Kalimantan Utara Diguncang Gempa 6,1 SR


gempa-kalimantan-utara-gempa-kaltara4_20151221_194235

Gempa bumi berkekuatan 6,1 pada Skala Richter terjadi di Kalimantan Utara, Senin (21/12/2015) dinihari. Guncangan gempa terasa hingga sebagian wilayah Kota Kinabalu, Malaysia dan Kepulauan Jolo, Filipina.(earthquake.usgs.gov)

Inilah Pangkal Penyebab Gempa di Kaltara

TANJUNG SELOR – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Selor mengkaji, peristiwa gempa bumi yang belakangan ini terjadi di Kalimantan Utara (Kaltara) disebabkan bukan karena gunung vulkanik.

Kepala BMKG Tanjung Selor, Irman Sonjaya, menjelaskan, secara geografis Kaltara tidak ada gunung vulkanik dan tidak dilewati jalur cincin api.

Karena kondisi ini, Kaltara tidak akan sering mengalami gempa bumi.

“Daerah lain seperti Sumatera, Sulawesi, dan Jawa yang dilewati jalur cincin api pastinya akan bisa setiap hari merasakan gempa. Di kita yang Kaltara tidak akan sering,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, di ruang kerjanya, pada Selasa (22/12/2015).

Menurutnya, bencana gempa bumi yang terjadi di Kaltara satu di antara faktor penyebabnya adalah, struktur tanah atau daratan kalimantan yang mengalami proses patah.

“Gempa bumi di Kalimantan karena adanya patahan pada daratan. Kaltara daratannya dibentuk dari hasil endapan-endapan,” ujar Irman.

Yang paling dirasakan, tuturnya, adalah daerah Kota Tarakan dan Kecamatan Bunyu.

Kedua daerah ini merupakan daratan yang terbangun dari sebuah endapan. Saat terjadi patahan tentu saja daya gempanya akan sangat terasa.

“Sampai kami amati belum ada potensi muncul tsunami,” kata Irman.

Namun, tambahnya, dia pun sudah mengapresiasi atas kewaspadaan warga masyarakat Kaltara, terutama yang ada di Tarakan atas bencana gempa bumi.

“Warga yang di pesisir sudah antisipasi lebih dulu, mengungsi ke daerah tempat yang dataran tinggi,” tutur Irman. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com 22 Desember 2015

 

Warga Diminta Waspada, Gempa Susulan Masih Terjadi Hingga 7 Hari Mendatang

mujianto_20151222_133309

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kota Balikpapan Mujianto, saat diwawancari sejumlah wartawan di Kantor BMKG Kota Tarakan, Selasa (22/12/2015)

Tarakan – Gempa susulan yang kembali terjadi, pukul 08.20 Wita, Selasa (22/12/2015) membuat warga Tarakan kembali panik.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika, Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan Mujianto mengatakan, hari ini ada dua kali gempa susulan yang terjadi di Kota Tarakan.

“Gempa pertama terjadi pukul 08.02 Wita dengan kekuatan 4,5 Skala Richter (SR) dan gempa kedua terjadi pukul 08.20 Wita dengan kekuatan 4,8 SR,” ucap Mujianto yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan gempa di BMKG Kota Tarakan.

Mujianto mengatakan, gempa susulan ini akan terus terjadi paling cepat tiga hari ke depan dan selama tujuh hari kedepan, dengan kekuatan kecil di bawah 5,0 SR.

“Gempa susulan terjadi, karena masih terjadinya peluruhan atau pelepasan sisa energi,” katanya.

Dengan masih adanya gempa susulan ini diimbau masyarakat untuk terus selalu waspada, terutama menghindari bangunan-bangunan yang dianggap tidak memungkinkan untuk ditinggali sementara waktu. Seperti bangunan yang sudah miring atau dinding bangunan yang sudah banyak retak-retak.

