Dari Ketua RT, Mashur ‘Tembus’ Kementerian Kehutanan


Rakyat Berdaulat, Ekonomi Untuk Rakyat. Sukseskan GERMAS

H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi bersama Dirjen PHKA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sony Partono.

H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi bersama Dirjen PHKA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Sony Partono.

SETAMAT di Sekolah Menengah Umum Negeri 13, Jakarta tahun 1988, H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi banyak menghabiskan waktu terlibat aktif dalam sejumlah organisasi massa. Diapun mulai berbisnis untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Lulus SMA, dia sudah bersentuhan langsung dengan dunia gaharu. Pada 1988 misalnya, dia dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Gaharu Damar Gubal Kemedangan. Setahun kemudian dia menjadi Dewan Penasehat Asosiasi Eksportir Gaharu Damar Gubal, Kemendangan.Pada 2003, Mashur masuk sebagai Dewan Penasehat Asosiasi Gaharu Indonesia.

Pengalamannya inipula yang membuat TNI Angkatan Darat meliriknya untuk dilibatkan pada Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (INKOPAD). Saat itu Mashur dipercaya sebagai Staf Ahli INKOPAD dengan pangkat kolonel tituler. Jabatan yang sama kembali dipercayakan kepadanya pada 2003.

Pada 2001, dia menjadi Konsultan Pengamanan Pemeliharaan Hutan Eks PT Jamaker di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Pengalamannya didunia bisnis mengantarkan Mashur masuk dalam struktur Pengurus Kamar Dagang Industri (KADIN) pada 2013.

Berbagai posisi pernah diembannya pada sejumlah perusahaan. Pada 2002 Mashur menjadi staf ahli Perum Perhutani.

Pada tahun yang sama juga dia dipercaya sebagai Direktur Operasional CV Serikat Sejahtera, Manejer Operasional PT Sigratan Magita, Manejer Operasional PT Sarana Hartadinakatamas lalu menjadi Direktur Operasional PT Sarana Hartadinakatamas, Direktur Operasional PT Agro Silva Beta Kartika, kemudian naik menjadi Presiden Direktur PT Agro Silva Beta Kartika. Terakhir diperusahaan yang sama dia dipercaya sebagai komisaris.

Pada 2009, Mashur dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Gaharu Indonesia. Dia pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Penerapan Teknologi pada 2009, sekaligus dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Energi dan Mineral serta sebagai Representative Perusahaan ACECO Sendirian Berhad Brunei Darussalam.

Pada 2014, Mashur dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia. Dia menjabat hingga 2019 mendatang.

Keterlibatan aktif Mashur pada organisasi massa dimulai saat ia menjadi anggota Pemuda Panca Marga pada 1987. Mashur pernah dipercaya sebagai Ketua Pemuda Pancasila, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 1989-1992. Pada 2000, Mashur dipercaya sebagai Majelis Pertimbangan Organisasi Pemuda Pancasila, Jakarta Utara.

Pengalamannya berorganisasi membuat dia dipercaya sebagai Wakil Ketua Aliansi Perdamaian Provinsi Irian Jaya Barat pada 2004.

Diapun lantas ditunjuk sebagai Wakil Ketua IV, Tim Fasilitasi Penyelesaian Penetapan Ibukota Provinsi Irian Jaya Barat.

Dia juga pernah dipercaya sebagai anggota Tim Konsultan Presidium Provinsi Kalimantan Utara pada 2004.

Pada 2006, dipercaya sebagai Ketua Pengurus Pimpinan Pusat Generasi Muda Masjid Indonesia. Kemudian pada 2008 menjadi Ketua Bidang Ekonomi MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta.

Suami Dra Diah Catur Budiarti MSi ini juga dipercaya sebagai Bendahara Umum Dewan Pengurus Besar Keluarga Bugis Sidrap periode 2015-2020.

Sementara dilingkungan sosialnya, pada 1999, Mashur dipercaya sebagai Ketua RT 12/ RW 02, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Setahun kemudian dia dipercaya sebagai Ketua RW 02, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Didunia politik, pada 1999 Mashur dipercaya sebagai Ketua LP2KMK Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Pada tahun itu, dia pernah menjadi peserta TARGANTI DPP Partai Golkar. Pada 2003, Mashur dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum DPN Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan.

