Kebakaran Pasar Inhutani Nunukan


Tengah Malam, Si Jago Merah Hanguskan Ratusan Kios di Pasar Inhutani Nunukan

20150520-pemadam menyemprotkan airRatusan kios di Pasar Sentral Inhutani Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara ludes dilalap si jago merah. Salah satu warga pasar sentral Inhutani mengetahui api telah membakar salah satu kios di bagian Timur pasar pada pukul 12:00 wita.

Namun api yang sangat cepat membesar membuat sebagian besar warga pasar Inhutani tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka.

“Pada awalnya saya kira ada pencuri karena ribut-ribut di luar. Saya keluar ternyata api sudah sangat besar di salah satu kios dibagian timur. Sudah nggak sempat memadamkan api karena cepat betul api membesar,” cerita Lasali, warga setempat.

Pasar Sentral Inhutani yang sempat terbakar tahun 2008 tersebut sehari-hari ramai oleh pedagang sayur keliling karena pasar tersebut merupakan sentralnya jenis sayur. Selain banyak pedagang dari kebun yang langsung menjual hasil kebun mereka di situ, harga yang ditawarkan juga sangat murah.

Sebagian pedagang juga memanfaatkan pasar sentral Inhutani sebagai tempat tinggal. Buruknya pengelolaan pasar sentral Inhutani dengan membiarkan pedagang juga tinggal disitu membuat pasar terlihat semrawut dan kotor.

Pasca kebakaran tahun 2008, pemerintah daerah kembali membangun lebih dari 400 kios yang difungsikan untuk menampung pedagang korban kebakaran.
Banyaknya barang-barang dagangan milik pedagnag yang mudah terbakar seperti plastik serta banyaknya tumpukan tong gas membuat petugas Damkar harus berhati-hati dalam upaya memadamkan api.

Angin yang berhembus cukup kencang juga membuat api cepat membesar dan sulit dipadamkan. Sebanyak 10 mobil Damkar dirutunkan oleh pasukan pemadam untukmenjinakkan api. Petugas Pemadam kebakaran baru bisa menguasai api setelah satu jam berjibaku menjinakkan kobaran api.

Kasie Penyuluhan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan Daniel mengatakan, belum ada laporan adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

”Semua mobil pemadam kita turunkan sebanyak 10 unit. Ini juga dibantu oleh mobil tangki dari TNI AL dan mobil tangki dari warga. Setelah satu jam kita memang bisa menguasai api tapi kita terus melakukan upaya pendinginan terus sampai kita pastikan padam.Sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa,” ujar Daniel. (http://beritakaltara.com 20 Mei 2015

Bupati Nyatakan Tanggap Darurat Pasar Inhutani

20150520-bupati-nyatakan-tanggap-darurat-pasar-inhutaniBupati Nunukan H.Basri hari ini Rabu (20/5) menetapkan status tanggap darurat terhadap kebakaran Pasar Sentral Inhutani Kelurahan Nunukan Utara yang terjadi Rabu dinihari tadi. Basri mengatakan setelah melakukan rapat bersama para Asisten Setkab.Nunukan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan sehingga diambil keputusan untuk masa tanggap darurat selama 7 hari.
“Jadi Pemkab.Nunukan menetapkan status tanggap darurat mulai hari ini tanggal 20 s.d 26 Mei 2015,” ucapnya.
Kemudian untuk tenda pengungsian akan dipusatkan di Terminal Pasar Sentral Inhutani. Selanjutnya semua intansi yang terkait di Nunukan hari ini langsung bekerjasama guna melengkapi sarana dan prasarana dalam masa tanggap darurat.
Sebelumnya menurut informasi dari Ketua RT.10 Kelurahan Nunukan Utara Ansar mengatakan, akibat dari kebakaran tersebut seluruh kios di pasar Inhutani habis terbakar. Menurut pendataan sementara kios yang terbakar berjumlah kurang lebih 190 kios dan kurang lebih 200 lapak sedangkan untuk korban jiwa nihil. Seluruh kios yang terbakar terbuat dari bahan material bangunan dari kayu dan berdinding triplek/plywood. Untuk penyebab kebakaran dan asal muasal api pertama muncul masih dalam proses penyelidikan.