“Kalau bangunan tersebut sudah tidak mungkin dapat ditinggali atau dianggap tidak layak, sebaiknya kalau malam hari tidur dulu luar, sampai keadaan dan kondisi benar-benar stabil. Apalagi yang punya rumah atau gedung pondasi yang sudah tidak kokoh lebih baik dihindari,” ujarnya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com 22 Desember 2015

 

Tarakan, Kota Paling Parah Terkena Gempa

gempa-di-tarakan_20151222_104430

Wali Kota Tarakan Sofian Raga meninjau rumpah yang ambruk terkena gempa, Senin (21/12/2015) dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Harianto mengatakan dampak gempa di Tarakan terdapat 5 (lima) bangunan rumah rusak berat, 2 (dua) rusak sedang, dan 1 (satu) rusak ringan.

Sementara tercatat pula 1 (satu) orang luka berat, dan 4 (empat) orang luka ringan.

Sedangkan di Bulungan tak ada kerusakan bangunan akibat gempa yang melanda ibu kota Kaltara, Bulungan pada umumnya.

“Alhamdulilah, menurut catatan kami, tidak ada kerusakan di Bulungan. Tadi di Tana Tidung dan Tarakan, kami catat ada,” tutur Harianto kepada Tribun Kaltim.

Di Tana Tidung, tepatnya di Kecamatan Tanah Lia tercatat 3 unit rumah milik warga rusak ringan. Tak hanya itu, koridor Puskesmas di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan ringan.

“Puskesmas masih bisa digunakan. Ada 5 orang warga yang luka, dilarikan ke Puskesmas tersebut. Itu menurut laporan personel kami di lapangan,” tuturnya. (*)

 

Gempa Subuh Tadi Diklaim Terbesar di Nunukan

gempa-kalimantan-utara-gempa-kaltara4_20151221_194235

Gempa bumi berkekuatan 6,1 pada Skala Richter terjadi di Kalimantan Utara, Senin (21/12/2015) dinihari. Guncangan gempa terasa hingga sebagian wilayah Kota Kinabalu, Malaysia dan Kepulauan Jolo, Filipina.(earthquake.usgs.gov)

NUNUKAN – Badan Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Nunukan mengklaim, gempa bumi yang terjadi pukul 02.47 Wita, Senin (21/12/2015) memberikan dampak terbesar yang pernah terjadi di Pulau Nunukan.

“Kami juga kaget, kok bisa ada gempa seperti ini?” kata prakirawan BMKG Nunukan, Eko Trisantoro, Senin (21/12/2015).

Gempa 6,1 skala richter (SR) yang berpusat pada koordinat 3,61 LU, 117.67 atau 29 kilometer timur laut Kota Tarakan dengan kedalaman 10 kilometer ini, lebih besar dibandingkan gempa pada tahun lalu yang mencapai 5,8 SR.

Eko mengatakan, meskipun gempa ini merupakan jenis tektonik yang biasa diikuti dengan tsunami, namun dipastikan gempa kali ini hanya pergerakan lempeng bumi biasa.

“Meskipun dalam prosesnya gempa susulan dengan skala lebih kecil terjadi beberapa kali setelahnya,” ujarnya.

Kepala BMKG Kabupaten Nunukan, Taruna Mona mengatakan, gempa tektonik dengan jaringan sesar mulai dari Filipina sampai Tarakan ini berdampak pada kerusakan bangunan di beberapa wilayah yang masuk dalam alur pergerakan lempeng bumi.

“Dan efeknya bisa dirasakan secara langsung. Itu bisa dirasakan di Tarakan 4,5 mmi, kemudian Tanjung Selor dan Nunukan sama 3 sampai 4 mmi,” katanya.

Dia mengatakan, setelah subuh tadi ada beberapa kali gempa susulan. Namun hal itu tidak lagi terlalu dirasakan masyarakat.

“Kecuali di wilayah Tarakan yang berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur jalan, karena masuk dalam jalur gempa yang bergerak secara sesar mendatar,” ujarnya. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com 21 Desember 2015

 

Bupati Klaim Cuma Ruangan Humas Protokol yang Rusak Akibat Gempa

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melakukan inventarisasi terhadap kerusakan fasilitas publik maupun bangunan milik masyarakat, sebagai dampak gempa, Senin (21/12/2015) subuh.

Bupati Nunukan, Basri mengatakan, sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan milik masyarakat yang disampaikan kepadanya.

Namun, kata dia, ada kerusakan yang terjadi di salah satu ruangan di kantor Bupati Nunukan.

