Staf Khusus Kemenhut, Gaji Mashur Mengalir ke Bawahan.


Rakyat Berdaulat, Ekonomi Untuk Rakyat. Sukseskan GERMAS.
H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi (dok. media center germas)

H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi (dok. media center germas)

DIPERCAYA mengemban amanah sebagai Staf Khusus Bidang Pengamanan Tumbuhan dan Satwa Liar pada Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, Kementerian Kehutanan, sejak 2012, H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi sama sekali tidak pernah menggunakan uang gajinya dari negara.

Uang itu diambilnya, lalu dibagi-bagikan kepada staf rendahan seperti cleaning service maupun petugas keamanan di kantor tersebut. Bukan karena Mashur merasa sudah hidup berlebih-lebihan. Tapi ia menilai, para pegawai rendahan dimaksud lebih membutuhkan uang itu untuk membiayai anak-anak mereka. Anak-anak Mashur hampir semuanya sudah hidup mandiri.

Bukan hanya gaji, saat mendapatkan tugas ke luar daerah ataupun keluar negeri, Mashur sama sekali belum pernah menggunakan biaya perjalanan dinas dari negara. Segala kebutuhannya saat melakukan perjalanan dinas itu, dirogoh dari kocek pribadi.

Darimana sebenarnya Mashur memperoleh uang untuk membiayai hidupnya dan keluarga, jika enggan menggunakan uang negara? Selama ini Mashur memperoleh uang dari penghasilannya sebagai pengusaha.

Setamat SMA di Jakarta, Mashur sudah bersentuhan langsung dengan dunia gaharu. Tenaganya banyak digunakan di sejumlah perusahaan. Hingga kini Mashur masih menekuni bisnis ekspor gaharu. Kemampuannya berbisnis dibidang gaharu, membuatnya terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia.

Bisnis gaharu memang sangat menjanjikan. Setiap kilogram gaharu yang diekspor keluar negeri, bisa dihargai hingga Rp150 juta. Dari bisnis inilah, pundi-pundinya terus terisi.

Mashur menanam saham disejumlah perusahaan eksportir gaharu. Diapun mendapatkan hasil yang sangat menggiurkan dari pembagian keuntungan bisnis tersebut.

“Dari satu perusahaan saja saya bisa dapat Rp200 juta sebulan,” kata Mashur.

Penghasilan yang besar sebagai pebisnis gaharu dan jabatan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tak membuat Mashur merasa berpuas diri. Ada sesuatu yang masih kurang. Dia harus mengabdikan diri di Kabupaten Nunukan, tempatnya pernah menghabiskan masa kecil dulunya. Membangun wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, membuatnya terpanggil untuk mengabdi di daerah ini. Apalagi keinginannya untuk bertarung merebut kursi Bupati Nunukan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nunukan tahun ini merupakan dorongan dari sejumlah masyarakat Kabupaten Nunukan.

“Mereka datang bertemu saya di Jakarta. Mereka bilang, Pak Mashur enak di sini menjadi kaya. Kami di Nunukan, hidup miskin. Jadi mereka meminta saya untuk membangun Nunukan,” katanya menceritakan desakan masyarakat dimaksud.

Jika kelak dipercaya masyarakat menjabat sebagai Bupati Nunukan, Mashur pun bertekat tidak akan menggunakan jabatannya untuk mencari uang guna memperkaya diri.

“Jabatan itu amanah. Jadi jabatan bukan untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Dia bertekad, agar uang negara benar-benar digunakan dengan sebaik-baiknnya membangun daerah ini.

“Kalau saya sosialisasi, saya selalu bilang, saya tidak akan terima yang namanya fee proyek. Walaupun Rp1 saya tidak mau terima. Saya mau minta tolong kepada masyarakat, kepada kontraktor, kerjalah yang baik,” ujarnya.

Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan rencana anggaran belanja, agar kualitasnya bisa menjamin dapat bertahan lama.

“Bisa bertahan sampai lima atau enam tahun, supaya tidak setiap tahun kita melakukan pemborosan hanya melakukan perawatan pembangunan yang sudah dilakukan. Sehingga uang negara bisa kita pakai untuk membangun yang lain,” ujarnya menjelaskan salah satu strategi mencegah kebocoran anggaran negara, yang disalahgunakan aparat pemerintah.

Dia menilai, fee proyek merupakan salah satu penghambat pembangunan. “Itu salah satu penyebabnya. Errornya profesionalisme, kemudian alat-alat yang digunakan, sumber daya manusia yang digunakan,” ujarnya.

Fee proyek sebagai penyebab paling fatal yang mengarah pada tindakan korupsi. “Nah korupsi ini harus hilang dari Republik Indonesia ini. Kita coba di Kabupaten Nunukan menjadi contoh teladan, menjadi pilot project kepada seluruh wilayah perbatasan yang ada di Indonesia, khususnya kabupaten dan kota di seluruh di Indonesia,” ujarnya.

Mashur mengatakan, jika Bupati tidak mau mengotori tangannya dengan korupsi, tentu dia juga tidak percaya jika pemerintah pusat tidak akan memberikan dana yang cukup untuk membangun Kabupaten Nunukan, sesuai dengan proposal yang diajukan untuk membangun beranda depan negara ini.

MEDIA CENTER GERMAS/INFORIAL

– See more at: http://www.kabarnunukan.co/read/2015/08/04/1474/staf-khusus-kemenhut-gaji-mashur-mengalir-ke-bawahan#sthash.DG8YZ3Qo.dpuf

GALERI

20150726-Nunukan-Pasangan-bakal-calon-Bupati-NUnukan-Mashur-Selutan-Tadem-saat-beramah-tamah-dengan-warga-di-lapangan-tanah-merah Kerjasama Indonesia - RRC

Acara Pelantikan Relawan GERMAS Nunukan

Acara Pelantikan Relawan GERMAS Nunukan

Acara Pesta rakyat di lapangan tanah merah nunukan yang dimeriahkan oleh aris ibu kota Saiful jamail dkk tgl 26/7/2015.

Acara Pesta rakyat di lapangan tanah merah Nunukan yang dimeriahkan oleh aris ibu kota Saiful jamail dkk tgl 26/7/2015.

Foto bersama Calon buapati Nunukan H.Mashur Mohd Alias dan pasangannya Selutan Tadem beserta beberapa anggata Tim Germas dan Anggota KPU beserta beberapa stafnya

Foto bersama Calon buapati Nunukan H.Mashur Mohd Alias dan pasangannya Selutan Tadem beserta beberapa anggata Tim Germas dan Anggota KPU beserta beberapa stafnya

Penyerahan berkas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Nunukan oleh bapak Mashur yg diterima oleh ketua KPU Nunukan

Penyerahan berkas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Nunukan oleh bapak Mashur yg diterima oleh ketua KPU Nunukan

Penyerahan berkas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Nunukan oleh bapak Selutan Tadem yg diterima oleh ketua KPU Nunukan

Penyerahan berkas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Nunukan oleh bapak Selutan Tadem yg diterima oleh ketua KPU Nunukan

Penyerahan berkas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Nunukan oleh bapak Mashur yg diterima oleh ketua KPU Nunukan

Penyerahan berkas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Nunukan oleh bapak Mashur yg diterima oleh ketua KPU Nunukan

Suasana di gedung KPU saat pendaftaran 26/07/2105.

Suasana di gedung KPU saat pendaftaran 26/07/2105.

Suasana di gedung KPU saat pendaftaran 26/07/2105.

http://picasion.com/

http://picasion.com/

—ar–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s