Rini Anak TKI Yang Jago Bahasa Inggris Menjadi Pelayan Cafe Akibat Himpitan Ekonomi


20151202-pak bonte

Kepala Sekolah SMPN 2 Nunukan Gumolung Bonte

 

Rini Rahmiah Rahman (16) siswi SMPN 2 Nunukan ini rela membagi waktunya untuk menjadi pelayan cafe demi membantu keluarga, pendapatan sebulannya Rp.500 ribu dikatakan untuk membeli keperluan rumah tangga dan makan sehari hari.

Kepala Sekolah SMPN 2 Nunukan Gumolung Bonte cukup terkejut dan tidak menduga masih ada muridnya yang mengalami nasib demikian,
”Bapaknya itu kerja sawit di sebelah, kadang kirimannya telat atau tidak cukup,”ungkapnya, Rabu (2/12/2015).
Rini merupakan siswi pindahan dari sekolah Malaysia, akibat permasalahan sijil (ijazah) maka Rini harus kembali ke kelas VII, Bonte menjelaskan mekanisme pindahan bagi siswa sekolah memang harus menyertakan surat pindah sekaligus ijazah terakhir, namun karena Rini bersekolah di Malaysia sebelumnya, butuh adanya nomor ijazah yang tercatat secara resmi di Indonesia dan salah satu caranya adalah kembali di kelas VII agar mendapat ijazah meskipun tadinya Rini sudah duduk di kelas IX.
Pihak sekolah menyatakan telah memanggil keluarga Rini untuk meminta penjelasan, namun demikian mereka tak bisa menyalahkan keluarga Rini yang notabene orang tidak mampu.
Di sekolahnya, Rini sangat menonjol dalam mata pelajaran bahasa Inggris, rata rata nilai ujiannya di bidang ini 8 dan 9, dan menjadi murid andalan Guru Bahasa Inggris Jatmoko,
”Oh iya, dia Inggrisnya bagus, selalu tinggi nilainya, paling rendah 8 dia itu,”ujar bagian Humas SMPN 2 sekaligus guru bahasa Inggris ini menjelaskan.
Dewan guru menyayangkan kondisi Rini yang ternyata hanya memiliki waktu istirahat yang sebentar, di pagi hari Rini harus membantu ibunya menjaga adik adiknya, siang hari dia berangkat sekolah lalu langsung bekerja di cafe sampai pukul 11 malam.
Para guru SMPN 2 juga kemudian mengagendakan rapat untuk membahas permasalahan Rini, karena ternyata bukan hanya Rini yang memiliki kisah sedih, 2 siswi lain yang merupakan anak TKI juga bekerja sebagai pelayan cafe yang menjual aneka jus juga makanan ringan di salah satu cafe jalan TVRI.
Sekolah juga telah memasukkan nama Rini ke dalam penerima beasiswa Indonesia Pintar agar Rini tak putus sekolah akibat masalah ekonomi, transportasi ke sekolah dijamin, dan sekolah berjanji akan membantu keperluan seragam Rini,
”Kita besok akan rapat mencari solusi untuk anak anak seperti Rini, pokoknya kita cari cara bagaimana dia terus belajar,”kata Bonte.
Sumber: kabarnunukan – 1 Desember 2015
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s