ujarnya.

Begitu mendapatkan alat isap dimaksud, petugas lapas lalu mengumpulkan di ruang KPLP, enam tahanan dan seorang narapidana yang diduga terlibat pesta sabu dimaksud.

Dari pemeriksaan yang dilakukan di internal lapas, para tahanan dan narapidana ini mengaku berinisiatif membeli sabu sabu melalui kedua oknum pegawai dimaksud.

Dari keterangan inilah, pihaknya melakukan pemeriksaan urine terhadap Jn dan Sh.

“Menurut pengakuan tahanan dan napi, dua orang ini yang memasukkan bergantian,” ujarnya.

Sumber: kaltim.tribunnews.com 28 April 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s