“Di sini cuma ruangan Bagian Humas dan Protokol yang rusak. Di ruangan lain sudah dicek tidak ada yang rusak,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter dengan kedalaman 10 km mengguncang wilayah Tarakan, Kalimantan Utara dan sekitarnya pukul 01.47 Wita.

Sumber: kaltim.tribunnews.com 21 Desember 2015

 

BREAKING NEWS- Takut Diguncang Gempa Susulan, Para Tamu Hotel Bertahan di Luar

gempa-kalimantan-utara-gempa-kaltara_20151221_173758

PANIK – Tamu Swiss Bell Hotel, Tarakan, Kaltara, berhamburan keluar usai merasakan getaran gempa bumi, Senin (21/12/2015). Menurut informasi BMKG Tarakan diguncang gempa berkekuatan 6,1 SR dengan kedalaman 10 km.

Gempa yang terjadi beberapa menit lalu sontak membuat panik warga Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (21/12/2015) dinihari.

Pasalnya baru kali ini gempa terasa begitu kuat, hingga membangunkan masyarkat yang sudah terlanjur lelap.

Kepanikan terlihat di depan Swiss Bell Hotel, Tarakan. Ketika diguncang gempa, para penghuni hotel segera dievakuasi ke luar melalui tangga darurat (emergency exit). Hingga kini, pukul 04.00 Wita, mereka belum juga diperbolehkan masuk kembali ke hotel.

“Sampai sekarang kami masih di luar hotel. Belum diperbolehkan masuk kembali. Pihak hotel masih cari informasi sudah aman atau belum,” ujar Ayu, salah satu tamu yang menginap di hotel, di Tarakan.

Sementara ribuan orang juga terlihat mengungsi di Masjid Al Maarif, Kota Tarakan.

Kaltara adalah provinsi termuda di Indonesia, provinsi ke-34. Kaltara pemekaran dari Provinsi Kalimantan Timur.

Salah satu warga Tarakan, Siti terkaget saat merasakan guncangan gempa. Ia pun langsung terbangun dari tidurnya. Bersama suami, ipar, dan anaknya, Siti lantas bergegas ke luar rumah.

“Wah, baru kali ini guncangannya keras, saya kira rumah saya sudah mau roboh,” ujarnya yang menghubungi Tribunkaltim.co melalui telepon seluler.

gempa-kalimantan-utara2_20151221_040449

Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter dengan kedalaman 10 km mengguncang Tarakan, Kalimantan Utara pukul 01.47 Wita

Siti mengaku merasakan getaran gempa selama 30 detik. Meski demikian, tak ada benda-benda di rumahnya yang rusak akibat gempa.

Selain di Kota Tarakan, gempa juga mengguncang Tanjung Selor -Ibu Kota Provinsi Kaltara, hingga Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Menurut informasi yang dihimpun Tribunkaltim getaran gempa terasa kurang lebih 30 detik. Warga pun tampak berlarian ke luar rumah. Bahkan tamu hotel berhamburan keluar kamar.

Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 6,1 SR dengan kedalaman 10 km mengguncang Tarakan, Kalimantan Utara pukul 01.47 Wita.

Titik koordinat gempa berada pada 3.61 LU – 117.67 BT, atau 29 km dari permukaan laut Tarakan, Kaltara. Dalam situsnya, BMKG menyatakan gempa tak berpotensi Tsunami. (*)

Sumber: kaltim.tribunnews.com 21 Desember 2015

 

BREAKING NEWS – Kalimantan Diguncang Gempa 6,1 SR, Suami Istri Sedang Tidurkan Anak Kaget

gempa-kalimantan-utara1_20151221_040240

Warga Tanjung Selor, Ibu Kota Kabupaten dan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) panik, dikejutkan getaran gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 02.48 Wita, Senin (21/12/2015).

Budiman dan Nunung, warga Tanjung Selor, Bulungungan, pasutri yang mencoba menidurkan anak balitanya tiba-tiba kaget dengar suara seperti gemuruh.

“Si kecil belum tidur-tidur. Tiba-tiba ada suara gemuruh. Kok sampai berguncang begini. Kami kaget. Akhirnya pilih keluar rumah saja, sama istri sama si kecil,” tutur Budiman.

Sumber: kaltim.tribunnews.com 21 Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s