Makna Nomor Urut Bagi Calon Bupati Nunukan


Ini Makna Nomor Urut 1 Bagi Laura-Faridil

Asmin Laura (paling kanan) mengambil nomor undian, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Asmin Laura (paling kanan) mengambil nomor undian, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Seperti pada Pemilihan Umum Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nunukan 2011 lalu, kali ini tangan Hajjah Asmin Laura Hafid SE MM kembali mendapatkan nomor urut 1 pada pilkada kali ini.

Pada empat tahun yang lalu, hasil Pilkada Kabupaten Nunukan hanya menempatkan pasangan Laura-Karel Sompotan yang diusung Partai Bulan Bintang, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional sebagai runner up dibawah pasangan Basri-Asmah Gani yang menang saat itu.

Setelah kembali mendapatkan nomor urut 1, apakah pasangan Ir H Faridil Murad SE MT ini masih optimistis dengan angka tersebut? Apa makna angka 1 menurutnya?

“Dengan nomor 1, mudah-mudahan saya bisa menjadi nomor satunya Kabupaten Nunukan untuk periode yang akan datang,” kata anggota DPRD Kalimantan Utara ini usai mengambil nomor undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Tak hanya Laura, Faridil juga menilai baik angka 1 untuk pasangan ini. “Maknanya daripada nomor 1 adalah satu, maha tunggal. Mudah-mudahan maha tunggal termenang dan terbesar. Masyarakat Kabupaten Nunukan lebih dari 70 persen mendukung kami,” katanya.

Pada 2011 lalu, Faridil merupakan lawan Laura. Saat itu Faridil yang berpasangan dengan Jabbar dari jalur perseorangan, hanya bisa menempati posisi ketiga dari empat pasangan calon yang bertarung.

Sebelum pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Faridil menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan.

Nomor 2 Simbol Kemenangan, Basri Yakin Bupati Dua Periode

Haji Basri mengambil nomor urut, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Haji Basri mengambil nomor urut, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Mendapatkan nomor urut 2, Basri merasa gembira. Senyum lebar yang mengembang dari bibirnya menyiratkan kegembiraan calon yang diusung Partai Demokrat ini.

Nomor bertulisan hitam tebal yang tertera pada kertas berwarna orange, berkali-kali dia angkat saat tahu yang muncul angka 2.

Basri tak menyembunyikan keinginannya untuk mendapatkan nomor urut 2. Sebelum mendapatkan nomor urut 2, pasangan Drs H Basri MSi – Pdt Yefta Berto STh mendapatkan nomor yang sama saat mengambil nomor antrean pengambilan nomor undian.

“Nomor 2 tuh kan dulu nomor yang memenangkan kita. Alhamdulillah hari ini juga kembali kita pegang lagi, dari awal tadi nomor 2,” ujar Bupati Nunukan ini, usai mengambil nomor undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Dia mengatakan, angka 2 merupakan simbol perdamaian. “Di mana-mana di dunia, itu peace, perdamaian,” ujarnya.

Basri yakin dengan mendapatkan nomor 2, dia akan menjabat dua periode sebagai Bupati Nunukan.

Basri pada 2011 berpasangan dengan Hajjah Asmah Gani, dengan diusung Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Kini keduanya harus saling berhadap-hadapan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nunukan 2015.

Asmah Gani memilih mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Haji Andi Kasim dengan diusung Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional.

Selain Basri, pasangannya Yefta Berto juga yakin angka 2 memberikan kemenangan. “Saya pikir ini memang angka kemenangan kita. Ini victory, kemenangan,” kata anggota DPRD Kalimantan Utara dari Partai Demokrat ini, sambil menunjukkan dua jari membentuk huruf V.

Yefta pada 2006 lalu pernah menjadi calon Wakil Bupati Nunukan berpasangan dengan Mashur Bin Mohd Alias.

Ambisi pasangan Mashur-Yefta untuk memimpin Kabupaten Nunukan akhirnya kandas, karena hanya mampu menempati urutan ketiga.

Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Pelopor, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Serikat Indonesia, Partai Damai Sejahtera, Partai Bintang Reformasi dan Partai Demokrasi Kebangsaan ini harus mengakui kemenangan pasangan nomor urut 1 Haji Abdul Hafid Achmad-Kasmir Foret MM yang diusung Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan Sejahtera.

