PENYULUH NUNUKAN IKUTI PROGRAM BERSIHKAN LINGKUNGAN PESISIR NUNUKAN (BERLIAN)


20150809-penyuluh-webBanyak cara untuk membuat dan menjalani hidup sehat termasuk didalamnya adalah dengan menjaga lingkungan kita agar tetap bersih. Dan cara untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih diantaranya dengan upaya jangan membuang sampah sembarangan yang merupakan hal yang gampang diucap, tapi masyarakat susah untuk menerapkan langsung di lingkungan sekitarnya.

Kehadiran sampah sebagai buangan dari aktifitas domestik, komersil maupun industri tidak bisa dihindari, bahkan semakin kompleks dan meningkat kuantitasnya sejalan dengan perkembangan ekonomi dari waktu ke waktu. Yang menyedihkan, pemerintah kita belum mempunyai jitu yang bersifat massal dalam menyelesaikan permasalah sampah ini dimana sampah diidentifikasi sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya eksternalitas negatif terhadap kegiatan perkotaan.

Dalam rangka mengimplimentasikan hal diatas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan Rencana Aksi Perubahan melalui Program Bersihkan Lingkungan Pesisir Nunukan (BERLIAN) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan pada tanggal 29 Juli 2015.  Program Berlian adalah Program pembinaan kepada masyarakat sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya mengelola wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan dimana sasarannya adalah Masyarakat Pesisir Kabupaten Nunukan.

 Program ini menselaraskan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya wilayah pesisir dari limbah plastik dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan limbah botol plastik bekas pelampung budidaya rumput laut menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah dan nilai jual.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 orang yang terdiri dari Pegawai DKP bidang KP3K kabupaten Nunukan, pelaku utama dan usaha perikanan wilayah kelurahan Mansapa, Pelajar/Mahasiswa, serta Penyuluh Perikanan Kabupaten Nunukan.  Dalam sambutannya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Nunukan                 Ir. H. Dian Kusumanto, M.Si mengatakan berkaitan dengan Perbup 25 tahun 2010 tentang tupoksi dan uraian tugas DKP kabupaten Nunukan, satu indikator capaian tugas pokok dan fungsi DKP Kabupaten Nunukan adalah terlaksananya kegiatan kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini sejalan dengan PP No 121 tahun 2012 tentang rehabilitasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Permen KP 34 tahun 2014 tentang perencanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta Permen KP 40 tahun 2014 tentang peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil.

 Lingkup kegiatan dari program ini adalah :

  1. Membentuk tim pelaksana program inovasi “bersihkan lingkungan pesisir nunukan (berlian)” ;
  2. Melaksanakan sosialisasi program inovasi “berlian” ;
  3. Melaksanakan pelatihan pengolahan limbah botol plastik menjadi bahan bakar minyak ;
  4. Gerakan bersih pantai di wilayah mansapa dan mamolo kecamatan nunukan selatan kabupaten nunukan ;

5.    Pengembangan bank sampah dalam rangka mengelola limbah di wilayah pesisir kabupaten nunukan.

       Menurut Eva Rahmifa, S.Pi (Kabid KP3K DKP Nunukan) program inovasi “berlian” hadir sebagai inspirasi baru dalam diklat kepemimpinan TK III. Program ini dilatari oleh banyaknya potensi limbah plastik bekas pelampung budidaya rumput laut yang tidak termanfaatkan dan cenderung menjadi sampah yang mencemari lingkungan pesisir kabupaten Nunukan hal ini dikarenakan kabupaten Nunukan memiliki luas perairan yang cukup besar ± 304.867 Ha, panjang garis pantai yang mencapai ±314.592 Km dan terdiri atas 24 kelurahan/desa pesisir (Data Statistik DKP tahun 2014).

Produksi rumput laut yang mencapai 250.300 ton basah atau setara dengan 3.000 ton kering /bulan atau 3.000.000 kg (100.000 kg/hari) dengan asumsi 1 bentang menghasilkan 6 kg dan rata-rata menggunakan 6 pelampung dan digunakan untuk 3x  produksi, bila masa panen 45 hari dapat diasumsikan jumlah potensi limbah plastik sebagai berikut :

Dengan melihat jumlah asumsi potensi limbah yang sangat besar mencapai 30.000 ribu botol per hari sedangkan kondisi saat ini wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil belum terkelola dan banyak limbah plastik di wilayah pesisir Nunukan, kemudian kondisi ideal yang diharapkan adalah terkelolanya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta terkelolanya limbah plastik yang ada di wilayah pesisir kabupaten Nunukan maka dilaksanalah kegiatan tersebut diatas.

Tujuan jangka pendek dari pogram ini adalah untuk mengurangi limbah plastik diwilayah pesisir kabupaten Nunukan khususnya di kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan. Sedangkan Tujuan Jangka panjang adalah mengurangi limbah plastik di 24 kelurahan/desa pesisir di kabupaten Nunukan, pengembangan bank sampah di 24 kelurahan/desa pesisir di kabupaten Nunukan, serta terciptanya desa pesisir yang terjaga kebersihannya dimana masyarakatnya memiliki produksi unggulan yang berdaya saing baik dari hasil usaha kelautan dan perikanan maupun dari hasil pemanfaatan limbah plastik.

Harapannya dengan dimulainya program ini pada waktu yang akan datang program ini dapat meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir; terciptanya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah plastik di wilayah pesisir; berkurangnya limbah plastik di wilayah pesisir; dan meningkatnya pendapatan serta kesejahteraan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir kabupaten Nunukan.

 

Kontributor :

Faisal Noor Oktavia

Penyuluh Perikanan Ahli Muda

WKPP Wilayah III Kabupaten Nunukan

Sumber: pusluh.kkp.go.id – 3 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s