Akhirnya Pengurusan Dokumen TKI kembali ke Nunukan


tki-di-malaysiaHarapan sejumlah warga Kabupaten Nunukan agar pengurusan dokumen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Negara Bagian Sabah, Malaysia, dikembalikan ke daerah ini bakal segera terwujud.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, mengatakan, melalui Program Poros Pelayanan TKI di Kawasan Perbatasan, TKI tidak prosedural maupun yang tidak memiliki dokumen akan dipulangkan mengurus dokumen di Nunukan.

“Di sini akan diberikan, pertama pelayanan dokumen, kedua pelatihan, ketiga adalah pemberdayaan,” ujarnya, Jumat (25/9/2015) di Nunukan.

Pengurusan dokumen TKI asal Malaysia di Kabupaten Nunukan, dinilai sangat menguntungkan sejumlah pihak.

Perekonomian yang menyentuh masyarakat kecil, ikut bergerak. Mulai dari angkutan kota hingga warung-warung kecil, ikut kebagian uang-uang TKI yang berbelanja.

Sebelumnya beberapa tahun lalu para TKI asal Malaysia harus mengurus dokumen di Nunukan. Namun pemerintah pusat melalui kebijakan khusus akhirnya memberikan pelayanan pembuatan paspor di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Pelayanan bahkan dilakukan dengan proaktif mendatangi para TKI illegal di perkebunan.

Nusron menjelaskan, terkait dengan pelayanan dokumen, ada tiga dokumen yang harus dimiliki setiap TKI masing-masing dokumen izin untuk kesempatan kerja keluar negeri, pemeriksaan kesehatan dan dokumen keimigrasian.

“Dibuatkan untuk siapa? Untuk tiga orang,” ujarnya.

Dokumen diberikan kepada TKI deportasi yang ingin kembali bekerja ke Malaysia. Sehingga mereka tidak perlu lagi pulang ke kampungnya.

“Tetapi akan diposes dokumennya di sini. Ibaratnya dari illegal, dilegalisasai di sini. Ibaratnya begitu,” katanya.

Selain itu, dokumen diberikan kepada TKI yang sudah bekerja di Malaysia tetapi tidak memiliki dokumen.

“Kalau ada kesempatan, balik ke sini, dilakukan proses legalisasi di sini. Tidak perlu pulang di kampungnya,” ujarnya.

Pelayanan juga diberikan kepada TKI yang ditangkap Polisi ataupun Imigrasi di Malaysia lalu dideportasi ke Indonesia.

“Begitu nyampe di sini, dilegalisasi,” ujarnya.

Jika deportan dimaksud tidak mau kembali ke Malaysia dan memilih pulang kampung, pihaknya akan memberikan pelatihan kewirausahaan selama lima hari. Hal ini untuk memberikan bekal keterampilan kepada mereka.

“Yang mau balik lagi ke Malaysia, perintah Pak Bupati kami setujui sekali. Wajib ada materi tambahan wawasan kebangsaan. Rasa ke Indonesiaan. Jadi meskipun teman-teman TKI itu sudah ada di Malaysia. Jangan luntur budaya dan kultur Indonesianya,” katanya.

Terhadap pelaksanaan program ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan akan memberikan dukungan dengan menerbitkan identitas kependudukan bagi TKI yang tidak memiliki identitas yang jelas.

“Yang tidak jelas, diperjelas di sini, demi bangsa,” ujarnya.

Nusron mengatakan, selama ini sejumlah pemerintah daerah cenderung enggan melayani TKI saat hendak membuat identitas.

“Dalam tanda petik, dia tidak mau kena getah. Ini kan kena getah? Tetapi lebih baik saya proses getahnya di sini, daripada mereka lalu lalang bikin pusing di sini,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Nunukan menurutnya, telah ikut melakukan terobosan dengan menerbitkan identitas kependudukan dimaksud.

“Biasanya Bupati atau kepala daerah itu ingin cuci tangan. Kamu kan bukan warga saya? Tetapi ini justru luar biasa, orang bukan lahir di sini, tidak besar di sini, tidak punya identitas tetapi tanda petik dinaturalisasi di Nunukan. Di Nunukan kan ibaratnya begitu,” ujarnya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 25 Desember 2015

Daerah Ini Jadi Proyek Percontohan Pelayanan TKI

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Nusron Wahid, Jumat (25/9/2015) melakukan pembicaraan dengan Bupati Nunukan, Basri.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Nusron Wahid, Jumat (25/9/2015) melakukan pembicaraan dengan Bupati Nunukan, Basri.

Kabupaten Nunukan menjadi tempat percontohan pelayanan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, mengatakan, terobosan melalui Program Poros Pelayanan TKI di Kawasan Perbatasan ini, akan di copy-paste di Batam dan Tanjung Pinang.

“Ini terobosan kami dan di sini yang pertama,” ujarnya, Jumat (25/9/2015) saat berkunjung ke Nunukan.

Dia mengatakan, pemerintah telah menganggarkan pelaksanaan program dimaksud. Bahkan diharapkan, pada awal Oktober program ini sudah bisa berjalan.

“Kami pinginnya cepat. Karena ini kan percontohan. Kalau nanti program ini tidak bisa dijalankan, kami juga jelek. Karena itu, kami juga semangat untuk itu,” ujarnya.

Untuk merealisasikan program ini, masih ada satu hambatan yang harus segera diselesaikan.

“Yaitu kami harus segera koordinasi dengan Imigrasi. Doakan supaya lebih cepat, pingin kami awal Oktober ini sudah berjalan,” ujarnya.

Nusron optimistis, program ini berjalan dengan baik. Sebab, semua pihak yang terkait sangat membutuhkan program dimaksud.

“Kami butuh jangan sampai anak bangsa kerja secara ilegal,” ujarnya.

Sementara para TKI membutuhkan program ini agar memiliki bargaining yang kuat terhadap Polisi maupun Imigrasi di Malaysia.

“TKI yang tidak punya dokumen itu, dia mau keluar kebun susah. Mau belanja ke kedai takut ketangkap Polisi,” ujarnya.

Program ini juga akan sangat membantu para majikan atau pemilik lahan perkebunan kepala sawit di Malaysia.

“Majikan butuh apa? Supaya TKI-nya kerasan, nyaman, dia makin produktif,” ujarnya.

Kabupaten Nunukan merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia. Melalui daerah ini, para TKI keluar dan masuk Malaysia. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com – 25 Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s