Kini, Yefta dan Mashur juga harus berhadap-hadapan pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2015. Mashur memilih berpasangan dengan Selutan Tadem melalui jalur perseorangan.

Dapat Nomor Urut 3 Lagi, Mashur Yakin Bakal Menjadi Bupati Ketiga

Mashur saat mengambil nomor undian, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Mashur saat mengambil nomor undian, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Pasangan calon perseorangan Mashur Bin Mohd Alias-Selutan Tadem memperoleh nomor urut 3, saat pengundian nomor pasangan calon.

Nomor urut yang sama juga pernah diperoleh Mashur saat berpasangan dengan Pdt Yefta Berto STh pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2006 lalu.

Kini, Mashur yang berpasangan dengan Selutan Tadem melalui jalur perseorangan dengan perolehan 21.358 jiwa yang tersebar di 14 kecamatan, kembali memperoleh nomor urut 3 pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2015. Apa makna angka 3 baginya?

“Menurut saya itu adalah simbol atau pertanda dari Tuhan,” ujarnya usai mengambil nomor undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Dia menjelaskan, Haji Abdul Hafid Achmad merupakan Bupati Nunukan pertama, sehingga putrinya Hajjah Asmin Laura Hafid SE MM yang berpasangan dengan Ir H Faridil Murad SE MT mendapatkan nomor urut 1 pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2015.

“Pak Basri adalah Bupati nomor dua, makanya Pak Basri dapat nomor 2. Dan yang ketiga adalah kita dan habis ini kita serahkan ke Ibu Asmah lagi,” ujarnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Selutan Tadem.

“Itu sama saja tadi. Inspirasinya Bupati yang ketiga,” kata mantan Camat Krayan Selatan ini.

Mashur pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2006 lalu berpasangan dengan Yefta Berto. Ambisi pasangan Mashur-Yefta untuk memimpin Kabupaten Nunukan akhirnya kandas, karena hanya mampu menempati urutan ketiga.

Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Pelopor, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Serikat Indonesia, Partai Damai Sejahtera, Partai Bintang Reformasi dan Partai Demokrasi Kebangsaan ini harus mengakui kemenangan pasangan nomor urut 1 Haji Abdul Hafid Achmad-Kasmir Foret MM yang diusung Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan Sejahtera.

Kini, Mashur dan Yefta harus berhadap-hadapan pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2015. Yefta memilih berpasangan dengan Basri yang diusung Partai Demokrat.

Nomor 4 Kesempurnaan, Asmah Sebut Angka Jadi

Hajjah Asmah Gani saat mengambil nomor undian, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Hajjah Asmah Gani saat mengambil nomor undian, Selasa (25/8/2015) di Gedung Amalia, Kecamatan Nunukan.

Mendapatkan kesempatan pertama mengambil nomor undian, pasangan Hajjah Asmah Gani-Haji Andi Kasim justru mendapatkan nomor urut 4, sebagai peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nunukan.

Pasangan yang diusung Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional inipun tak berkecil hati dengan nomor terakhir yang diperoleh. Malahan, pasangan ini tetap menganggap nomor 4 sebagai angka baik.

“Makna nomor empat adalah untuk kebersamaan untuk seluruhnya. Angka jadi untuk merangkum keseluruhannya,” kata Wakil Bupati Nunukan ini yang ditimpali Andi Kasim,”Ini angka jadi, sempurna,” kata anggota DPRD Kalimantan Utara ini.

Asmah Gani pada Pilkada lalu berpasangan dengan Basri. Pasangan ini unggul dibandingkan tiga calon lainnya.

Kini keduanya harus berhadap-hadapan. Basri berpasangan dengan Yefta Berto yang diusung Partai Demokrat.

Asmah Gani pada 2006 juga pernah bertarung melawan petahana Haji Abdul Hafid Achmad-Kasmir Foret MM yang diusung Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan Sejahtera.

Saat itu Asmah Gani yang berpasangan dengan HM Amin Syawal Pamulang BBA diusung Partai Golkar hanya menjadi runnner up.

Sumber: kaltim.tribunnews.com- Selasa 25 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s