Sumber: http://tribunnunukan.com – 20 Mei 2015.

Korban Kebakaran Pasar Inhutani Mengais Beras Sisa Kebakaran

sekumpulan warga mencoba mengumpulkan beras yang masih utuh dalam karung sisa kebakaran semalam -

sekumpulan warga mencoba mengumpulkan beras yang masih utuh dalam karung sisa kebakaran semalam –

Kebakaran Pasar Inhutani di Jalan Hasanuddin Rt.10 kelurahan Nunukan Utara yang menghanguskan sekitar 144 kios dan 170 meja membuat para pedagang pasar memungut sisa sisa dagangan yang bisa dimanfaatkan.
Pasar Inhutanipun dipenuhi masyarakat, ada yang sekedar datang menuntaskan rasa penasarannya ada juga yang membantu kerabatnya mengais sisa sisa barang dagangan yang masih bisa dimanfaatkan.
Pemandangan sekumpulan warga yang mencoba mengumpulkan beras yang masih utuh dalam karung sisa kebakaran semalam sangat mengundang perhatian, namun ternyata beras tersebut bukan untuk dikonsumsi melainkan dipakai untuk pakan ternak.
Salah satu pemilik kios beras dan korban kebakaran di pasar Inhutani Yunus mengatakan dirinya sengaja mempersilahkan warga yang mau memanfaatkan beras miliknya dari pada terbiar percuma,
”Siapa saja yang mau silahkan, dari pada terbuang,” ujarnya.
Beras beras yang menumpuk tersebut terlihat menyimpan bara dan matang terbakar api, selain basah akibat semorotan air pipa pemadam kebakaran beras tersebut sudah tak layak konsumsi.
Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi pada pukul 00.00 sampai sekitar pukul 02.00 tadi malam meratakan 170 kios dan 144 meja, 27 KK yang terdiri dari 78 jiwa terpaksa menempati tenda darurat yang telah disiapkan pemerintah di samping kantor kelurahan Nunukan Utara dimana pemerintah langsung menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari kedepan.

Sumber: http://tribunnunukan.com – 20 Mei 2015.

Kebakaran Pasar Inhutani Pedagang Rugi Ratusan Juta Rupiah

20150520-kebakaran-pasar-inhutani-pedagang-rugi-ratusan-juta-rupiahKorban kebakaran pasar Inhutani mengaku menderita kerugian cukup besar mencapai ratusan juta rupiah akibat kebakaran yang melanda, Selasa (19/05/2015) sekitar pukul 00.00 wita.
Salah satu pedagang dan pemasok beras di pasar Inhutani Andi Sosse mengatakan api merambat terlalu cepat sehingga tidak ada beras dagangannya yang bisa diselamatkan,
”Tidak ada saya sempat muat, api cepat sekali menyambar semua terbakar,” ujarnya Rabu (20/05/2015).
Peristiwa tersebut membuatnya merugi hingga Rp. 400 juta, beruntung Andi masih memiliki gudang lain sehingga usahanya masih bisa diteruskan.
Kerugian cukup besar juga menimpa Yunus yang merupakan pedagang beras dan baru saja memasok beras dari Sulawesi sehari sebelum si jago merah mengamuk di Pasar Inhutani, seluruh dagangannya ludes tak bersisa,
”Ada 1000 karung beras, 30 ton beras, 1 ton kacang hijau dan masih banyak lainnya, kira kira Rp. 300 juta saya rugi,” tuturnya.
Kerugian yang dialami Yunus cukup membuatnya terpukul apalagi kebakaran kali ini merupakan kebakaran kedua yang dialaminya setelah tahun 2008 lalu.
“Kebakaran semalam sama persis dengan 2008 bedanya tanggal saja, kalau dulu tanggal 27 bulan 5 sekarang 19 bulan 5, bedanya dulu gak habis habisan kaya sekarang,” katanya.
Camat Nunukan Umboro Hadi Suseno mengatakan kebakaran tersebut meratakan 170 kios dan 144 meja pedagang.
“Selain itu sebanyak 27 KK terdiri dari 78 jiwa diungsikan ke tenda darurat yang telah disiapkan Pemda Nunukan di samping kantor kelurahan Nunukan Utara dimana Pemda telah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari ke depan,” ujarnya.

