Telan Sabu Rp.728 Juta, 3 Kurir Internasional Dibekuk TNI.


Barang bukti dan tersangka, dihadirkan saat konferensi pers di Makodim 0911/Nunukan. (dzulzviqor)

Barang bukti dan tersangka, dihadirkan saat konferensi pers di Makodim 0911/Nunukan. (dzulzviqor)

Jajaran Kodim 0911 Nunukan mengamankan 3 tersangka pengedar sabu sabu kelas internasional,  Sabtu (01/08/2015) malam dari kapal Cataleya jurusan Nunukan – Pare Pare Sulawesi Selatan.

Mereka merupakan pemain lama yang berkomplot untuk mengedarkan sabu sabu asal Malaysia ke Sulawesi Selatan lewat Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Kalimantan Utara. Mereka adalah Hamzah alias Anca (21), Rusdi (33) keduanya merupakan warga Sei Pancang asal Sidrap Sulawesi Selatan dan bekerja sebagai kuli angkut barang, dan 1 warga negara Malaysia Azulizan (23) warga Banjar Taman Damai Tawau Malaysia, dari mereka petugas mendapati 7 bal sabu sabu dengan perkiraan seharga Rp.728 juta.

”Mereka menelan sabu yang dikemas dalam bentuk menyerupai telur, modusnya begitu,”ujar Komandan Kodim 0911 Nunukan Letkol Infanteri Tagor Rio Pasaribu, Minggu (02/08/2015).

Tagor menuturkan, bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 wita, bahwa ada beberapa pengedar hendak menuju Sulawesi yang membawa sabu sabu dari Sebatik, anggota Kodim langsung bergerak ke Sebatik, sayangnya operasi awal mereka tak membuahkan hasil, sehingga anggota Kodim akhirnya berinisiatif langsung ke pelabuhan Tunon Taka berbekal informasi tujuan para pengedar.

Sesampainya di Tunon Taka anggota Kodim segera melakukan koordinasi dengan instansi keamanan lain, mereka menghubungi Satgas Pamtas RI – Malaysia, Kepolisian, Angkatan Laut juga Pelindo dan membentuk tim gabungan untuk menemukan para pengedar di atas kapal Cataleya yang hendak bertolak ke Sulawesi,

”Karena kapalnya cukup besar kita koordinasi dengan semua instansi, kita tahan keberangkatan kapal hingga sejam lamanya dari jadwal keberangkatan,”imbuhnya.

Penggeledahanpun dimulai, petugas gabungan menyisir kamar satu persatu namun mereka tak mendapati adanya hal yang mencurigakan, pemeriksaan berlanjut ke dek atas dan di tengah kerumunan penumpang akhirnyapenggeledahan mereka membuahkan hasil, dari tubuh salah satu penumpang bernama Hamzah didapati 2 bal sabu sabu yang diikatkan di kemaluan di dalam celana dalam yang dipakainya,

”Kami bawa ke Kamar mandi, kami minta dia menyerahkan 2 bal sabu yang diikat di kemaluannya,”lanjutnya. Dari pengakuan Hamzah, petugas gabungan kemudian menggelandang 2 nama lain yaitu Azulizan dan Rusdi, memang petugas tak menemukan sabu sabu pada dua nama terakhir, tak habis akal, petugas membawa mereka ke RSUD untuk pemeriksaan menggunakan X ray, hasilnya sinar X membuktikan ada benda asing dalam tubuh keduanya yang ternyata adalah sabu sabu,

”Di radiologi terlihat 3 bal di perut Rusdi dan Azulizan 2 bal,”ungkapnya. Petugas kemudian langsung menggelandang mereka ke markas Kodim 0911 dan memberi mereka makan untuk mengeluarkan sabu sabu dalam perut mereka, selang 2 jam kemudian sabu dalam perut mereka berhasil dikeluarkan.

Lebih lanjut Tagor mengungkapkan, dari pengakuan tersangka sebenarnya mereka berempat, hanya saja satu tersangka berhasil lolos dari pemeriksaan petugas dan diperkirakan membawa barang bukti sabu lain bersamanya, dan status orang tersebut saat ini dinyatakan sebagai buron.

Hasil penyidikan sementara didapati bahwa mereka merupakan pemain lama dalam bisnis haram ini, mereka berangkat dari Malaysia pada Sabtu (01/08/2015) sekitar pukul 16.30 wita, memanfaatkan jalur tikus dari Tawau melewati Sungai Melayu Malaysia dan menumpang ojek untuk sampai ke pelabuhan Sei Pancang Sebatik, dari situ mereka melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ke Bambangan sebelum akhirnya sampai di pelabuhan Tunon Taka dan membeli tiket langsung di loket pelabuhan dengan tujuan Rappang Sulawesi Selatan dimana daerah tersebut merupakan wilayah operasional mereka.

“Sabu ini milik bos mereka di Malaysia yang dibawa ke Rappang,”ujarnya lagi. Bersama mereka diamankan juga uang tunai senilai 62 ringgit Malaysia dan Rp,55.000 milik Hamzah, Rp.1,4 juta milik Rusdi,‎​akte kelahiran Malaysia atau Sijil milik Azulizan, 2 buah Hp merk Samsung, 1 buah Hp merk Sony Erickson, 1 power bank, 1 Ktp atas nama Muhammad Rusdi, satu kantung plastik mangga mengkal yang dicurigai sebagai sarana mempermudah mereka buang kotoran dan mengeluarkan sabu dari perut mereka.

“Mereka segera kami serahkan ke Polres untuk proses lebih lanjut, tolong dikawal agar prosesnya berjalan sebagaimana hukum yang berlaku,”tutupnya.

DZULVIQOR

Sumber: See more at: http://www.kabarnunukan.co/read/2015/08/01/1465/telan-sabu-rp728-juta-3-kurir-internasional-dibekuk-tni#sthash.QMqddjE1.dpuf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s