Dipemerintahan, pada 2002 silam, Mashur pernah menjadi staf ahli Pemerintah Kabupaten Nunukan. Pada 2007, dia dipercaya sebagai staf ahli anggota Komisi III DPR RI.

Sejak 2012 hingga 2015 berturut-turut, Mashur dipercaya sebagai staf khusus di Kementerian Kehutanan.

Sejak 2012, dia menjadi Staf Khusus Bidang Pengamanan Tumbuhan dan Satwa Liar pada Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, Kementerian Kehutanan. Posisi yang sama berturut-turut dipercayakan kepadanya hingga saat ini.

“Saya juga anggota Task Force Ekspor Sarang Burung di Kementerian Perdagangan Luar Negeri. Di Kadin sebagai Wakil Ketua Kompartemen Kehutanan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Semua flora dan fauna itu mempunyai asosiasi masing-masing. Misalnya Asosiasi Ular, Asosiasi Buaya, untuk ekspor. Itu saya juga dipercayakan menjadi Ketua Umum Himpunan Asosiasi Flora dan Fauna Indonesia.”

Mashur juga terlibat aktif dalam sejumlah seminar-seminar ditingkat nasional hingga internasional. Sebagai peserta, adapula sebagai pembicara.

Pada 2004 menjadi peserta Penyegaran Wawasan Kebangsaan Kewaspadaan Nasional yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional RI. Menjadi peserta Penataran Tenaga Inti PPBN bagi Partai Politik Tingkat Pusat yang diselenggarakan Ditjen POTHAN Departemen Pertahanan RI.

Pada 2006 menjadi peserta Workshop Gaharu Tingkat Nasional di Surabaya, Jawa Timur. Pada 2009 menjadi peserta Workshop Pengembangan Teknologi Produksi Gaharu Berbasis Pada Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan. Menjadi pembicara pada Seminar Nasional I, Menuju Gaharu Secara Lestari di Indonesia. Pada 2010, dia juga menjadi pembicara pada Sosialisasi Pengenalan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Diperdagangkan, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Kehutanan di Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Pada tahun yang sama menjadi peserta Diskusi Panel Keanekaragaman Hayati Bagi Kemajuan Bangsa : Sejarah Penelitian Hayati Nusantara, yang dilaksanakan Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Lalu dia menjadi peserta Workshop Asia Regional di Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

Menjadi narasumber Workshop Nasional Pengelolaan Hutan Lestari dalam Mekanisme CITES, di Denpasar, Bali pada 2012. Pada tahun yang sama menjadi narasumber Sosialisasi Pengenalan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Diperdagangkan, di Medan, Sumatera Utara.

Pada 2013 menjadi narasumber pada kegiatan Training dan Workshop Sukses Berbisnis Minyak Atsiri di Bogor. Serta menjadi narasumber pada Lokakarya Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar Papua, yang dilaksanakan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Papua, Kementerian Kehutanan. Setahun kemudian menjadi narasumber pada seminar Pemanfaatan Bio Resources Dalam Menunjang Perekonomian Nasional di Bogor lalu menjadi narasumber kegiatan Workshop Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Khusus untuk Jenis Gaharu di Pekanbaru, Riau.

Pada 2015 menjadi narasumber Pendidikan dan Pelatihan Inokulasi Gubal Gaharu di Bogor yang diselenggarakan Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) serta menjadi Tim Pelaksana Pembuatan Laboratorium Genetika Gaharu antara Direktorat Jenderal PHKA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Asosiasi Gaharu Indonesia dengan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.

Pergaulan dan penghargaannya terhadap masyarakat adat, membuat Mashur memperoleh Piagam Bukti Tali Persahabatan dan Persaudaraan dengan gelar kehormatan “Salutan Patendu Layang, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kalimantan Tengah.

MEDIA CENTER GERMAS/INFORIAL

Sumber : Kabar Nunukan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s