Sumber: http://tribunnunukan.com – 20 Mei 2015.

Malangi Sudah Tiga Kali Tertimpa Musibah Kebakaran

20150520-malangi-sudah-tiga-kali-tertimpa-musibah-kebakaranMalangi Bin Mahmud (26) terlihat sangat terpukul dengan peristiwa kebakaran pasar Inhutani di Jalan Hasanuddin Nunukan Utara yang menghanguskan 170 kios dan 144 meja pedagang,Selasa (19/5/2015) pukul 00.00.
Sambil menggendong anak ketiganya yang baru berusia 4 bulan, Malangi mengatakan dirinya pasti ikut terbakar bila tidak terbangun saat mendengar teriakan tetangganya saat api mulai membesar semalam,
”Bersyukur semalam saya bangun dengar suara bising bising, kalau tidak saya dan anak saya ikut terbakar,” ujarnya, Rabu (20/5/2015).
Malangi menceritakan kalau peristiwa kebakaran kali ini merupakan ketiga kalinya dirinya menjadi korban amukan si jago merah, pertama kali dirinya menjadi korban kebakaran adalah pada tahun 2001 yang pada saat itu Pasar Lim Hie Djung luluh lantak dilalap api, kemudian yang kedua pada 2008 saat dirinya sudah menempati rumah sewa di Pasar Inhutani dekat lokasi Kebakaran kali ini, Malangi kembali menjadi korban kebakaran, sehingga terpaksa dia menumpang di rumah mertua yang berada di Jembatan Baru tidak jauh dari lokasi kebakaran saat ini,
”Inilah yang ketiga kali, habis semua tinggal baju di badan saja ada,” tuturnya sedih.
Malangi merupakan ibu dari 3 orang anak dan berprofesi sebagai pengajar PAUD ulul Albab yang berada di areal Tanah Merah Nunukan Barat, memang kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang barangnya menjadi sebuah kesedihan yang mendalam, namun menurut Malangi, yang paling membuatnya sedih adalah terbakarnya raport 14 anak didiknya di PAUD.
“Raport anak anak terbakar padahal sudah mau dibagi tanggal 4 bulan 6 nanti,” imbuhnya.
Saat ini Malangi, Suami dan 3 anaknya menempati tenda darurat yang disediakan Pemda, sampai saat ini Malangi masih bingung akan melakukan apa, harta benda dan semua yang diusahakannya selama ini musnah akibat kebakaran semalam.

Sumber: http://tribunnunukan.com – 20 Mei 2015.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Inhutani

