Polisi Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada


Pagi Ini Polisi Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada

Persiapan Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, Rabu (26/8/2015) di alun-alun Nunukan

Persiapan Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, Rabu (26/8/2015) di alun-alun Nunukan

Ratusan aparat, Rabu (26/8/2015) pagi ini dilibatkan dalam simulasi pengamanan Pemilihan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nunukan. Simulasi dilaksanakan di alun-alun kota Nunukan.

“Kita apel gelar pasukan sekaligus kita simulasi pengamanan,” kata Kapolres Nunukan, AKBP Christian Tory, ditemui sebelum simulasi.

Dijelaskannya, simulasi yang digelar ini sekaligus memberikan gambaran bagaimana mengantisipasi tindakan-tindakan yang ingin mengacaukan jalannya pelaksanaan Pilkada Kabupaten Nunukan.

“Hari ini kita laksanakan. Kita libatkan semua unrsur terkait dalam pengamanan,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan telah menetapkan empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan pada Pilkada Kabupaten Nunukan 2015.

Keempat pasangan itu masing-masing pasangan nomor urut 1 Hajjah Asmin Laura Hafid SE MM-Ir H Faridil Murad SE MT yang diusung gabungan partai politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Hanura (8 kursi DPRD Nunukan), pasangan nomor urut 2, Drs H Basri MSi (Bupati petahana)- Yefta Berto STh diusung Partai Demokrat (6 kursi DPRD Nunukan).

Selanjutnya calon urut nomor 3 Mashur Bin Mohd Alias- Selutan Tadem melalui jalur perseorangan dengan perolehan 21.358 jiwa yang tersebar di 14 kecamatan. Serta pasangan calon nomor urut 4 Hajjah Asmah Gani-Haji Andi Kasim yang diusung Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (4 kursi DPRD Nunukan).

Pengamanan Pilkada Dibagi Empat Zona

Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory, Rabu (26/8/2015) memeriksa barisan pada Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, Rabu (26/8/2015) di alun-alun Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory, Rabu (26/8/2015) memeriksa barisan pada Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, Rabu (26/8/2015) di alun-alun Nunukan.

Polisi membagi empat zona pengamanan Pilkada di Kabupaten Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory mengatakan, pengamanan sudah direncanakan dengan melakukan blocking dan pemetaan menjadi empat zona.

“Zona 1 Pulau Nunukan, Zona 2 Pulau Sebatik, Zona 3 Sebuku, Sembakung Lumbis dan sekitarnya, Zona 4 Krayan,” ujarnya, Rabu (26/8/2015).

Selain membagi zona, pihaknya juga membagi lima satuan tugas pengamanan Pilkada Kabupaten Nunukan 2015, yang dibentuk sesuai dengan fungsi dan peranana masing-masing.

Kelima satgas dimaksud masing-masing Satgas Intelejen, Satgas Lalu Lintas, Satgas Patroli, Satgas Bantuan Pengamanan dan Satgas Penindakan.

“Apabila ada pelanggaran tindak pidana Pilkada mereka sudah siap,” ujarnya.

Sebanyak 327 Polisi dilibatkan pada pengamanan Pilkada Kabupaten Nunukan 2015. “Kita secara umum totalitas. Pasukan yang kita siapkan dari Polres 327 orang, itu pasukan inti,” katanya menegaskan.

Pengamanan pilkada juga dibantu satu kompi Brimob dan bantuan dari satuan samping seperti Satuan Polisi

Pamong Praja dan Linmas Nunukan yang menurunkan 890 personel dan TNI yang menyiapkan satu peleton.

Pengaturan pengamanan dilakukan sesuai pentahapan mulai dari pendaftaran calon, verifikasi, pencabutan nomor urut.

“Kemudian kampanye dan seterusnya sampai kepada pelantikan. Jadi setiap pentahapan itu kita amankan,” katanya.

Hanya Yefta Berto Absen Hadiri Gelar Pasukan

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Rabu (26/8/2015) menghadiri Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, di alun-alun Nunukan.

