Karaoke di Nunukan Sajikan Tarian Erotis, Digrebek Polisi


20150524-penari-yang-menggelar-tarian-erotis-di-amankan-kepolisian-NunukannTempat karaoke di Jalan Cut Nya Dien Kabupaten Nunukan digerebek Kepolisian Resort Nunukan dan Satuan Polisi Pamong Praja, Sabtu pukul 01:00 wita dini hari. Penggerebekan tersebut dilakukan pihak kepolisian karena adanya laporan dari masyarakat terkait digelarnya tarian erotis di tempat tersebut.

Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory mengatakan, dalam penggerebekan tersebut kepolisian mengamankan 3 penari erotis yang sedang beraksi, 3 pasang pakaian seksi yang dikenakan penari, satu buah alat pemutar musik turntable dan 3 dus minuman beralkohol.

“Kita sudah mendengar adanya porno aksi dan pornografi di salah satu karaoke di Nunukan. Kegiatan ini sudah meresahkan. Sekitar pukul satu dini hari menemukan adanya kegiatan ini. Kita temukan 3 penari erotis yang sedang beraksi,” ujar Kapolres Nunukan, Sabtu (23/05/2015).

Tiga penari erotis tersebut oleh pihak pengelola karaoke disewa dari Jakarta untuk jangka waktu 2 bulan. Para penari tersebut mengaku baru seminggu berada di Nunukan. Dalam sebulan, mereka dikontrak sebesar 3 juta rupiah.

“Mereka dari Jakarta dibawa satu agen yang mengirim mereka ke sini. Mereka dikontrak, ada yang satu bulan ada yang dua bulan. Perbulan mereka dikontrak 3 juta,“ imbuh Christian Tory.

Selain menemukan sajian tarian erotis di tempat karaoke tersebut, pihak kepolisian juga menemukan adanya peredaran miras yang tidak memiliki izin. “Kita juga amankan beberapa minuman keras yang ternyata kita periksa penjualan minuman keras di karaoke tersebut tidak memiliki izin dan memang untuk peredaran minuman keras di Nunukan tidak diizinkan,” ujar Christian Tory.

Untuk proses hukum lebih lanjut, kepolisian Resort Nunukan mengamankan 3 penari, manager dan pemilik tempat karaoke serta barang bukti berupa 3 pasang baju seksi, 3 dus miras dan 1 pemutar musik turntable.

”Disamping 3 orang penari kita juga amankan pemilik dan manager yang mengkoordinir mereka dan nantinya kita akan proses mereka sesuai hukum yang berlaku. Sementara kita akan gunakan beberapa undang-undang baik undang undang terkait masalah pornografi, Undang undang no 44 tahun 2008 maupun undang undang tentang kesusilaan. Namun kita juga pelajari apakah mungkin bisa diterapkan undang undang trafiking,” pungkas Christian Tory. (beritakaltara.com 24052015)

Tarian Erotis di Karaoke Nunukan, Penontonnya Anak Usia Sekolah

20150524-Kapolres-Nunukan-AKBP-Christian-Tory-menginterogasi-ke-3-penari-erotis-di-Polres-NunukanPenggerebekan pertunjukan tarian erotis di sebuah tempat karaoke yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Nunukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja, Sabtu (23/5/2015) dinihari, mendapati puluhan anak-anak di bawah umur dan anak anak usia sekolah sedang menikmati pertunjukan streeptease tersebut.

Bahkan diantara mereka kedapatan sedang nonton berduaan dengan pasangan mereka. “Penonton dari kalangan muda-mudi dan diantara pengunjung itu rata-rata anak anak masih di bawah umur dan masih usia sekolah. Dan inilah yang mengkhawatirkan kita selama sehingga kita cepat bergerak dan segera melakukan pengerebekan di loklasi ini,” ujar Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory.
Sementara dari Satuan Polisi Pamong Praja Nunukan menemukan selain penonton dari usai anak sekolah, beberapa pengunjung diindikasi adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil). Hal ini diungkapan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Nunukan Roby Nahak Serang.

”Anak anak pelajar itu merekam dengan handphone mereka kemudian menunjukkan kepada teman-teman sekolah mereka. Ada juga dari pegawai yang setiap bulan gajian kesini,” ujarnya.

Tidak sulit menemukan lokas tempat karaoke yang terletak di Jalan Cut Nya Dien tersebut untuk menyaksikan sajian tari erotis. Bahkan lokasi karaoke tersebut letaknya kurang dari 100 meter dari tempat ibadah. Untuk menonton tarian erotis tersebut tidak perlu biaya mahal. Penonton cukup datang dengan membayar uang masuk sebesar Rp20.000.

Untuk bisa menyaksiakan sajian tarian erotis penonton harus memesan meja dengan tarif bervariasi. Pertunjukan tarian erotis sendiri biasanya digelar setelah pukul 12:00 wita.

“Tariannya ditampilkan diatas pukul 12 malam. Tariannya memang disajikan disitu bagi pengunjung. Nanti usai menari masih dengan pakaian yang minim mereka mengedarkan nampan berisi sloki minuman. Biasanya Rp50 ribu satu sloki, nyawernya biasanya sambil diselipkan di daerah sensitif penari,” ujar salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja Nunukan yang turut menggerebek tempat karaoke tersebut.

Sejak penggerebekan Sabtu malam tersebut, kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nunukan mengaku akan menutup tempat karaoke yang menyajikan tarian streeptease tersebut. Selain tidak memiliki izin sebagai Tempat Hiburan Malam, tarian erotis yang ditampilkan di tempat karaoke tersebut sudah sangat meresahkan warga Nunukan.

”Mulai dari tadi malam sudah ditutup. Yang lainnya juga sudah ditutup bukan hanya OK karaoke. Semua THM tidak ada yang berizin. Makanya saya himbau yang tidak punya izin tutup sendirilah,” ujar Robby Nahak Serang.

Sebelumnya diberitakan kepolisian resort Nunukan Sabtu (23/05/2015) dini hari berhasil mengamankan 3 penari streeptease yang menggelar tarian erotis di sebuah tempat karaoke. Kegiatan tari erotis tersebut disinyalir tidak memiliki ijin. Selain 3 penari erotis Kepolisian Nunukan juga mengamankan pemilik karaoke dan manager ketiga penari erotis tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (beritakaltara.com 24052015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s