Wilayah Kaltara Paling Rawan Gempa di Kalimantan! Ini Penjelasannya…


20151224-wilayah-kaltaraGEMPA bumi berkekuatan 6,1 skala richter yang mengguncang Kota Tarakan dan sekitarnya, Senin dini hari (21/12) mengejutkan banyak pihak. Sebagian warga bahkan mengaku tidak percaya Pulau Kalimantan bisa diguncang gempa. “Benar kah berita ini? Bukan hoax?,” tulis seorang netizen di salah satu grup facebook.

Menanggapi berbagai kesimpangsiuran informasi, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr. Daryono, S.Si,M.Si menjelaskan, gempa yang guncangannya terasa di Tarakan, Nunukan, Tanjung Selor dan daerah sekitarnya itu, merupakan gempa tektonik.

Gempa bumi yang terjadi, kata Daryono, merupakan aktivitas gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake) jenis intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas sesar aktif. “Hasil analisis mekanisme sumber gempa bumi ini merupakan patahan mendatar, atau strike-slip fault,” katanya.

Kondisi tektonik di bagian timur Pulau Kalimantan, jelasnya, memang cukup kompleks, sehingga zona di wilayah Utara pulau ini merupakan kawasan paling rawan gempa bumi di Pulau Kalimatan. Kerawanan gempa bumi di zona ini selain disebabkan oleh adanya beberapa struktur geologi sesar turun, juga terdapat beberapa struktur sesar mendatar.

Dijelaskan, zona Nunukan-Tarakan dan sekitarnya secara tektonik diapit oleh tiga sistem sesar mendatar. Di sebelah selatan terdapat dua sistem sesar yang berarah barat daya-tenggara, yaitu zona Sesar Mangkalihat (Mangkalihat fault zone) dan zona Sesar Maratua (Maratua fault zone). Zona Sesar Mangkalihat merupakan sesar kelanjutan dari Sesar Palu-Koro, yang melintas dekat kota Tanjung Redeb.

Keberadaan zona Sesar Maratua juga tidak kalah penting untuk diperhatikan, karena ujung sesar ini terletak di lautan yang lokasinya berdekatan dengan kota Tanjung Selor. Sementara itu, di sebelah utara Pulau Tarakan juga terdapat zona Sesar Sempurna (Sempurna fault zone) yang melintas dari Laut Sulawesi hingga Sabah Malaysia, dan melintasi kawasan yang berdekatan dengan Pulau Sebatik.

“Namun demikian, hingga saat ini kita belum dapat memastikan struktur sesar mana yang membangkitkan gempa bumi semalam,” ujarnya.

Karena gempa bumi ini memiliki episenter di daratan dengan mekanisme sesar mendatar, maka dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Daryono menyampaikan imbauan agar masyarakat  yang tinggal di daerah pesisir tetap tenang.

Sumber: news.prokal.co – 21 Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s