Lolos ke Tingkat Nasional, Peserta Olimpiade Sains Minim Perhatian Pemkab


M Faris Adlan bersama Kepala SDIT Ibnu Sina Nunukan Syafaruddin S Pi, pembimbing Armilawati S Pd dan wali kelas Ariffudin SE.

M Faris Adlan bersama Kepala SDIT Ibnu Sina Nunukan Syafaruddin S Pi, pembimbing Armilawati S Pd dan wali kelas Ariffudin SE.

Murid SDIT Ibnu Sina Wakili Kaltara di Olimpiade Sains Nasional

Muhammad Faris Adlan, murid kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ibnu Sina Kabupaten Nunukan akan mewakili Provinsi Kalimantan Utara pada ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional di Yogyakarta.

Kesempatan itu diraihnya setelah memperoleh gelar juara II Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada Olimpiade Sains tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

“Meskipun runner up, prestasi ini tentunya membanggakan bagi diri Farid, sekolah maupun kedua orangtuanya,” kata Kepala SDIT Ibnu Sina, Syafaruddin S Pi, Jumat (24/4/2015).

Pihaknya optimistis, Faris kembali meraih prestasi pada ajang serupa tingkat nasional, bulan depan.

Atas prestasi yang diraihnya di tingkat Kalimantan Utara, Faris merasa senang. Bahkan sejak mendapatkan kesempatan mewakili Kabupaten Nunukan pada kejuaraan dimaksud, dia sudah merasa senang.

Saat harus berhadapan dengan soal-soal yang dilombakan, dia tak menyembunyikan ada perasaan takut.

“Takut, deg-degan karena tidak bisa menebak soal yang harus dikerjakan nanti. Apalagi ini baru pertama kali ikut olimpiade,” ujar murid yang bercita-cita menjadi pilot ini.

Ketekunan menjadi kunci keberhasilannya meriah prestasi itu. Namun penggemar membaca ini mengaku tak harus menghabiskan waktunya sehari-hari hanya untuk belajar. Diapun selalu menyisihkan waktu seperti anak-anak yang lainnya untuk bermain.

“Tidak ada waktu khusus untuk belajar di rumah. Kan sekolahnya full day, terus les jarimatika. Jadi seringnya di rumah, saya cuma membaca dan main game,” kata putra pertama pasangan Zulkarnain Setiabudi ST dan Asnawiyah ini.

Asnawiyah, sang ibu mengakui, “Bila sudah jenuh membaca dan belajar, dia sibukkan dengan main game,” katanya.

Syafaruddin mengatakan, kemenangan yang diraih ini akan memotivasi para muridnya mengikuti berbagai kompetisi.

Faris mengaku senang dan bangga bisa mendapatkan prestasi dimaksud. Anak pertama dari tiga bersaudara inipun merendah diri atas prestasinya itu, dengan selalu mengingat pesan gurunya.

“Bahwa kemenangan adalah bonus dari Allah SWT atas hasil usaha tapi bukan tujuan utama perlombaan,” kata murid yang giat mengikuti Pramuka ini. (kaltim.tribunnews.com 24042015)

Lolos ke Tingkat Nasional, Peserta Olimpiade Sains Minim Perhatian Pemkab

Pemerintah Kabupaten Nunukan dinilai minim perhatian terhadap murid asal Kabupaten Nunukan yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Utara pada ajang Olimpiade Sains Nasional, di Provinsi DIY Yogyakarta, 23 Mei mendatang.

Kepala SD Islam Terpadu (SDIT) Ibnu Sina Nunukan, Syafaruddin SPi menyesalkan minimnya komunikasi Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan pihak sekolah terkait rencana pemberangkatan Muhammad Faris Adlan, untuk mewakili Nunukan pada lomba tersebut.

Dia mengatakan, seharusnya Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan perhatian lebih terhadap kemajuan pendidikan. Apalagi Faris merupakan peserta Olimpiade Sains yang pertama kali mewakili Kabupaten Nunukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

”Selama ini belum ada koordinasi apapun ke kami. Kalau daerah lain ketika ada peserta olimpiade, pengarahan dan bimbingan diambil alih pemda. Ini kami harus persiapkan sendiri,” ujarnya.

Muhammad Faris Adlan, murid kelas 5 SDIT Ibnu Sina berhasil menyabet juara kedua pada kejuaraan serupa di tingkat Provinsi Kalimantan Utara, sehingga berhak mengikuti Olimpiade Sains Nasional.

Untuk mempersiapkan Faris mengikuti ajang serupa ditingkat nasional, pihak sekolah memiliki metode khusus. Hanya saja, karena minimnya pengalaman guru apalagi hal tersebut masih terbilang baru, sehingga diakui masih terlalu banyak kekurangan. Namun karena masalah demikian pun luput dari perhatian Pemkab Nunukan, pihak sekolah harus memaksimalkan kemampuan yang dimiliki.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Jadi saya berharap Pemkab Nunukan bisa bijak menyikapi ini. Sudah lama kita tidak berprestasi di bidang pendidikan, jangan hanya olahraga yang punya euforia demikian, pendidikan lebih utama,”ujarnya.

Syafaruddin berharap, Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tidak memberikan perlakuan berbeda antara sekolah swasta dan negeri di daerah ini. Selama ada anak yang berprestasi, kata dia, sudah menjadi kewajiban Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan memberikan suntikan moral atau dorongan yang memotivasi anak lainnya agar berpacu meraih prestasi secara akademik.

”Semoga bukan karena kami sekolah swasta. Untuk publikasi saja kami yang bergerak sendiri,”lanjutnya.

Diakuinya, Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan memang melakukan pendampingan dan memberi uang saku kepada peserta. Namun Pemerintah Kabupaten Nunukan sama sekali tidak pernah membicarakan permasalahan yang dihadapi dengan pihak sekolah, tempat Faris menimba ilmu.

”Kami harap mereka intens komunikasi ke kami. Katanya Faris dapat uang saku. Itu saja kami nggak tahu karena dikasih langsung ke anaknya,” katanya.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – Minggu 10 Mei 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s