20150520-polisi-selidiki-penyebab-kebakaran-pasar-inhutaniUsai si jago merah melalap ratusan kios dan lapakan pedagang di Pasar Sentral Inhutani Kelurahan Nunukan Utara Kecamatan Nunukan Rabu dinihari sekitar pukul 00.00 wita, hari ini Rabu (20/5/2015) bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2015, jajaran Kepolisian Resort Nunukan langsung memasangi garis polisi tempat kejadia perkara guna mengamankan sejumlah bukti untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory mengatakan untuk kejadian dinihari tadi, api diketahui pertama kali sekitar pukul 00.00 wita dan sumber api masih dalam proses penyelidikan. Untuk proses penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran Pasar Sentral Inhutani, nantinya Polres Nunukan akan bekerjasama dengan Puslabfor Surabaya.
“Dugaan sementara belum bisa kita pastikan karena kita bukan ahlinya karena yang bisa menentukan mungkin ahli yang membidangi itu,” ucapnya.
Usai api mulai berhasil dijinakkan oleh Pemadam Kebakaran Nunukan, Polisi mengamankan seorang pemuda yang dicurigai melakukan aksi pencurian ketika kebakaran sedang terjadi sehingga harus diamankan di rutan Mapolsek Kota Nunukan. Meskipun demikian, pemuda dimaksud sementara diamankan untuk dilakukan penyelidikan apakah benar melakukan pencurian atau penjarahan barang milik korban kebakaran dikarenakan memang dalam kondisi seperti itu banyak orang, masyarakat maupun keluarga korban yang mungkin mau menyelamatkan barang.
“Kita periksa lagi, kita masih menyelidiki keterlibatan yang bersangkutan,” ucapnya.
Tory menjelaskan, langkah yang diambil oleh pihak Kepolisian yaitu mengamankan areal TKP dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki wilayah tersebut sebelum ada pemberitahuan dari pihak Kepolisian mengingat diharapkan TKP harus dalam keadaan steril.

Sumber: http://tribunnunukan.com – 20 Mei 2015.

Pasar Beralih Fungsi Disperindagkop Tak Punya Solusi

20150520-pasar-beralih-fungsi-disperindagkop-tak-punya-solusiKebakaran pasar Sentral Inhutani yang merupakan bangunan milik Pemda Nunukan menyingkap fakta lain yang perlu menjadi perhatian pemerintah, bangunan yang diperuntukkan pasar ternyata beralih fungsi menjadi gudang gudang penyimpanan dan rumah tinggal.
Hal tersebut terungkap dari pendataan yang dilakukan RT, Lurah atau Camat, data tersebut mencatatkan sekitar 27 KK terdiri dari 78 jiwa menjadi korban peristiwa naas semalam, padahal yang namanya pasar seyogyanya bukanlah tempat bermukim, sebagaimana aturan yang berlaku pasar hanyalah tempat aktifitas jual beli tidak boleh ditinggali.
Kepala Bidang perdagangan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan Hajah Marnyalla Djollo mengakui informasi tersebut, menurutnya sudah berulang kali Disperindagkop memberikan teguran lisan maupun tertulis namun tidak digubris para pedagang,
”Kita sudah tegur mereka, kitapun bersurat tapi mereka tetap acuh dengan himbauan yang kami berikan,” ujarnya Rabu (20/05/2015).
Marnyalla membantah tidak adanya pengawasan bagi masyarakat yang mendiami pasar sebagai tempat tinggal, meski ada pengawasan nyatanya adalah pengawasan yang dilakukan sama sekali tidak efektif, padahal ada kewenangan Disperindagkop merekomendasikan surat kepada Satpol PP agar menertibkan aturan pasar, dan hak ini diakui Marnyalla,
“Pedagangnya tidak seberapa memang, tapi difungsikan gudang, kami awasi kok tapi kan kita gak bisa berbuat apa apa,” imbuhnya.
Alih fungsi pasar sebagai gudang penyimpanan dan rumah tinggal sebagaimana yang terjadi memang tidak bisa dibenarkan dimana Marnyalla lagi lagi mengakui kurangnya koordinasi Pemda dengan masyarakat akan hal ini, namun untuk antisipasi agar tidak terjadi kemungkinan serupa di pasar pasar lain, Marnyalla sendiri tidak memiliki solusi,
”Kan kita sudah tegur, sudah surati, kalau tidak dianggap mau gimana?” jawabnya.
Untuk kelanjutan pasar Inhutani setelah terbakar, Marnyala sendiri belum bisa menyimpulkan apa yang akan dilakukan Pemerintah, saat ini belum ada instruksi apapun yang diterima sehingga pilihan satu satunya adalah menempati tenda darurat sementara mereka melakukan validasi data.
Marnyala mengatakan pada tahun 2008 pemda Nunukan membangun pasar sentral Inhutani sebanyak 142 kios yang terdiri dari 5 blok, blok A, B, C, D dan E, kini hanya blok A yang selamat dari amukan api dini hari tadi,
”2008 Pemda bangun itu 142 kios terdiri dari 5 blok, meja untuk pedagang kue, ikan dan penjual sayur ada 113 ditambahkan 57 meja baru, jadi total 170 meja,”

Sumber: http://tribunnunukan.com – 20 Mei 2015.