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Rabu (26/8/2015) menghadiri Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, di alun-alun Nunukan.

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Rabu (26/8/2015) menghadiri Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Nunukan 2015, di alun-alun Nunukan.

Hanya saja, dari calon yang hadir, Yefta Berto STh tak tampak di tempat pelaksanaan kegiatan.

Pasangannya Basri, yang menjabat sebagai Bupati Nunukan terlihat duduk di kursi bagian depan bersebelahan Wakil Bupati Nunukan, Hajjah Asmah Gani.

Sedangkan pendamping Asmah Gani, Haji Andi Kasim, duduk di kursi deretan kedua bersama pasangan calon Hajjah Asmin Laura Hafid SE MM-Ir H Faridil Murad SE MT dan pasangan Mashur Bin Mohd Alias- Selutan Tadem.
Selain pasangan calon, gelar pasukan juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat

Rusuh, Brimob Diturunkan Halau Massa dari Kantor KPU

Massa melakukan perlawanan terhadap Polisi yang mengamankan Kantor KPU, saat simulasi, Rabu (26/8/2015).

Massa melakukan perlawanan terhadap Polisi yang mengamankan Kantor KPU, saat simulasi, Rabu (26/8/2015).

Sejumlah Polisi dari Brimo Polda Kaltim diturunkan untuk menghalau massa dari Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Simulasi.

Brimob harus diturunkan setelah pengamanan yang dilakukan personel Polres Nunukan tak bisa membendung perlawanan massa yang terus bertambah.

Terjadinya kerusuhan massa di Kantor KPU Simulasi ini berawal dari kekecewaan pendukung salah satu pasangan calon Bupati- Wakil Bupati.

Mereka menganggap KPU Simulasi telah melakukan kecurangan.

Laporan kecurangan yang disampaikan kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) tak membuahkan hasil dan KPU dianggap tak mempertimbangkan keberatan yang disampaikan saat penghitungan suara dimaksud.

Tuduhan kecurangan disampaikan massa karena hasil penghitungan suara yang dikeluarkan KPU tidak sesuai dengan hasil penghitungan dan hasil survei yang berkembang selama ini dimasyarakat.

Awalnya demonstrasi ke Kantor KPU Simulasi hanya diikuti beberapa orang. Mereka terlibat aksi dorong mendorong dengan petugas kepolisian karena memaksa masuk untuk bertemu Ketua KPU.

Massa yang mengikuti demonstrasi kemudian terus bertambah. Tak hanya terlibat aksi dorong mendorong dengan aparat, massa mulai melempari petugas.

Pasukan huru hara dari Polres Nunukan harus diterjunkan untuk menghalau massa yang semakin beringas. Namun tak juga ‘menyerah’, Pasukan Huru Hara Brimob Polda Kaltim harus diturunkan menghadapi massa.

Awalnya massa tetap melakukan perlawanan. Mereka membalas pukulan tongkat anggota Brimob dengan lemparan batu.

Massa juga mulai menyalakan api di jalan untuk menghalangi petugas yang bersenjatakan tameng dan tongkat. Tak berapa lama, mobil air pun dikerahkan untuk menghalau massa. Merekapun lalu membubarkan diri dari depan Kantor KPU Simulasi.

Namun, segelintir orang yang tidak puas ternyata masih melakukan aksinya setelah meninggalkan Kantor KPU Simulasi.

Mereka melakukan perusakan dan penjarahan di toko-toko yang dilintasi. Kejahatan segelintir orang ini telah mengganggu aktivitas masyarakat.

Polisi lalu mengerahkan Tim Anti Anarkis Brimob Polda Kaltim. Tim bermotor yang dilengkapi dengan senjata api berhasil membubarkan massa setelah melepaskan tembakan ke arah perusuh.

Setelah situasi dinilai aman, Polisi yang berkeliling menumpang kendaraan roda empat dengan menggunakan pengeras suara menyampaikan pengumuman kepada masyarakat.

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 26 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s