Dana Rp 100 Miliar Dialokasikan untuk Bangun Pelabuhan Ini


Pelabuhan Tunontaka Nunukan

Pelabuhan Tunontaka Nunukan

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV mengalokasikan anggaran hingga sekitar Rp 100 miliar untuk pembangunan sejumlah fasilitas di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

“Dananya berasal dari internal Pelindo, dibantu anggaran Pelindo pusat,” kata Manager Operasional PT Pelindo IV Cabang Nunukan, Marihot Sagala, Jumat (4/9/2015).

Sebagai langkah persiapan pembangunan sejumlah fasilitas dimaksud, saat ini sedang dilakukan pembersihan dan pembongkaran lapak kecil yang berada dalam area pelabuhan. Disebutkan, bangunan induk pelabuhan nantinya, akan dibangun dua lantai.

”Kalau sudah jadi nanti, pelabuhan kita jauh lebih megah dari Tawau, Malaysia” katanya.

Rancangan pelabuhan didesain dengan tema khas Dayak. Sehingga nantinya akan banyak ornamen Dayak yang menghiasi bangunan pelabuhan. Patung hias akan dibangun dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

Dia mengatakan, pembangunan pelabuhan ini hampir sama dengan Bandara Hasanuddin di Makassar.

“Pintu masuk pelabuhan rencananya dilengkapi dengan gate portal dengan kartu masuk elektronik,” ujarnya.

Ke depan, akan tersedia pula outlet makanan dan minuman ternama yang diharapkan menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

”Kita sudah deal dengan KFC, juga Starbuck Coffee,” katanya.

Menurutnya, persiapan pembangunan sejumlah fasilitas di Pelabuhan Tunon Taka sudah hampir rampung. Seperti dari sisi studi amdal maupun pengkajian geologi sudah dilakukan.

“Tinggal rancangan Induk Pelabuhan (RIP) yang ditunggu. Rencananya Oktober pemugaran dan pembangunan total Pelabuhan Tunon Taka segera berlangsung,” ujarnya.

Secara administrasi, PT Pelindo IV juga menyatakan kesiapan. Kendala satu-satunya saat ini hanya pembongkaran lapak pertokoan yang berada tepat di samping kanan dan kiri gerbang masuk pelabuhan, di luar pagar.

“Karena Pemda belum menepati janjinya untuk memberi uang kerohiman atau tali asih,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, PT Pelindo IV berhak melakukan pembongkaran bangunan tersebut. Tentunya pembongkaran akan dilakukan tanpa memberikan ganti rugi.

Sebab bangunan-bangunan tersebut masih berada di atas tanah milik PT Pelindo IV. “Di mana ada perjanjian hitam di atas putih bilamana sewaktu-waktu Pelindo hendak menggunakan lahannya, mereka siap pergi tanpa ganti rugi,” katanya.

Hanya saja, Pemkab Nunukan disebutkan telah menjanjikan akan memberikan uang kerohiman antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta kepada para pemilik warung dan toko di kawasan itu.

“Kami tinggal tunggu itu dibongkar,” ujarnya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 4 September 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s