Sindikat Malaysia Terbongkar, 3,5 Kg Sabu Nyaris Beredar di Kaltim dan Sulsel


20151230-sindikat-malaysia-terbongkar

KASUS NARKOBA: Kapolres Pasma Royke (tengah) menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diungkap jajarannya bersama petugas Bea Cukai

Penangkapan  Herman alias Ambon (32), warga negara Malaysia, dengan barang bukti 1 kilogram (kg) sabu-sabu pada 23 Desember, rupanya berawal dari pengembangan kasus temuan Kantor Bea Cukai Nunukan.

Pada Sabtu (19/12) sekitar pukul 21.00 Wita, Samsuddin (29) diringkus setelah melewati x-ray. Dia kedapatan membawa narkoba jenis sabu yang dikemas dalam dus makanan. Saat itu pula, Polres Nunukan langsung membentuk tim untuk memburu jaringan Samsuddin.
Walhasil, sembilan tersangka ditangkap di Parepare dan Makassar. Informasi penangkapan tersebut dijelaskan Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royke.
Menurut Kapolres, dia saat itu mengomandoi anggota di lapangan agar segera menelusuri sindikat tersebut. Hasilnya, sembilan tersangka ditangkap dengan barang bukti 1 kg sabu-sabu. “Total barang buktinya jadi 2 kg,” ujar Pasma.
Dia menjelaskan, para tersangka itu diyakini merupakan sindikat dari Malaysia, yang memasukkan narkoba ke Kaltim dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Tim Buser Polres Nunukan berhasil menangkap tersangka di Parepare dan Makassar. “Seluruhnya sudah di Nunukan,” kata Pasma.
Selain pengedar, mereka juga berperan sebagai kurir. Tugasnya mengantar barang antarkurir. Mereka bertemu di pelabuhan tujuan. Barang haram itu dipasok oleh Ambon dari Malaysia. Sementara itu, Samsuddin juga membawa sabu-sabu dari Malaysia. Dia satu kelompok dengan Ambon.
Ambon ditangkap di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, saat turun dari Kapal Motor (KM) Katliya dari Tawau pada 23 Desember. Sabu-sabu senilai Rp 1 miliar (harga di Tawau), ditengarai hendak dipasok ke Samarinda dan Balikpapan dengan harga lebih Rp 1,5 miliar per kilogram.
Belakangan teridentifikasi bahwa barang haram itu juga hendak diedarkan di Sulsel. Untung saja, para tersangka dibekuk sebelum 2 kilogram sabu-sabu itu diedarkan di Kaltim dan Sulsel. Tersangka Herman tinggal di Apas Batu 2, Tawau, Malaysia. Dia membawa sabu-sabu ke Indonesia dengan mengemasnya dalam dua kaleng susu formula dan buah-buahan.
Modus itu kerap dilakukan para tersangka untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia. “Ada dalam speaker, alat mobil dan lainnya,” tuturnya. Lantas, kaleng berisi sabu tadi, dicampur dengan barang lain, seperti makanan menjadi satu wadah dus.
Sekadar diketahui, Nunukan merupakan jalur melintas ke Malaysia. Bandar sering menggunakan jalur tersebut menyelundupkan sabu. Pada 14 Desember, Satreskoba Nunukan juga menangkap  M Nur Yasin (25), kurir narkoba yang diduga dari Tawau. Dia dibekuk di Hotel City, Sungai Nyamuk, Nunukan, Kaltara, dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,5 kilogram.
Waktu itu, Nur Yasin hendak mengantarkan barang haram itu ke Samarinda. Kasus itu terbongkar setelah anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan dan Ditreskoba Polda Kaltim mengintai hampir dua pekan.
Namun, aktivitasnya terus diselidiki. Pada Ahad (13/12) petang, petugas menyergap. Barang bukti ditemukan di kamar hotel. Keterkaitan Ambon dan Nur Yasin juga masih diselidiki. “Ini sedang kami gali informasi dari kedua tersangka,” ucapnya.
Kepada petugas, Nur Yasin berkicau mendapat komando dari Zaenal (28), tahanan Lapas Narkotika Bayur di Samarinda. Menurut rencana, sesuai perintah bosnya, Nur Yasin membuat paket 50 gram untuk disebar di sejumlah pengedar di Samarinda.
Sumber: kaltimpost.co.id/ Rabu 30 Desember 2015
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s