Warga Perbatasan Dilatih Buat Abon dan Dodol


20150806-pelatihanBahan baku dari sumber daya alam seperti ikan dan rumput laut yang melimpah di wilayah perbatasan menginspirasi ISWI (Ikatan Sarjana Wanita Indonesia) untuk melatih usahawan menengah dan mikro di wilayah perbatasan agar menghasilkan produk alternative.

Apalagi, selama ini warga perbatasan menjual hasil kekayaan laut seperti ikan kepada negara Malaysia. Ketergantungan pasar seperti itu membuat warga Nunukan mendapatkan hasil yang tidak sesuai. Karena harga yang ditawarkan sangat jauh berbeda jika komoditas yang dijual sudah berupa barang jadi.

Diharapkan dengan ketrampilan membuat produk alternatif dari rumput laut dan ikan akan menambah daya jual hasil laut mereka, sehingga nilai ketergantungan terhadap negara Malaysia bisa diminimalisir.

“Potensi maritim di sini justru yang paling banyak diincar sama tetangga kita. Warga perbatasan juga cenderung lebih ke negara tetangga dari pada mandiri di negeri sendiri. Karena itu kita memberi penguatan UMKM,” ujar Ketua ISWI Retno Sri Endah Lestari, Rabu (05/08/2015).

Dalam pelatihan selama 4 hari tersebut, ISWI melibatkan lebih dari 50 pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan. Beragam produk yang diajarkan kepada UMKM diantaranyanya adalah pembuatan abon dari berbagai jenis ikan, bandeng presto mengingat Nunukan juga merupakan penghasil bandeng cukup besar di Provinsi Kalimantan Utara dan juga pembuatan jenang dodol rumput laut.

Dalam pelatihan pembuatan hingga 4 hari ke depan tersebut peserta diberi pelatihan untuk mengolah hasil perikanan dan rumput laut menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi. Dalam pelatihan tersebut pelaku UMKM di wilayah perbatasan juga diberi pemahaman terhadap standar produk yang bisa bersaing di pasar global.

“Setelah kita ajari membuat produk dengan standar untuk dipasarkan di wilayah Jawa, kita juga akan menggandeng pengusaha untuk memasarkan hasil produk mereka,” imbuh Retno.

Untuk lebih memaksimalkan hasil pelatihan, ISWI mengandeng pelatih yang juga suskes berwirausaha . Dua pelatih yang dihasilkan ISWI merupakan wirausaha dari Bandung dan Semarang yang bertindak sekaligus sebagai tenaga pengajar.

Selain dari tekhnik produksi, keterlibatan wirausahawan tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada masyarakat di wilayah perbatasan untuk termotivasi mengembangkan usaha produk yang berbasis hasil laut tersebut.

”Pengusahanya sendiri yang kita bawa ke sini. Namanya Johan Yunianto dari Bandung dan untuk tekhnologi pengolahan ikan pindang itu Solihin. Mereka ini wirausahawan, jadi komplit materinya,” ujar Retno. (beritakaltara.com 06082015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s