Tips Mashur, Agar Istri Bupati tak Korupsi


Dra Diah Catur Budiarti MSi (tengah kacamata). (Dok. Media Center Germas)

Dra Diah Catur Budiarti MSi (tengah kacamata). (Dok. Media Center Germas)

ISTRI selalu dikait-kaitkan dengan keberhasilan atau kegagalan seorang kepala daerah. Istri yang cerdas, tentu akan membantu suami, memberikan masukan untuk keberhasilan tugasnya sebagai Bupati. Namun bukan rahasia umum lagi, istri sejumlah kepala daerah kerap mengintervensi tugas-tugas pemerintahan seperti ikut menentukan mutasi pegawai, bahkan ada yang terjun langsung mengatur pemenang tender proyek pemerintah. Tak jarang di beberapa daerah, selain Bupati, istrinya juga ikut terjerumus berhadapan dengan aparat hukum karena tersangkut kasus korupsi.

Bagi bakal calon Bupati Nunukan, H Mashur bin Mohd Alias SH MSi, keberadaan istri memang sangat penting. Namun urusan negara, ada kaveling-kaveling yang membatasi istri dengan tugas suami sebagai Bupati.

“Jadi istri itu memang tidak bisa terlepas dari kehidupan kita. Saya pikir siapapun, Rasul-pun, Nabi-pun tidak bisa terlepas dari bantuan istri. Tetapi tinggal bagaimana suami mengatur?” ujarnya saat diminta tanggapan mengenai keterlibatan istri, jika kelak rakyat mempercayakannya sebagai Bupati Nunukan.

Dia mngatakan, suami mestinya bisa mengatur keluarga dengan baik. Terkait jabatan sebagai seorang Bupati, dia harus bisa mengatur kaveling-kaveling yang bisa dimasuki istri dan yang tidak bisa dicampuri.

“Di mana yang dia tidak bisa masuki? Itu tergantung bagaimana si suami memanege keluarganya? Suami itu memang mengambil peran. Agama juga memerintahkan begitu,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia ini menegaskan, untuk urusan pemerintahan, tidak ada regulasi yang membenarkan seorang istri bisa mencampuri tugas Bupati.

“Tidak ada itu. Kalaupun ada yang ikut-ikutan mengatur, saya fikir itu hanya sifatnya perorangan saja. Itu kasuistik saja,” ujarnya.

Tetapi istri dituntut menjalankan fungsinya untuk membantu Bupati. Kata dia, melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), istri bisa ikut membantu suami khususnya melakukan pembinaan terhadap para perempuan.

“Agar bisa diberdayakan, agar bisa kreatif. Salah satunya yang buta huruf itu, bisa PKK diberikan tugas itu. Tetapi dia tidak bisa mengatur pemerintahan, dia tidak bisa mengelola jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, istri yang baik kerap memberikan masukan yang baik pula kepada suami untuk menjalankan tugas-tugas sebagai Bupati.

“Jangankan istri, teman juga bisa memberikan masukan. Kalau itu baik, kenapa tidak? Kalau memang kita tidak mengerti, kan kita belajar? Kita pergi ke kabupaten mana yang pintar? Provinsi mana yang memang sudah berhasil melakukan sistem itu? Kita pergi belajar. Kita tidak perlu menutup untuk kita diberikan masukan oleh siapapun apalagi istri,” ujarnya.

Sang Istri yang Mantan Reporter VoA

 

H Mashur bin Mohd Alias SH Msi memiliki istri Dra Diah Catur Budiarti MSi. Lahir di Jakarta, 24 Desember 1966, Diah menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri 03 Jakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 99 Jakarta. Setamatnya dibangku SMP, melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Jakarta. Gelar megister diperolehnya dari Universitas Indonesia.

Diah punya banyak pengalaman kerja di media. Selama setahun sejak 1987, bekerja sebagai reporter Majalah Pertiwi, Jakarta. Pada 1988 menjadi Kepala Bagian Penyiaran pada Radio Pesona FM, Jakarta. Pada 1991 bergabung sebagai reporter lalu menjadi penyiar pada Televisi Pendidikan Indonesia (TPI).

Pada 1997 ia menjadi reporter Voice of America (VoA). Tiga tahun kemudian diangkat sebagai Direktris Operasional PT Panca Komunikasi Jakarta yang menjadi miliknya lima tahun kemudian.

 

MEDIA CENTER GERMAS/INFORIAL

– See more at: http://www.kabarnunukan.co/read/2015/07/12/1464/tips-mashur-agar-istri-bupati-tak-korupsi#sthash.8hjSIc3R.dpuf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s