Detik-detik menegangkan.

20150520-api meluapMenghampiri puku 24.00 saya keluar diteras rumah sambil memandang ke udara lepas didepan pasar inhutani, tiba-tiba terlihat sebaris cahaya memancar kemerahan diubun-ubun atap kios pasar inhutani beberapa detik kemudian muncul bara api yang memanjang berkisar 15 meter diatas bangunanan kios, lalu terdengar teriakan kebakaran oleh warga yang bermukim didalam pasar. Seketika itu juga saya membangunkan istri dan anak saya yang sudah tertidur. mereka pada gugup, dan anak saya yg laki-laki lari keluar berteriak, kebakaran berulang-ulang kali, masyarakat disekitur situ bangun dan lari keluar juga ikut berteriak kebakaran.

Dengan nada suara keras saya sampaikan pada istri, anak dan menatu saya, agar segara mengambil surat-surat penting dan barang-barang berharga dan jaga lupa anakmu yang utama. Dokumen penting yang berada dalam lemari saya ambil lalu keluar dan apai sudah sangat dekat, turun kebawa ambil kunci mobil yang spesial tergantung ditempatnya, ketika sampai di mobil saya masukkan dipintu mobil ternyata saya salah ambil yang saya ambil adalah kunci motor, siaal kataku menggertu, saya berlari kembali masuk rumah sementara apai semakin mendekat mengambil kunci untung saja kunci itu masi ditempatnya, saya langsung sambar kemudia berlari keluar menuju mobil. Klik… pintu mobil terbuka, mundur dengan kecepatan tinggi sambil membunyikan klosonya, lalu melaju kedepan, hawa api sudah terasa panas, saat itu masih sepih orang. Setelah merasa aman saya parkir mobil. dan terdengar sirene pemadam kebakaran menuju lokasi kebakaran…. alahamdulilah mudah-mudahan rumah dan keluarga saya selamat, doaku dalam hati.

Setelah mobil saya amankan beserta dokumen penting. saya kembali ke lokasi kebakaran, disana sudah ada dua unit mobil pemadam kebakara yang melakukan tugasnya dengan menyemprot api yang membumbung tinggi diatap-atap kios pasar. Saya langsung saja masuk rumah dan hawa api sudah terasa sangat panas. Didalam rumah saya berusaha mengambil barang yang sempat saya raih dan memasukan pada sarung yang saya telah ikat ujungnya. sekali-kali lihat keadaan api, walaupun kondisi disekita rumah masih sangt panas, tapi dengan adanya pemadam kebakaran yang berada didepan rumah, saya sedikit merasa legah. karena api yang tadinya melambung tinggi, berangsur-ansur redah setelah ada pemadam kebakara menyemprotkan air kearah api.

Lebih kurang satu jam sijago merah melahap pasar inhutani ratusan kios yang hangus terbakar. Pemadam kebakaran bekerja hingga subuh memadamkan sisa-sisa api yang kecil.

—Arief— 20 Mei 2015

Galeri

20150520-kebakaran inhutani 20150520-kebakaran pasar inhutani 20150520-korban kebakaran mengais 2 20150520-korbankebakaran menari barang yg tersisa 20150520-korban-kebakaran-pasar-inhutani-mengais-beras-sisa-kebakaran 20150520-pemadam menyiram 20150520-sijago merah mengamuk5 20150520-sijago merah mengamuk6 20150520-suasana puing2 kebakran

–ar–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s