Tagihan Air Sampai 7,5 Juta, Pelanggan Ini Minta Meterannya Diputus


Warga mengeluh tagihan PDAM mengadu ke DPRD Nunukan, beberapa waktu lalu

Warga mengeluh tagihan PDAM mengadu ke DPRD Nunukan, beberapa waktu lalu

Terlihat bolak balik di ruang pembayaran kantor PDAM Kabupaten Nunukan, Anwar terlihat agak kebingungan karena orang yang dicari untuk mengadu belum datang ke kantor siang itu. Anwar yang tinggal di mess perusahaan alat berat di Jalan Rimba ini sejatinya mau mengadukan tagihan airnya yang mencapai 7,5 juta rupiah. Namun siang itu petugas yang dicarinya belum terlihat.

“Biasanya bayarannya cuma sejuta. Ini sampai 7,5 juta rupiah. Masak kerja hanya untuk membayar air saja. Saya mau nyari petugas pengaduan tapi belum datang,” ujarnya , Selasa (18/08/2015).

Anwar yang mengaku hanya sebagai pekerja di mess perusahaan alat berat tersebut mengaku pemilik perusahaan tempatnya bekerja meminta dirinya untuk mencari kejelasan penyebab pembayaran air hingga mencapai 7,5 juta rupiah. Menurutnya penggunaan air selama bulan Juli normal seperti biasanya.

Anwar mengaku satu meteran air di tempatnya bekejra memang digunakan oleh beberapa keluarga pekerja karena tempatnya bekerja dibidang alat berat memberikan fasilitas rumah bagi beberapa pekerja. Namun selama ini pembayaran air tidak sampai lebih dari satu juta rupiah.

Terhadap besaran pembayaran air yang mencapai 7,5 juta rupiah, pemilik perusahaan meminta Anwar untuk memutus meteran airnya.

“Yang menggunakan memang 21 orang yang tinggal di situ, tapi hanya dipakai hari Sabtu dan Minggu saja karena kita semua kerja di Sebatik. Kalau pakai air tangki cuma 100 ribu satu tangki, itupun tidak habis sehari. Kalaupun habis sehari paling cuma 3 juta rupiah. Ya lebih baik diputus saja meterannya,” jelas Anwar.

Dihubungi BERITAKALTARA.COM siang itu Bagian Hubungan Langganan PDAM Nunukan Arpiansyah mengaku tidak ada keluhan terkait pembayaran air hingga 7,5 juta rupiah. Bahkan dia mengatakan tidak banyak pelanggan PDAM yang melapor terkait tagihan pemakaian air yang membengkak. Dari pengakuannya hanya satu dua pelanggan yang mengeluhkan soal tagihan air.

”Tidak banyak yang melapor. Sebulan cuma satu atau dua orang saja. Bulan ini hanya satu,” ujar Arpiansyah.

Sebelumnya awal bulan Agustus puluhan warga Jalan Pattimura ngeluruk ke Dewan mengadukan tagihan air PDAM yang membengkak hingga mencapai 3,5 juta rupiah. DPRD Nunukan sempat menggelar rapat denggar pendapat terkait aduan tersebut.

Namun karena hearing hanya dihadiri oleh perwakilan masyarakat melalaui LSM Peduli Masyarakat Nunukan yang tidak memiliki data terkait permasalahan pembengkakan pembayaran air warga membuat permasalahan tersebut tidak tuntas.

Dalam kesimpulannya, DPRD Nunukan hanya meminta PDAM lebih gencar memberikan sosialisasi terkait penerapan tarif progresif kepada pelanggan yang terapkan PDAM. Karena kebanyakan pelanggan air PDAM tidak memahami mekanisme tarif progresif. (beritakaltara.com -19082015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s