Dari Layar Monitor, Jokowi Resmikan PLTD Siemanggaris


Dari Layar Monitor, Jokowi Resmikan PLTD Siemanggaris

Wakil Bupati Nunukan, Hajjah Asmah Gani, Jumat (28/8/2015) menyapa Presiden Joko Widodo melalui video conference dari Desa Tabur Lestari, Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan.

Wakil Bupati Nunukan, Hajjah Asmah Gani, Jumat (28/8/2015) menyapa Presiden Joko Widodo melalui video conference dari Desa Tabur Lestari, Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan.

Presiden Joko Widodo, Jumat (28/8/2015) meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 6 x 200 KW Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan.

Peresmian yang disaksikan Wakil Bupati Nunukan, Hajjah Asmah Gani dan warga Kecamatan Siemanggaris dari Jalan Poros Pohon Mas, Desa Tabur Lestari melalui video conference dilakukan Presiden di Kabupaten Batang, Jawa Tengah bersamaan dengan Construction Kick Off PLTU 2 x 1.000 MW Batang dan Program Elektrifikasi di 50 lokasi Pulau Terdepan dan Daerah Perbatasan.

Peresmian inipun disambut gembira warga di desa tersebut. Bendera merah putih mini yang dibawa warga dilambai-lambaikan saat protokol yang berada di Batang menyapa Wakil Bupati Nunukan.

Lambaian itu dibalas Presiden, tampak jelas melalui dua televisi monitor yang terpasang di lokasi PLTD Siemanggaris.

Presiden dalam sambutannya menyebutkan, meskipun pada program elektrifikasi ini pembangkit yang dibangun hanya berkapasitas 100 hingga 500 kilowatt (KW), namun hal itu membuat anak-anak bisa belajar pada malam hari.

“Anak-anak kita bisa setiap malam menghidupkan listrik dan belajar. Juga nelayan kita bisa membeli freezer dan mengidupkan untuk mengawetkan ikannya,” ujarnya menegaskan.

Belum lagi, usaha-usaha kecil di kampung-kampung yang semuanya juga membutuhkan listrik.

“Ini yang sering kita lupa. Orang berfikirnya investor, pengusaha besar,” katanya.

PLTD Siemanggaris Layani Warga Selama Enam Jam

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 6 x 200 kilowatt (KW) Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (28/8/2015), dipastikan telah melayani warga sejak 15 Agustus 2015 lalu.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Machnizon Masri, mengatakan, saat ini pembangkit tersebut baru bisa melayani warga selama enam jam dalam sehari. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pengiriman bahan bakar.

“Ini akan ditingkatkan,” ujarnya.

Saat ini pembangkit yang potensial untuk 750 pelanggan itu, baru melayani sekitar 50 pelanggan.

“Kami menunggu masyarakat segera mendaftar ke PLN,” katanya.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan, Yosua Batara Payangan menjelaskan, PLTD Kecamatan Siemanggaris yang dibangun PT PLN (Persero) ini dihibrid dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kilowatt peak (kWp) yang telah lebih dahulu dibangun di Kecamatan Siemanggaris melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Penantian Selama 70 Tahun Akhirnya Terjawab

Wakil Bupati Nunukan, Hajjah Asmah Gani, Jumat (28/8/2015) menekan tombol yang menandai beroperasinya PLTD Siemanggaris.

Wakil Bupati Nunukan, Hajjah Asmah Gani, Jumat (28/8/2015) menekan tombol yang menandai beroperasinya PLTD Siemanggaris.

Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, warga di Desa Tabur Lestari, Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan akhirnya dapat menikmati listrik pascaberoperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 6 x 200 kilowatt (KW) Kecamatan Siemanggaris.

“Ini yang dinanti warga di sini selama 70 tahun sejak Indonesia merdeka,” kata Camat Siemanggaris, Anwar Said di Desa Tabur Lestari, Kecamatan Siemanggaris saat berbicara dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir melalui video conference.

Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani merasa bersyukur dengan beroperasinya PLTD itu. Meskipun saat ini hanya bisa melayani warga selama enam jam, hal itu patut disyukuri.

“Semoga nanti akan menjadi 12 jam sampai 24 jam nanti,” ujarnya.

Asmah mengatakan, peresmian listrik ini sangat strategis bagi Kabupaten Nunukan yang berada di perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, yang memang sangat membutuhkan pemenuhan listrik yang berkualitas.

“Di Kabupaten Nunukan masih 55 persen desa yang belum memiliki penerangan,” ujarnya.

Ada empat kecamatan di pedalaman Kabupaten Nunukan yang saat ini membutuhkan pelayanan listrik.

“Kecamatan Sembakung Atulai, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Sebuku,” kata dia.

Meskipun tidak berada di perbatasan, keempat kecamatan tersebut berada di kawasan pedalaman.

Di Kecamatan Sembakung Atulai, bahkan baru 10 persen peenduduknya yang menikmati listrik.

“Sebuku sudah dibangun pembangkit. Mudah-mudahan tiga kecamatan yang lainnya menjadi prioritas karena mereka daerah pedalaman teringgal,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan, Yosua Batara Payangan mengatakan, pada tahun ini di Kecamatan Siemanggaris juga akan dibangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Yakni terpusat di Desa Sekaduyan Taka masing-masing 5 kilowatt peak (kWp) di Sungai Kapal,  2 x 5 kWp di Kanduangan, serta 5 kWp di Kampung Dayak.

“Tahun ini juga dibangun melalui APBN,” katanya.

Sumber: http://kaltim.tribunnews.com – 28 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s