Mashur : Saya Tidak Mau Kontraktor Mencuri Lagi


20150802-mashur-selutan-01KOMITMEN H Mashur Bin Mohd Alias SH MSi yang tidak akan menerima fee proyek dari para kontraktor merupakan salah satu keinginannya untuk memperbaiki kualitas pekerjaan kontraktor di Kabupaten Nunukan.

Dengan tidak mengeluarkan fee kepada Bupati dari anggaran pekerjaannya itu, mereka bisa bekerja dengan benar tanpa harus ‘mencuri’ lagi.

“Itu saya mau periksa betul-betul pekerjannya. Saya tidak mau kontraktor mencuri lagi. Tidak ada lagi orang yang bisa curi uang negara,” ujarnya.

Mashur mengatakan, jika menemukan ada kontraktor yang curang, dia akan mengambil tindakan tegas dengan melaporkan tindakan korupsi dimaksud ke Kejaksaan.

“Tidak ada lagi seperti itu. Itulah makanya saya membatasi diri, saya tidak mau mengambil yang namanya fee itu. Saya tidak mau ada alasan mereka, karena ada fee itu sehingga mereka harus mengurangi RAB yang sudah ditentukan dalam pengajuan kegiatannya,” katanya.

Dia berpendapat, para kontraktor tentu akan bekerja dengan baik jika tidak mengeluarkan keuntungannya untuk setoran fee kepada Bupati.

“Kalau Bupati tidak kencing berdiri, masak yang dibawah mau kencing berlari? Kan sederhana itu,” katanya.

Tak hanya para kontraktor, para pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan juga harus terus diedukasi agar tidak melakukan tindakan korupsi.

“Tiap hari Senin kita upacara, kita edukasi itu staf. Kita sentuh yang paling dalam. Kalau sudah kita sentuh yang paling didalam, maka manusia itu pastilah punya tanggungjawab,” ujarnya.

Tanggungjawab itu, kata dia, akan terus menjadi besar sehingga menjadi snowballing effect.

“Manajemen snowballing effect itu, bola salju yang bergulir seperti kelereng. Kalau dia bergulir terus, tidak ada hentinya, maka rumah besar pun dia bisa rubuhkan,” katanya.

Mashur mengatakan, untuk membenahi Nunukan dalam kondisi seperti saat ini, memang tidaklah mudah. Butuh waktu yang cukup lama untuk melaksanakannya.

“Karena kita juga terbentur dengan undang-undang, terbentur dengan regulasi, sistem pengawasan keuangan negara saat ini sangat ketat. Tidak boleh tiba masa tiba akal. Tidak boleh yang baik itu tiba-tiba dilaksanakan, tidak bisa,” ujarnya.

Dalam hal pengelolaan keuangan, kata dia, mekanisme harus dijalankan dengan benar. Jangan sampai harus berhadapan dengan aparatur pemerintah yang melakukan pengawasan terhadap manajemen keuangan.

“Makanya kalau saya Bupati, saya ndak mau uang. Ini enak sekali kok. Saya ndak mau ambil-ambil uang, saya tidak mau sentuh uang. Saya mau menggunakan uang ini dengan benar,” ujarnya.

Bagi Mashur, rakyat Kabupaten Nunukan akan rugi jika tidak memilihnya sebagai Bupati Nunukan.

“Tidak ada lagi 20 tahun orang kayak ini. Kayak sekarang kita lihat, ada tidak orang sepintar Habibie yang bisa jadi Presiden? Sudah berapa Presiden kita? Ndak ada lagi. Nah itu tidak gampang cari orang pintar. Bukan berarti saya paling pintar, tetapi saya punya kesungguhan dan saya punya kemampuan, saya punya pengalaman, kompetensi dalam rangka memimpin kabupaten ini,” katanya.

 

MEDIA CENTER GERMAS/INFORIAL

– See more at: http://www.kabarnunukan.co/read/2015/08/11/1513/mashur–saya-tidak-mau-kontraktor-mencuri-lagi#sthash.AI8S0FCc.dpuf

Iklan

Satu pemikiran pada “Mashur : Saya Tidak Mau Kontraktor Mencuri Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s