Beasiswa tak Cukup Kalau Keluarga Masih Miskin


Rakyat Berdaulat, Ekonomi Untuk Rakyat. Sukseskan GERMAS
H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi saat menyerahkan syarat calon perseorangan di KPU Nunukan. (dok. media center Germas)

H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi saat menyerahkan syarat calon perseorangan di KPU Nunukan. (dok. media center Germas)

RIBUAN orang putus sekolah di Kabupaten Nunukan. Pada 2012 saja, tercatat ada 1.752 orang yang harus mengikuti ujian paket, karena tidak dapat melanjutkan pendidikan formal. Padahal pemerintah selama ini sudah cukup berupaya agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Dana pendidikan digelontorkan secara besar-besaran untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas pendidikan secara nasional.

Di Kabupaten Nunukan sendiri, beasiswa dan pendidikan gratis ternyata belum mampu mencegah anak putus sekolah. Bukan karena tidak mau memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah, namun kebanyakan anak-anak ini putus sekolah karena hidup dalam kemiskinan mengharuskan mereka membantu orang tua mencari nafkah.

H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi mengatakan, beasiswa saja tidak cukup bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dia mengatakan, selain pendidikan dan kesehatan anak, ekonomi orang tuanya juga perlu mendapatkan perhatian pemerintah.

“Pelayanan kesehatan dan pendidikan yang gratis harus berkualitas. Kalau dia berkualitas, tentunya gizinya diperhitungkan, pakaiannya anak-anak diperhitungkan, kemudian ekonomi keluargnya, orang tuanya diperhitungkan. Jadi memang ini satu paket, ini tidak bisa kita buat program secara parsial,” ujarnya.

Dia mengatakan, semua hal ini sangat terkait sehingga tidak bisa dipilah-pilah pelaksanaannya.

“Kalau dia sudah menyangkut itu, maka kita lihat satu paket. Saya pikir itu perlu kajian, kita perlu riset betul-betul. Jadi tidak boleh membuat keputusan sembarangan,” katanya.

Jika kelak dipercaya rakyat menjadi Bupati Nunukan, Mashur berencana menghadap Presiden Republik Indonesia, untuk menyampaikan proposal agar Kabupaten Nunukan dijadikan pilot project program yang memadukan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

“Karena pendidikan dan kesehatan gratis saja tidak cukup. Dia harus gratis dan berkualitas,” katanya.

Mashur mengatakan, kewajiban memberikan beasiswa kepada para pelajar, akan dituangkan dalam peraturan daerah. Hal itu guna memperjelas mekanisme pemberian beasiswa untuk menuju kepada pendidikan yang berkualitas.

“Jadi memang kita harus berkomitmen kepada anak-anak kita yang sedang menuntut ilmu. Itu harus dijaga baik-baik,” ujarnya. Para guru juga perlu mengikuti uji kepatutan dan uji kelayakan untuk mengukur kemampuannya. “Jadi guru yang kemampuannya lemah, IQ nya lemah, itu harus dikasih kursus. Bagaimana dia bisa menularkan kepintarannya kalau dia sendiri tidak punyak kemampuan yang cukup? Dia tidak bisa membuat anak itu pintar kalau dia sendiri tidak punya kemampuan yang cukup,” katanya.

Selain berupaya meningkatkan kualitas guru, Mashur juga akan memperhatikan kebutuhan buku untuk meningkatkan minat baca.

“Perpustakaan di wilayah III itu tidak ada, di Krayan tidak ada. Tidak bisa orang pintar kalau tidak membaca. Orang S1, itu satu tahun dia tidak membaca maka turun ilmunya menjadi SMA kelas 3. Kalau orang SMA kelas 3 tidak pernah membaca satu tahun, maka turun kualitasnya menjadi SMP kelas 3,” katanya.

Selain memastikan semua anak-anak di Kabupaten Nunukan tidak ada lagi yang putus sekolah, Mashur juga bertekad untuk membasmi buta huruf di daerah ini.

Mashur akan mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, agar di Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan dilaksanakan program mencerdaskan bangsa untuk membasmi buta huruf.

“Karena kalau kita punya rakyat tidak ada lagi yang buta huruf, tentunya mereka tidak mudah dipengaruhi untuk dimobilisasi ke Malaysia, pindah warga negara dan segala macam. Kalau dia sudah tidak buta huruf, pastilah tidak akan lagi terjadi seperti itu,” katanya.

MEDIA CENTER GERMAS/INFORIAL

– See more at: http://kabarnunukan.co/read/2015/08/10/1509/beasiswa-tak-cukup-kalau-keluarga-masih-miskin#sthash.5HAPb61g.dpuf

Iklan

Satu pemikiran pada “Beasiswa tak Cukup Kalau Keluarga Masih Miskin

  1. iy betul pak.. biasannya di Indonesia pelayanan yang gratis menjadi kurnag berkualitas tau bahkan diselewengkan.
    keluarga juga harus berkembang ekonominya agar tidak selalu mengandalkan bantuan dari pemerintah. kalau saat ini program-program untuk meninkatkan ekonomi keluarga yang kurang mampu menjadi mandiri apakah sudah ada?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s