Penyelesaian Ambalat & Sebatik Terganjal Kesediaan Negeri Jiran


Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno (kiri) (Foto: Sindo)

Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno (kiri) (Foto: Sindo)

Dalam kunjungannya ke tapal batas wilayah Republik Indonesia (RI) dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjiatno ingin segera membahas penyelesaian garis batas RI dengan Malaysia.

Namun penyelesaian yang diharapkan segera terjadi oleh pihak RI, seolah masih terganjal kesediaan negara jiran tersebut. Jalur diplomatik terus dilancarkan via koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan pemerintah Malaysia.

Hingga kini, setidaknya masih ada lima titik perbatasan yang masih jadi permasalahan di Kalimantan Utara, terutama di Perairan Ambalat, Pulau Sebatik dan Pulau Kayu Mati.

“Masalah pembahasan batas negara antara RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, mesti menunggu kesediaan Malaysia dulu. Kalau dia (Malaysia) belum siap, kita tidak bisa paksakan juga,” papar Menteri Tedjo di Nunukan.

“Pemerintah Indonesia telah berupaya maksimal untuk menyelesaikan tapal batas darat maupun laut serta udara dengan Malaysia,” tambah mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tersebut.

Tidak hanya soal polemik tapal batas, Menteri Tedjo dalam kunjungannya ke Nunukan juga menyampaikan program pemerintah soal wilayah perbatasan, di mana pembangunannya akan difokuskan pada kesejahteraan masyarakat perbatasan setempat.

Meski aspek keamanan tetap diperhatikan, Menteri Tedjo ingin menguatkan program pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), yang akan mengalokasikan sekira Rp1,4 triliun di daerah perbatasan, plus ditambah dana khusus dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo-JK ini membangun perbatasan dengan target pembangunan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Menteri Tedjo.

“Masalah keamanan tetap dibangun dengan memperbaiki dan menambah pos-pos penjagaan perbatasan, karena sama pentingnya. Namun lebih fokus pada aspek kesejahteraan masyarakat,” tandas alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1975 tersebut. (news.okezone.com – 15062015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s