FC H2B Juara Asmah Gani Cup 1, Pemain Ragukan Kinerja Wasit


FC.08 ikut berlaga pada Asmah Gani Cup I yang dilaksanakan di GOR Sei.Sembilang Kecamatan Nunukan Selatan

FC.08 ikut berlaga pada Asmah Gani Cup I yang dilaksanakan di GOR Sei.Sembilang Kecamatan Nunukan Selatan

Babak mencari juara 3 dan 4 Asmah Gani Cup 1 yang dilaksanakan Minggu (23/8) malam di Gedung Olahraga Sei. Sembilang diwarnai dengan aksi keluar lapangan oleh pemain Fc. 08. Di babak ini, Fc. 08 bertemu dengan FC. The Generasions 39 yang merupakan Polisi Remaja leting 39. Dibabak pertama, pertandingan berjalan dengan alot dimana jual serangan antar kedua kesebelasan terjadi. Begitu juga dibabak kedua, dimana kedua kesebelasan saling adu ketangkasan dan kecepatan dari masing – masing pemain. Hingga dengan peluit babak kedua dibunyikan wasit pertandingan skor masih imbang dengan skor 2 sama. Kemudian dilanjutkan dengan babak tambahan 2 x 5 menit sehingga kedua kesebelasan mencetak 1 gol sehingga skor menjadi 3 sama. Sampai dengan babak tambahan selesai, skor tetap 3 sama sehingga adu penalti tak terelakkan. Namun ketika ingin dilaksanakan babak adu penalti, Kapten kesebelasan Fc. 08 Madan melakukan protes keras atas kinerja wasit yang mengesahkan gol ketiga dari FC. The Generasions 39. Selain memprotes gol dimaksud, ia juga memprotes atas keputusan wasit yang sebelumnya memberikan kartu merah kepada salah satu pemain FC. The Generasions 39 namun kembali menarik kartu merah tersebut. Sebelumnya, Manager FC. The Generasions 39 melakukan protes kepada wasit atas kartu merah yang diberikan. Setelah dilakukan protes, akhirnya wasit kembali menarik kartu merah tersebut. Selanjutnya, selang beberapa menit melakukan protes terhadap panitia dan kinerja wasit, akhirnya Fc.08 memutuskan untuk keluar lapangan dan tidak mengikuti babak adu penalti. Ketika ingin meninggalkan lapangan, para pemain Fc. 08 melakukan salam hormat kepada seluruh penonton yang hadir.

??Selain insiden adu protes atas kinerja wasit mewarnai pertandingan, mati lampu juga terjadi ketika para pemain Fc. 08 melakukan protes. Mati lampu terjadi sekitar 15 menit lamanya sehingga suasana Gor Sei. Sembilang secara otomatis dalam keadaan gelap. Kemudian secara spontan para penonton menyalakan hp sehingga suasana menjadi terang dengan cahaya hp. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya lampu Gor kembali menyala sehingga pertandingan kembali dilanjutkan. Sebelum babak final dilanjutkan antara Fc. H2B dengan FC. BI, terlebih dahulu dilaksanakan upacara penutupan dimana dihadiri langsung Hj. Asmah Gani, mantan Ketua KONI Kabupaten Nunukan H. Mansyur Husin, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nunukan Rachmadji Sukirno, Ketua PSSI Kabupaten Nunukan H. Andi Mutamir, Ketua KONI Kabupaten Nunukan Moch. Thoyib dan ribuan penonton yang memenuhi tribun penonton. Usai upacara penutupan, langsung dilanjutkan babak final yang mempertemukan pemain asal Malang yang tergabung dalam Fc. H2B sedangkan pemain asal Tawau Sabah Malaysia tergabung dalam Fc. BI.
Dalam babak final ini, tak kalah seru dengan babak sebelumnya dimana kedua kesebelasan jual adu serangan, taktik dan skill individu dari masing – masing pemain sehingga babak yang dinanti – nanti oleh seluruh penonton tersajikan permainan yang cantik dan menawan dari kedua tim. Dalam babak normal skor kesebelasan masing – masing 2 sama kemudian dilanjutkan dengan babak tambahan sehingga skor menjadi 3 sama. Karena skor seri sehingga dilanjutkan dengan adu penalti. Masing – masing tim diberikan kesempatan dengan 3 penendang. Dalam adu penalti, keberuntungan menjadi miliki Fc. H2B dimana dari ketiga penendang berhasil mencetak gol sedangkan Fc. BI hanya mencetak 1 gol sehingga skor menjadi 3 – 1. Dengan demikian, juara Asmah Gani Cup 1 menjadi miliki Fc. H2B.
Berkaitan dengan pelaksanaan Asmah Gani Cup 1, Wakil Bupati Nunukan Hj. Asmah Gani menyampaikan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan mensukseskan terselenggaranya kompetisi futsal ini. Ia mengatakan dengan adanya penonton yang banyak sekali dengan memenuhi tribun tentu menjadi suatu kebanggan tersendiri yang memiliki arti bahwa masyarakat Nunukan merindukan olahraga. Kedepan olahraga di Nunukan harus ditingkatkan. Kemudian untuk masalah teknis dilapangan baik antara wasit dengan pemain dan panitia akan diselesaikan kedalam.
“Itu masalah teknis mungkin dari panitia dan wasit akan diselesaikan kedalam. Ketika ada insiden itu hal biasa dan bisa diselesaikan dengan baik,” ucapnya.
Asmah menambahkan kedepannya akan melaksanakan event yang sama dengan lebih baik. Dan tentunya masyarakat Nunukan harus berjuang untuk meningkatkan prestasi olahraga khususnya futsal.
Sumber: kabarnunukan – 23 Agustus 2015
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s